Saturday, February 21, 2015

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 10

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 10"

Malam itu tepat di hari pertama mereka bertemu dan merupakan malam terakhir gigi sblm kepergiannya ke australi, raffi mengajak nya ke suatu tempat.
  "Raffi.. kita mau kemana?" tanya gigi
  "Aku akan membawa mu ke suatu tempat.." ucap raffi yg sedang melajukan mobil nya
Mereka berhenti di suatu tempat. Ya SEGARRA tempat makan romantis yg terletak di pinggir teluk kota jakarta,  menyajikan pemandangan yg sangat indah dengan hamparan laut yg luas membentang.
  "Raffi.. knpa kau membawa ku te tempat ini?" tanya gigi menuruni mobil nya
Namun seperti nya raffi tak merespon pertanyaannya barusan malah dia mengajak nya untuk masuk.
  "Ayo.. kita masuk.." ajak raffi dengan menggandeng tangan nya
Ternyata raffi sudah membooking seluruh tempat yg ada disana, Dan sekarang cuma ada mereka berdua.
  "Raffi.. " ucap nagita
  "Kenapa? km gak suka?" tanya raffi
  "Kmu yg melakukan ini semua nya?" tanya gigi
  "Tentu.. aku sudah mempersiapkan ini semua untuk km.." ucap raffi
  "Tapi ini berlebihan raffi, tak perlu km lakukan ini" ucap gigi
  "Ya sudah tak masalah.. km lapar? duduk lah dulu" ucap raffi mempersilahkan nya duduk
Hingga hidangan untuk makan malam pun datang, mereka pun dinner dengan suasana yg amat sangat romantis.
  "Kamu suka?" tanya raffi
  "Emmm.. Makasih raffi.. " ucap gigi tersenyum
Setelah mereka selesai menyantap makan malam, raffi pun pergi sebentar dan datang kembali dengan membawa setangkai mawar merah. Dan tak lama terdengar alunan musik clasic yg membuat suasana lebih romantic.
  "Raffi.. kejutan apa lagi ini?" tanya gigi
Tiba-tiba raffi pun berjongkok dihadapan nya,
  "Nagita.. mau kah berdansa dengan ku?" ucap raffi sambil mengulurkan tangan nya
  "Raffi.. apa yg km lakukan..?" tanya gigi heran
  "Please..nagita aku mohon, mau kah km berdansa dengan ku..?" bujuk raffi lagi
Gigi mengangguk lalu menanggapi uluran tangan raffi dan mendekat.
Mereka berdansa mengikuti alunan lagu,
  "Kamu sangat cantik.." Ucap raffi
Gigi menunduk tersipu malu dengan pipi yg merah merona. Seolah tak ingin melewatkan kesempatan itu raffi pun memper-erat dekapan nya hingga jarak antara wajah nya dengan nagita begitu dekat. Detak jantung nagita semakin tak beraturan, ditambah raffi yg sedari tadi memandangi nya, rupanya raffi sedang mengamati setiap lekuk wajah cantik nagita.
  "Raffi.. " ucap nagita
  "Hmm..?" bls raffi yg masih memandanginya
  "Kenapa selama ini km gak pernah berusaha mencari ku? bahkan km tak pernah menghubungi ku?" tanya gigi
  "Walau selama ini aku tak pernah mencari mu atau bahakan tak pernah mengabari mu tp aku akan tetap ingat janji ku pada mu...apa km masih ingat janji kita?" ucap raffi
Gigi hanya tersenyum dan memeluk nya..
  "Raffi... "
  "Iya .. " bls raffi
  "Ingin rasa nya menghabiskan malam ini bersama mu .." ucap gigi yg masih menyandarkan kepalanya di bahu raffi

