Sunday, January 3, 2016

Life in future with you--- part 16

Life in future with you--- part 16

 ("Lalu, apa yang harus aku lakukan, din??"
  "Yang perlu kamu lakukan saat ini adalah ajak paul berbicara. Coba jelaskan sedikit-demi sedikit kepada nya. Kalian ini sudah dewasa. Tak perlu dijelaskan secara gamblang pun, aku rasa kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Dan aku rasa, paul akan bisa menerima alasan mu dengan baik. Percayalah, semua akan baik-baik saja." Aku mulai sedikit tenang. Setidak nya aku bisa bernafas lega, meski belum sepenuh nya aku terbebas dari rasa takut ini. Mungkin benar, hidup itu adalah pilihan. Life is all about making choices. Always do your best the right ones. And always do your best to learn from the wrong one.
  "Sekarang kamu lebih tenang, bukan?? Lebih baik kita masuk. Tak baik bila kita berlama-lama disini." Ucap dinar. Namun, seketika langkah ku terhenti. Saat sesosok pria tinggi berbadan tegap berdiri tepat depan ku.)

  "Pak tedi..?" Pikir ku.
  "Maaf non, bapak cuma mau antarkan ini.." seraya memberikan kunci mobil yang sempat masuk bengkel pagi tadi. Ya.. rupa nya tak ada kerusakan yang serius pada mobil ku, hingga waktu penyelesaiannya pun jauh lebih cepat dari apa yang dibayangkan sebelumnya.
  "Kenapa jadi pak tedi yang ke sini? Memangnya pak jo kemana?"
  "Pak jo sedang mengantarkan ibu ke butik non." 
  "Butik?? Astaga.. kenapa aku bisa lupa akan hal itu..?" Pikir ku
  "Ok, sekarang pak tedi mau langsung ke butik lagi, bukan? Mungkin aku akan kesana setelah semua urusan ku selesai.."
  "Baiklah non. Oya, tapi non..." ucap pak tedi yang menahan ku saat hendak masuk kedalam ruang kerja ku.
  "Kenapa, lagi,,,?"
  "Emm, bapak masih bingung, non. Kira-kira non key sebaiknya bapak antarkan kemana ya?" Ucap pak tedi.
  "Key..?"
  "Betul non. Sebelum bapak kesini, non caca sempat berpesan agar menjemput non key terlebih dahulu di sekolah. Mengingat non caca pun harus segera membawa barang-barang ibu yang tertinggal untuk dibawa ke butik saat itu juga, bapak pun lupa untuk menanyakan soal non key kepada nya." Ucap pak tedi
  "Lalu dimana dia sekarang?" Tanya dinar
  "Ia ada didalam, non. Apa sebaiknya bapak antar pulang kerumah saja, atau... mau bapak antar sekalian ke butik baru ibu? Kebetulan non caca pun sedang berada disana." Ucap pak tedi, tapi aku pikir kasian bila harus membiarkan key sendiri dirumah, meskipun ia tidak benar-benar sendiri, masih ada beberapa asisten rumahtangga disana. Lagi pula ini baru jam berapa? Jika harus kembali kebutik pun, rasa nya aku tak bisa membayangkan betapa repotnya keadaan disana. Mengingat hari ini merupakan pembukaan butik baru mama, yang pasti nya kehadiran key hanya akan merepotkan orang-orang disana.
  "Emm, bagaimana non..?" Ucap pak tedi lagi.
  "Tinggalkan saja, biarkan key disini. Sebaiknya bapak pulang, lagi pula bapak pun harus bantu mama disana, bukan? Jika mereka bertanya, katakan saja kalo key sedang ada bersama ku."
  "Apa non gigi yakin..?"
  "Ya.... bapak tenang saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
  "Baiklah non, kalo begitu bapak permisi. Bila ada sesuatu, jangan sungkan untuk segera menghubungi bapak." Ucap pak tedi
  "Ya..." 
Mungkin sebaiknya seperti itu, lagi pula mengapa aku bisa lupa akan hal itu? Mama pasti sibuk mempersiapkan segala sesuatu nya dalam rangka pembukaan butik baru nya itu. Sedangkan caca, meskipun ia selalu bilang "Gak apa-apa, sama sekali tidak merepotkan" tapi tetap saja seharusnya aku bisa lebih peka dan mengerti, bagaimana kesibukan dia selama ini. Tapi ya sudahlah, itu bukan hal yang perlu aku pikirkan saat ini. Yang jelas sekarang, bagaimana cara nya aku bisa berlaku adil. Lagi pula sudah seharusnya aku bisa membagi waktu ku. Bukankah dulu juga aku pun seperti itu? Dan seperti nya itu bukan hal yang sulit untuk ku.
  