Sungguh malam yg indah, angin yg berhembus kencang, dan desir ombak yg menerjang bebatuan menambah suasana lebih intim untuk mereka berdua dan seakan menambah panjang waktu malam ini.. Nagita berdiri di tepi pantai begitu menikmati keindahan pemandangan yg ada dihadapannya. Tiba-tiba raffi datang dan memeluk nya dari belakang dan menyandarkan dagu nya di bahu nagita.
  "Ya Tuhan... rasa apa ini.. ? detak jantung ku seakan berhenti" bathin gigi
  "Gi.. " ucap raffi berbisik kpd nya
  "Hmm.. " bls gigi menyembunyikan perasaan nya
  "I miss u.." ucap raffi berbisik ditelinga nya
Gigi hanya terdiam tak tau harus berkata apa, mulut seakan terkunci. Perlahan raffi merenggangkan pelukannya dan membalikkan tubuh gigi yg sedari tadi membelakanginya.
  "Gi.. sudah lama ku menantikan moment ini, bahkan aku tak pernah menyangka kita akan dipertemukan lagi" ucap raffi menyibakan rambut panjang nya yg tengah menutupi wajah cantiknya.
  "Dan sekarang mungkin saat nya km harus tau, klo aku sangat mencintai km nagita slavina" ucap raffi menggenggam erat kedua tangan gigi
  "Aku juga mencintai mu raffi.." dalam benaknya, namun sepertinya gigi blum bisa mengungkapkan perasaan nya saat itu.
Perlahan raffi mendekatkan wajah nya ke wajah gigi, dekat dan makin dekat lagi..
  "OMG.. raffi ingin mencium ku? apa yg harus aku lakukan?" ucap gigi dlm hti mengingat akan kondisi disana cuma ada mereka berdua, dan gigi gak mau terjadi sesuatu.
Dan.. saat bibir itu hendak menyatu...
  "Emm..raffi, sudah malam, aku harus pulang" ucap gigi menghentikan bibir raffi saat akan mencium nya.
  "Maafkan aku.. aku antar km pulang yah?" ucap raffi dan mengantarkan nya pulang
  "Maafkan aku raffi, , aku sudah mengecewakan mu" ucap gigi dalam hati dengan memandangi wajah raffi yg berada disamping nya yg mungkin ia kecewa.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya

Thursday, February 19, 2015

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 9

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 9"

Kejadian malam itu sedikit membuat raffi merasa bahagia, walau belum secara langsung bertemu dengan nya. Dan pagi ini raffi berniat menghubungi cacha untuk meminta nya bertemu disuatu tempat. Dan akhirnya cacha mengabulkan permintaan nya.
Pagi itu gigi sedang berada di ruangannya bersama asistennya vina yg sedang membicarakan sesuatu.
  "Vina.. besok saya akan kembali ke australi, nnt akan ada marsya yg menggantikan saya" ucap gigi
  "Koq buru-buru mba..?" bls vina
  "Sudah ada project yg menunggu disana, dan mungkin akan memakan waktu beberapa bulan disana" ucap gigi
Percakapan mereka sedikit terganggu karena masrya tiba-tiba nyelonong masuk.
  "Marsya.. bisa km ketuk pintu dulu klo masuk ke ruangan saya?" ucap gigi
  "Sory.. " ucap caca mengangkat kedua tangan nya
  "Vina, km boleh keluar skrg" pinta gigi
  "Baik mba.. permisi" ucap vina dan pergi meninggalkan ruangan

  "Ada apa cha? ada sesuatu yg ingin km sampaikan?" ucap gigi
  "Mba.. ikut gw sebentar.." ucap cacha menarik tangan gigi yg sedang duduk di meja kerjanya
  "Mau kemana? aku masih banyak kerjaan.." ucap gigi mencoba melepaskan tangan nya
  "Sebentar mba.. ayo.." ucap cacha lagi
Melihat adik nya bersikap aneh, dan memaksa untuk ikut bersama nya akhirnya gigi pun menuruti kemauan adik satu-satu nya itu.
  "Cacha.. km mau kemana sayang,,?? mba masih banyak kerjaan.." ucap gigi
  "Nanti juga mba tau, pokoknya mba tenang aja yah.." ucap cacha yg sedang mengendarai mobil nya
Mereka pergi ke taman pinggir kota,,
  "Cacha.. km kenapa bawa mba ke sini?" ucap gigi heran
  "Ada seseorang yg ingin bertemu dengan mu.." bls cacha yg terus memegangi tangan kakak nya
Seketika nagita pun menghentikan langkah nya, dan mencoba melepaskan pegangan itu.
  "Apa maksud mu?" tanya gigi
  "Ya makanya lo harus ikut gw skrg" ucap cacha
  "Gak cha, sebelum lo bilang siapa org nya, gw gak mau ikut, lebih baik gw pulang" ucap nagita menolak nya
  "Mba.. oke gw kasih tau, km mau tau siapa org nya..? dia Raffi mba.. Orang yg selama ini km cari, km tangisi, dan sekarang dia ingin bertemu dengan lo..." ucap cacha
  "Apa..?" ucap nya kaget
  "Gak cha.. itu gak mungkin.. " bls gigi seolah tak mempercayai nya
  "Ini serius mba.. Dia menunggu mu disana, klo mba gak percaya temui dia sekarang"
  "Semalam gw bertemu dengan nya, dia sudah menceritakan semuanya. Dan sekarang dia ingin bertemu dengan mu mba, temui dia, dan jgn membuat nya kecewa" ucap cacha tersenyum

Mendengar ucapan cacha cukup membuat nagita percaya akan kehadiran raffi ditaman itu. Air mata pun tak terasa jatuh membasahi pipinya. Namun sepertinya dia ragu untuk melangkahkan kaki dan menemui nya.
  "Mba.. knpa lo masih diam disitu? waktu lo cuma hari ini, besok lo harus balik ke australi, apa lo mau meninggalkan rasa penasaran lo selama ini? Ini lah saat nya mba, temui dia.."
Tanpa berpikir panjang nagita pun langsung mengusap air mata nya.
  "Makasih cha.." ucap gigi pergi
Nagita pergi menemui raffi dengan hati dan perasaan yg sulit digambarkan, nagita terus menapaki jalan untuk mencari keberadaan raffi, bahkan sesekali ia berlari.

Disamping itu raffi sudah sedari tadi menunggu di tempat yg sudah dibicarakan sebelum nya bersama marsya. Raffi duduk dikursi panjang menghadap air mancur yg berada ditaman tersebut. Rasa nerveus, dan bahagiapun tengah menyelimuti nya.
Sampai akhirnya gigi menghentikan langkah nya tepat berada dibelakang raffi yg sedang mematap air mancur itu. Nagita berusaha mengontrol nafas nya yg sudah tidak teratur. walau dengan nafas yg terengah-engah gigi memberanikan diri untuk menyapanya.
  "Raffi.. " panggil gigi pelan dengan jantung yg masih berdetak cepat
Raffi pun menoleh nya, dan itu pertama kali nya mereka dipertemukan selama 10 tahun terpisah. Raffi berjalan kearah nagita yg masih mematung.
  "Nagita.." Ucap raffi perlahan mendekatinya
  "Raffi.." bls gigi
Mereka saling menatap walau dengan jarak pandang 1 meter, seakan tak percaya dengan semua nya..
  "Nagita.. kemarilah.." ucap raffi
Namun sepertinya nagita masih enggan melangkahkan kaki nya lebih dekat
  "Nagita.. apa km gak ingin memeluk ku??" tanya raffi tersenyum dengan membentangkan kedua tangan nya
Nagita perlahan mendekati nya, dan akhirnya gigi menghamburkan pelukan nya kepada raffi. Isak tangis gigi pun tak ter-elakan lagi, gigi menangis dalam dekapan raffi. Rasa rindu yg menyelinap di hati mereka terbayarkan dengan pelukan itu
  "Tak ada yg berubah dari diri km,, km masih seperti dulu, Cengeng.." Ucap raffi yg masih memeluk nya
  "Iihh.. raffi.. " ucap gigi dengan pukulan2 kecil didada raffi
  "Aw..aduh.. iya maaf.. " ucap raffi melepaskan pelukannya
  "Sini.. aku hapus air mata mu.. jelek tau.." ucap raffi dengan mengusap air mata sahabat nya dengan lembut.
  "Gi.. Aku sangat merindukan mu.." ucap raffi dan memeluknya kembali
Gigi pun merespon dengan memper-erat pelukannya.
  "Aku juga raffi.." ucap gigi

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 8

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 8"