  "Aunty, aku haus.." ucap key
  "Ambil lah sayang, apa perlu aunty buatkan yang lain untuk mu??" Ucap dinar
  "No need, this is enough. Thank you." Ucap key
  "You're welcome, sayang. Emm, kamu tahu,,?"
  "Um'humm.."
  "Mami suka cerita banyak hal tentang mu." Ucap dinar
  "Sungguh??" Ucap key
  "Ya.. tentu.." ucap dinar
  "Lalu, dimana mami ku sekarang, aunty? Aku sangat ingin bertemu dengan nya.." Ucap key
  "Mami disini, sayang. Kamu sudah pulang..?" Memeluk key dengan penuh kehangatan, merupakan satu hal yang tak pernah aku lewatkan. Seperti saat ini.. ya.. saat ini.
  "Mami...?" 
  "Iya sayang.. " Aku mendudukkan nya persis disamping dinar, tempat dimana mereka berdua saling berinteraksi sebelum aku masuk dan merusak apa yang sedang mereka bicarakan tadi.
  "Are you busy, mam? Am I bothering you?"
  "Sssssttt, What you say? I'm so happiness, you know??"
  "Sungguh??"
  "Um'humm.. You are my everything."
  "I'm so sorry. I don't mean it like that, mam."
  "It's ok.. " Aku sangat mengerti apa yang key maksud. Ia hanya tak ingin kehadiran nya disini hanya akan mengganggu waktu kerja ku. Kebiasaan ku yang dari dulu selalu ingin tetap berkarier, membuat key jauh lebih mengerti posisi ku. Mungkin itu semua karena key sudah terbiasa melihat ku sibuk dengan segudang aktivitas yang menuntut ku untuk selalu bersikap profesional. Kadang aku berfikir, sampai kapan aku akan seperti ini..? Sekarang, coba lihatlah dia,, ia jauh lebih dewasa dibandingkan aku seorang ibu nya. Bahkan ia jauh lebih mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini.
  "Kamu cape?? Mami pikir, kamu akan pulang seperti biasa. Tapi, rupanya mami salah.. Lalu, bagaimana dengan sekolah mu pagi ini, menyenangkan bukan?"
  "Um'humm.. Nothing special, except with you, mam. I love you,,, love you more." Ucap key yang langsung memeluk ku dengan erat. Seolah tak ingin jauh dari ku, key terus-menerus menahan ku untuk tetap memeluk nya.
  "Benar-benar anak yang manis, sangat manis menurut ku.. dan aku yakin raffi pasti bangga melihatnya.." ucap dinar
  "Ya.. Aku pun berharap begitu.."
Meski ku tak pernah tahu, entah sampai kapan aku masih bisa mendengarnya berucap dengan kalimat seindah itu. Bila seorang dinar saja bisa tersenyum bangga melihat nya, bagaimana dengan aku? Andai, ada kata yang lebih indah diatas kata bangga, mungkin itu lah kata yang tepat untuk menyatakan bagaimana perasaan ku terhadap nya.