Malam itu sebenar nya enggan berbicara banyak dengan raffi. Namun sepertinya raffi berusaha mencegah kepergiannya.
  "Cacha.. tunggu.." ucap raffi dan berlari kearah cacha yg sudah berada di parkiran.
  "Cha.. gw mau bicara sama lo.." ucap raffi
  ”Udh malam raffi aku harus pulang.." bls cacha mencoba menghindar
  "Sebentar saja cha..." ucap raffi mendekatinya
  "Raffi aku harus pergi sekarang.." bls cacha yg terus berjalan ke arah mobil nya
  "Cha.. cacha tunggu gw .. gw cuma mau tanya 1 hal aja ke lo.." ucap raffi menarik lengan cacha
  "Tanya apa raffi?" ucap cacha menghentikan langkahnya
  "Tentang nagita.." ucap raffi
Cacha pun terdiam ..
  "Cha.. please jawab gw.. dimana dia? apakah dia pun ada disini?" tanya raffi
Dan lagi-lagi cacha hanya terdiam dengan seribu bahasa.
  "Marsya.. jawab pertanyaan gw.. dimana NAGITA?" ucap raffi dengan nada sedikit tinggi
  "Lo knpa baru tanya dia sekarang raffi? kemarin2 kemana?" ucap cacha
  "Lo gak pernah kabari dia, lo gak pernah mencoba bertanya keberadaan dia, lalu sahabat macam apa km raffi? liat diri kamu sekarang, km udh punya segala nya.. lalu apakah km pernah berfikir untk mencari nya, raffi? " ucap cacha sedikit emosi
  "Ya cha gw salah, gw minta maaf. Dan gw akan jelasin semua nya sama km" bujuk raffi meyakinkan sahabat nya.
  "Please .. aku mohon.." ucap raffi memohon agar cacha mau diajak nya berbicara.
Dan akhirnya cacha mau mendengarkan penjelasan dari nya. Raffi menjelaskan semua nya dari awal, bahkan ia sempat menceritakan kehidupannya semenjak kepergian sahabat nya dan kehidupannya sampai saat ini.

  "Raffi.. boleh kah aku bertanya sesuatu sama kmu?" tanya cacha
  "Apa?" bls raffi
  "Apakah km mencintai nya?" tanya cacha pelan namun cukup mengagetkan
Raffi hanya tersenyum mendengar pertanyaan cacha..
  "Raffi.. ?" tanya cacha lagi
  "Marsya, Kita sudah berjanji untuk saling mengingat dan Aku berjanji akan selalu menunggu nya disini, dan aku akan selalu ingat janji itu sampai kapan pun" ucap raffi menatap cacha dengan penuh harap agar cacha memberi tahu keberadaan gigi
  "Lo yakin akan menunggu nya raffi?" tanya cacha menatap serius
  "Ya.. gw yakin.." bls nya
  "Gimana jika dia memilih org lain bukan km?" ucap cacha.
Sontak perkataan cacha membuat raffi merilik kearah nya.
  "Itu gak akan terjadi cha.. gw tau gigi seperti apa, gak mungkin dia lakuin itu ke gw" elak raffi
  "Raffi.. gw ngerti perasaan lo saat ini" ucap cacha
Sejenak suasana hening dan...
  "Raffi.. sekarang dia ada dijakarta,," ucap cacha pelan
  "Serius..?" tanya raffi antusias
  "Iya raffi,, dia ada dirumah skrg, tp..." ucap cacha terpotong
  "Tapi apa cha.." ucap raffi memegang pundak nya
  "Lusa dia akan kembali ke australi, jika km mencintai nya datang lah raffi, temui dia.." ucap cacha dan pergi meninggalkan nya.

Raffi seolah mendapatkan titik terang atas penantiannya selama ini kepada sahabat nya gigi. Sedikit harapan untuk bisa bertemunya, dan berharap gigi akan kembali ke padanya.
  "Nagita.. aku akan datang menemui km, dan semoga akan terjadi sesuatu" ucap raffi

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 7

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 7"

Pagi itu gigi sedang mengerjakan sesuatu di ruangan nya.
  "Gigi.. km sibuk, Om boleh masuk?" tanya om junot yg berada di balik pintu
  "Masuk saja om.." bls gigi dan mempersilahkan nya duduk
  "Gimana keputusan mu gi? td cacha sudah bilang ke om tentang km" ucap om junot duduk di depan gigi
  "Aku sudah putuskan untuk kembali ke australi secepat nya, mungkin besok atau lusa" ucap gigi menyandarkan tubuhnya di kursi
  "Lalu gimana dengan kerjasama kita yg sempat tertunda?" tanya om junot serius
  "Memangnya sudah ada kabar dari dia lagi om?" tanya gigi
  "Iya.. om sudah buat janji dengannya nnt jam malam di caffe barito kebetulan dia pengisi acara disana" ucap om nya
  "Bagus lah, biar nnt cacha yg menemani om untuk menemui nya" bls nya
  "Km gak mau ikut?" tanya om junot
  "Gigi percayakan sama om dan cacha.. lagian gigi masih banyak yg harus dikerjakan" ucap gigi
  "Baik lah.. " ucap nya dan pergi meninggalkan ruangan

Malam itu cacha dan om junot berniat pergi ke cafe barito untuk menemui client nya. Mereka pergi masing-masing dan bertemu disana. Namun sepertinya blum ada tanda2 kedatangan client nya tersebut.
  "Gak salah tempat nih om?? Dimana dia?" tanya cacha berjalan menuju tempat yg sudah mereka pesan sebelum nya
  "Iya tunggu aja.. mungkin dia lagi dijalan.. sabar yahh.." ucap om junot duduk di sofa
  "Kalo gitu, cacha ke toilet dulu sebentar.." ucap cacha lalu pergi
Setelah beberapa menit, datanglah seorang dengan baju rapih yg terlihat cassual berjalan kearah om junot yg sedang duduk menunggu nya.
  "Maaf om aku telat, td macet dijalan.." ucap pria tersebut
  "Raffi... apakabar..? akhirnya kita bisa bertemu disini.. " ucap om junot
  "Iya om, maaf banget kemarin aku ada trouble" ucap raffi yg duduk disamping kanan om junot
  "Om sendiri kesini?" tanya raffi
  "Ohh.. gak.. om gak sendiri tp ditemani seseorang" papar nya
  "Sekarang dimana dia?" tanya raffi lagi
  "Bentar lagi juga datang, dia lagi ke toilet sebentar" ucap om nya
Mereka ngobrol-ngobrol sambil menunggu cacha selesai dari toilet, dan akhirnya cacha pun datang.
  "Maaf om lama.. " ucap cacha yg berdiri persis di belakang raffi
  "Nah.. marsya, kenalin ini client kita yg selama ini kita tunggu kedatangannya.." ucap nya berdiri sambil memperkenalkannya
Raffi pun perlahan membalikkan badan nya, dan di caffe itulah mereka pun bertemu, ini pertemuan pertama mereka setelah 10 tahun lamanya.
  "Raffi.." ucap cacha kaget menunjukan jari nya kearah raffi
  "Cacha? " ucap raffi
Mereka saling gak percaya akan pertemuannya malam itu.
  "Kalian sudah kenal?" tanya om junot
  "Em.. em.. i..ii..ya om kita sudah kenal sebelum nya" bls cacha dengan rasa yg gak bisa diungkapkan
  "Apakabar cha?" tanya raffi mengulurkan tangan nya
  "Ohh.. baik.. silahkan duduk" ucap cacha mempersilahkannya
Mereka masih terlihat canggung krna pertemuannya yg tak terduga, namun cacha ingat akan profesionalitas kerja nya sebagai pemilik perusahaan dengan demikian cacha pun menghargai raffi sebagai partner kerja nya. Mereka ngobrol banyak tentang pekerjaan dan raffi sepakat akan kerjasama nya.
  "Terimakasih om.. cacha.. senang bisa berkerjasama dengan kalian" ucap raffi menjabat tangan
  "sama-sama.." ucap cacha menyungging kan senyuman dibibir nya
Om junot dan cacha hendak pergi dari caffe tersebut. Namun langkah nya terhenti saat seseorang memanggil nya.
  "Cacha.. tunggu.." panggil raffi yg masih didalam caffe
  "Om junot duluan aja.. cacha ada perlu sebentar.." ucap cacha
Om junot pun pergi meninggalkan cacha yg masih berada di depan caffe.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 6

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 6"