  "Sudahlah, kenapa kalian jadi melow seperti ini sih?? Come on... sebaiknya kita keluar, cari udara segar. Lagi pula aku tak ingin berlama-lama disini. Membosankan.."
  "Memang nya aunty mau ajak aku kemana?"
  "Kamu belum makan, bukan?? Bagaimana kalo kita makan di tempat biasa mami dan aunty bersantap siang, mau??"
  "Boleh,, " key pun mengangguk pelan,, tapi sebelum nya, ada yang harus aku selesaikan terlebih dahulu. Mengingat aku akan pergi dan meninggalkan kantor untuk datang ke butik mama.
  "Sebaiknya kalian tunggu di lobby. 20 menit lagi aku akan menyusul." 
  "Baiklah." Key dan dinar pun akhirnya pergi. Sedangkan aku, masih terlihat sibuk dengan laptop dan berkas-berkas yang harus aku selesaikan saat ini juga.
  "Bisa ke ruangan ku sebentar..?" Aku sengaja meminta fara untuk segera ke ruangan ku. Mengingat ada yang harus aku tandatangani tentang hasil meeting pagi tadi.
  "Tok.. tok.."
  "Ibu memanggil ku,,?" ucap fara
  "Masuk, duduklah.. Berkas yang harus aku tandatangani, kamu simpan dimana..?"
  "Semua nya aku simpan dalam satu map." Ucap fara
  "Ok. Tolong nanti kamu buatkan laporan nya. Semua data sudah aku siapkan disini, kamu tinggal copy. Dan jangan lupa kamu kirim kan hasil nya ke alamat ini. Paling lambat besok pagi aku terima laporan nya." 
  "Lalu bagaimana dengan permintaan pak paul yang meminta untuk menambah ruang lain, bu? Bukankah itu akan mengulur waktu lebih lama lagi?" Ucap fara
  "Kamu tak usah khawatir akan hal itu. Aku sudah bicarakan sebelum nya, dan aku pun sudah telephone Mr. Dave mengenai hal itu. Dan kita sudah memutuskan untuk tidak mengikuti apa yang paul inginkan. Bila memang memaksa, mungkin kita akan memanfaatkan sisa waktu yang ada."
  "Baiklah.. "
  "Oya, fara.. aku mau keluar, mungkin aku gak akan kembali lagi ke kantor. Bila ada sesuatu, kamu segera hubungi aku. Dan mengenai schedule ku besok, kamu bisa langsung hubungi aku. Kamu mengerti..?? Sekarang, silahkan kamu boleh pergi."
  "Baik, aku permisi.." ucap fara, aku pun segera bergegas menemui dinar dan key yang pasti nya sudah menunggu ku sejak lama disana. Mengingat sudah waktu nya jam makan siang. Mungkin, cacing-cacing penghuni perut ini pun sudah tak sabar untuk menerima makanan.

  "Kamu mau langsung ke butik siang ini??" Ucap dinar di sela-sela makan nya.
  "Ya.. Lagi pula cuma itu yang bisa aku lakukan."
  "Ya, memang seharusnya seperti itu. Mungkin,setelah ini aku akan mampir kesana,, Sampaikan salam ku untuk mama dan caca."
  "Pasti.. Aku titip pekerjaan ku kepada mu?? Jangan sungkan untuk mengkabari ku bila ada sesuatu yg penting."
  "Baiklah. See you next time key. I will really miss you.."
Aku pun tersenyum kearah nya, sebelum akhirnya aku dan key pergi meninggalkan kantor untuk segera menuju tempat dimana mama dan caca berada saat ini.
~~
  "Tolong kamu rapikan semua nya. Setelah itu, kamu coba letakkan vas bunga ini di ujung sana."
  "Oma..?" Seru key
  "Pelan-pelan sayang." Ya.. rupanya, key sudah melihat keberadaan oma nya dari jauh. Hingga ia meninggalkan ku begitu saja, dan berlari kearah mama yang terlihat sedang sibuk menata beberapa vas bunga untuk diletakkan di beberapa sudut sana.
  "Key?? Kamu disini, nak..? Apa yang sedang kamu lakukan disini, sayang..? Lalu, dimana mami mu?"
  "Aku disini mah. Mama sibuk??"
  "Seperti yang kamu lihat saat ini. Tak seharusnya kamu bawa key kesini sayang,, kasian dia. Lagi pula, bukankah kamu seharusnya masih ada di kantor?? Mengapa kamu tiba-tiba ada disini?"
  "Aku sengaja datang kesini. Aku ingin.. aku ada disamping mama, disaat mama sedang membutuhkan ku. Ya.. meski ku tahu, mama tak pernah meminta ku untuk melakukan itu.."
  "Makasih ya sayang. Tapi kan kasihan cucu oma, dia pasti kecapekan.."
  "Don't be sad, oma. Key akan selalu ada untuk oma, karena key sayang oma." Dengan wajah polos nya, key seakan mampu mengubah segala nya. Senyuman bahagia pun terpancar dari seorang oma yang begitu menyayangi cucu nya. Seakan rasa lelah dan letih itu terbayar dengan kehadiran key disisi nya. Mungkin, hanya itu yang bisa aku berikan untuknya. Sebuah kado terindah yang tak ternilai harga nya. Meski ku tahu, ada hal lain yang belum bisa aku wujudkan dan berikan untuk nya. Sesuatu yang hingga saat ini pun aku masih terus memikirkan nya.