Hari-hari dijakarta mungkin tak se-sibuk nya di melbeurne, disini hampir semua pekerjaan di handle org2 kepercayaan papahnya termasuk om junot. Hampir 1 minggu dijakarta namun seperti nya gigi merasa bosan, dan siang itu gigi memutuskan untuk pergi kesuatu tempat.
  "Vina.. klo ada yg mencari saya, bilang saja saya keluar sebentar" ucap gigi pada asistennya.
  "Baik mba.." ucap vina
Gigi pun bergegas keluar ruangan dan pergi menggunakan mobilnya yg masih terparkir di dpn. Gigi berkunjung kesuatu taman pinggir kota, rupanya gigi sudah punya janji dengan seseorang disana.
  "Ochi.... " panggil gigi
  "Nagita.." ucap oci sahabat nya
  "Gw kangen banget sama lo chi.. " ucap gigi memeluk nya
  "Ehh sumpah yah.. lo sekarang beda banget sampe gw gak ngenalin lo sama sekali, sejak kapan lo balik kesini?" bls ochi perlahan melepaskan pelukannya.
  "Baru 1 minggu, oy.. maaf yah wktu nikahan lho gw gak bisa datang.. jadwal gw padat banget" ucap gigi
  "Ya gpp gi santai aja,, lo ke jakarta sendiri?" tanya ochi
  "Sama cacha adik gw.. lagian gw kesini gak lama ochi, gw harus balik lagi ke australi" papar gigi
Mereka saling bercerita tentang pengalaman nya, bahkan masa lalu nya sewaktu masih kecil, maklum sudah lama mereka tak bertemu.
  "Gi.. gw denger katanya lo mau nikah yah?" tanya ochi mengagetkan gigi
  "Lo tau dari mana?" tanya gigi heran
  "Ya gw sempet bertemu nyokap lo wkt itu" ucap ochi
  "Ya.. mungkin gak lama lagi.." ucap gigi datar
  "Lo pasti bahagia deh, dan pastinya kalian saling mencintai.. bukan begitu?" tanya ochi
  "Ya mungkin.. " bls gigi sekenanya
  "Gi.. jgn bilang lo..." ucap ochi terpotong
  "Ya ya.. pastinya gw bahagia.. " ucap gigi sedikit menyunggingkan senyuman manis dibibir nya. Setelah itu gigi langsung pulang keruma tanpa balik kekantor nya lagi.

  "Gw memang harus melupakannya, dan harus bisa terima dany sebagai calon pendamping hidup gw. Tapi masalah nya apa bisa? ya tuhann....?" gumam gigi dalam kamarnya. Perasaan gelisah pun menyelimuti nya, sampai iya tak sengaja menyenggol kotak hitam yg berada diatas meja rias nya.
  "PraaaaAkkkkk..."
  "Astaga.. " ucap gigi kaget melihat ada benda yg jatuh. Gigi segera membereskan nya, dan langsung mengembalikannya ke tempat semula. Namun sepertinya ada benda yg tertinggal.
  "Apa ini?" gumam gigi
Dibalik nya kertas putih yg masih terlipat rapih.
  "Surat? Surat apa ini?" tanya gigi dalam hati nya. Perlahan dibuka nya, dan dibaca nya.

Untuk mu Gigi:
  "Gigi.. mungkin saat km baca surat ini km sudah terbang jauuuuuhh meninggalkan ku,  dan aku pasti akan merindukan mu disini. Kamu jangan nangis lagi yah, kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan disana, jangan pernah lupakan aku. Jika nnt kita udh dewasa nnt pasti kita akan bertemu lagi dan aku akan selalu menunggu km disini,
aku janji. Raffi"

Ternyata surat itu dari raffi yg sempat ia selipkan di jendela kamar saat gigi hendak pergi ke bandara. Gigi tak bisa membendung lagi air mata nya, seluruh badan nya lemas. Gigi langsung merunduk disamping meja riasnya,,
  "Maafin gw fii.. " ucap gigi menangis
  "Gw gak bisa tepatin janji ke lo"
  "Maafin gw.." ucap gigi yg masih menggenggam surat nya dari nya