  "Apa yang sedang kamu lakukan disini, nak??"
  "Mama..?" Aku sedikit kaget dengan kehadiran mama yang tiba-tiba saja muncul di depan ku.
  "Kamu sudah makan? Kebetulan tadi sebelum kesini, mama masak sesuatu. Tapi, gak banyak sih yang mama bawa. Karena mama pikir, kamu gak akan datang kesini."
  "Mama gak perlu repot-repot seperti itu."
  "Repot?? Mama sama sekali gak merasa direpotkan oleh kalian. Sebaiknya, kamu tunggu disini yah..?? Sebentar, mama akan ambilkan makanan itu untuk mu."
  "Mah, mama.., tidak usah. Terimakasih.. Lagi pula, aku sudah makan siang di kantor." aku segera menahan mama yang hendak pergi meninggalkan aku.
  "Kamu serius?"
  "Ya.. "
  "Kalau begitu, sebaiknya kamu ajak key ke apartemen. Mama sudah siapkan tempat untuk kalian berdua istirahat disana." Mungkin, ada baik nya seperti itu. Lagi pula, sudah lama juga aku tak pernah berkunjung kesana.
  "Baiklah,,," Aku meng iya kan begitu saja tawaran mama. Dan segera aku bersiap-siap untuk pergi ke apartemen yang jarak sebenarnya itu tidak begitu jauh dari tampat dimana aku berada saat ini.

  "Apa kita akan pergi dari sini?"
  "Ya.."
  "Tapi aku masih ingin bermain disini, mam..?"
  "Nanti kita akan kembali sayang, tapi tidak untuk saat ini. Kamu lelah, sebaiknya kamu istirahat."
  "Apa itu berarti kita akan pulang?"
  "Untuk sementara, mami gak akan membawa mu pulang. Tapi, mami akan mengajak mu ke suatu tempat."
  "Suatu tempat?? Apa itu, katakan lah..?"
  "Nanti kamu juga akan tahu. Sekarang, lebih baik kamu tunggu disini dulu yah??"
  "Memang nya mami mau kemana?"
  "Ada sesuatu yang tertinggal didalam, sayang. Wait me, please. 
5 menit, i'm come back. Ok??"
  "Ok.." Aku teringat akan sesuatu, kunci mobil ku?? Ya.. rupa nya aku lupa dengan kunci mobil ku. Seperti nya masih tertinggal di tempat terakhir aku duduk itu. Hingga aku memutuskan untu kembali dan membiarkan key menunggu di depan pintu masuk seorang diri.

  "Kamu mencari ini??" Ucap caca yang tiba-tiba saja muncul di belakang ku.
  "Kamu menyimpan nya?? Aku pikir jatuh dimana, rupa nya ada pada mu?"
  "Aku yakin kamu pasti akan kembali lagi. Lalu, dimana kamu meninggalkan key?? Jangan bilang kamu lupa meninggalkan nya dimana??"
  "Astaga!!" Aku hampir saja lupa akan hal itu. Aku memutuskan untuk segera menemui key, yang pasti nya sudah menunggu ku sejak lama. Dan jelas saja, key masih berdiri setia menunggu kedatangan ku. Dengan segera aku mendekati nya,,,
  "Ayo sayang, came on. Kita pergi dari sini.." aku pun menggandeng nya untuk segera meninggalkan tempat ini. Namun, tiba-tiba saja... 
  "Brukkk...." seseorang berpakaian rapih telah menabrak ku,, dan aku hampir saja jatuh karena nya.
  "Upss, I'm sorry. Aku tidak sengaja. Biar aku bantu." Ucap seseorang itu yang mencoba membantu ku.
  "Tidak perlu. It's ok, aku gak apa-apa."
  "Nagita..?" 
  "Paul.... ?" Seketika aku terdiam, mulut ku seakan terkunci. Bahkan aku tak tahu apa yang harus aku katakan kepada nya.
  "Mami..? Are you ok?? Please, come on mam?" Ucap key yang terus menerus berusaha menarik lengan ku.
  "Mom,,? Momy??" Ucap paul yang memandang ku dengan penuh tanya. 
  "Paul.. aku.." Ya Tuhan.., apa yang harus aku lakukan? Sungguh, aku seperti orang yang tak tahu harus berbuat dan berkata apa kepada nya. 
  "Nagita...??" Ucap paul lagi. Mungkin kah ini saat nya aku menjelaskan apa yang seharusnya aku jelaskan sejak dulu kepada nya? Rasa nya aku pun sudah tak bisa lagi menyembunyikan kenyataan yang ada. Paul harus tahu siapa aku? Lagi pula aku tak ingin paul semakin berharap kepada ku. Tapi, bagaimana dengan key?? Mana mungkin aku mengatakan hal ini di depan nya? 
  "Mam..?" Ucap key lagi
  "Sayang, kamu masuk dulu sebentar yah..? Tunggu mami didalam, ok? Jangan pergi kemana-mana, sampai nanti mami kembali."
  "Baiklah.." ucap key.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.