Tak lama terdengar suara dari balik pintu kamarnya.
  "Mba.. gw boleh masuk?" tanya cacha
  "Masuk aja.." ucap gigi sembari mengahapus air mata nya cepat-cepat
  "Lo knp mba? nangis?" tanya cacha mendekati kakaknya
Nagita tak meresponnya sama sekali, ia hanya memberikan kertas yg sedari tadi ia pegang.
  "Apa ini??" tanya cacha dan membuka nya
  "Ya tuhan...lo masih nyimpen surat ini?" tanya cacha duduk ditempat tidur sebelah gigi duduk
  "Gw gak bisa cha.. gak bisa"
  "Gimana klo raffi tau klo aku tak bisa menepati nya"
  "Raffi pasti kecewa sama gw cha.." ucap gigi memeluk nya dan tangis pun pecah.
Marsya mencoba menenangkan hati kakak nya yg memang sedang kacau saat itu, dengan pelukannya. Kedatangan nya ke jakarta bukan buat hati nya senang, namun sebaliknya.
  "Mba td gw dapat kabar dari mita asisten lo, katanya syuting nya dipercepat minggu depan, dan lo harus tangani sendiri" ucap cacha perlahan merenggangkan pelukannya.
  "Apa?" ucap gigi kaget
  "Iya td mita tlpn ke gw, udh lah mba lo harus balik ke australi secepat nya, banyak kerjaan yg menunggu mu disana. Biar yg disini gw yg tangani, lagian papah juga setuju kalo lo balik ke australi" ucap cacha

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 5

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 5"

Tepat dimana mereka harus bertemu untuk membicarakan kontrak kerja yg sblm nya sudah dibicarakan melalui asistennya masing2.
   "Cacha.. ayo cepat.. nnt kita telat" ucap gigi yg bersiap2 untuk memasuki mobil. Namun sprti nya cacha blum juga turun dari kamarnya.
   "Iya.. sabar.. ini juga lagi jalan" ucap cacha pelan dan memasuki mobil nya.
   "Ehhh..ehh.. lo ngapain duduk di belakang, pindah lo ke depan!" ucap gigi
   "Lo yakin mau bawa ni mobil sendiri?" tanya cacha serius
  "Udh diem deh.. " ucap gigi lalu melajukan mobil nya

Sampai di tempat dimana mereka harus bertemu, ya direstorant gak jauh dari kantornya.
   "Ehh,, gw ke toilet dulu sebentar" ucap gigi dan pergi begitu saja. Disamping itu caca duduk sendiri ditemani segelas lemon tea yg dihidangkan oleh waiters beberapa detik yg lalu. Cacha dengan setia menunggu kedatangan client nya itu.
   "Ini jam brpa sii koq blm datang juga, ini namanya ngulur waktu ½ jam" gerutu caca sambil membolak-balikan hp yg di genggamnya.

Disisi lain terlihat pemuda tampan, yg lekat mengenakan kacamata hitam dan sweeter orange berjalan masuk restorant, bak kedatangan pangeran tampan membawa harapan untuk para wanita untuk dijadikannya permaisuri hingga semua pengunjung terkesima. Sampai akhirnya pangeran tersebut yg jadi korban,, salah seorang waiters yg hendak membawakan minuman menabraknya. Hingga baju dan sweeter yg ia dikenakan kotor. Pemuda itu berusaha untuk membersihkannya, namun seperti nya ia harus ke toilet. Ia langsung bergegas kearah toilet yg berada di ujung sana, namun tiba2 langkahnya terhenti saat seseorang menelponnya. Ia berusaha mengambil hanphone yg ada disaku celana nya walau agak susah. Disamping itu gigi berjalan ke tempat cacha yg sudah lama menunggunya, tak lihat kanan kiri gigi gak sengaja menyenggol tangan seseorang yg berdiri disampingnya yg kebetulan sedang menerima telephone.
   "uppss.. maaf.." ucap gigi
Pemuda itu hanya memberi isyarat dengan melambaikan tangan kanan nya dan mengangguk kan kepala, yg berarti tak ada masalah. Namun saat mereka berdua melangkah berlawanan ternyata kedua tangan mereka bertautan. Gelang yg gigi kenakan tersangkut pada lengan sweeter pemuda itu.
   "Maaf nona.. aku tak sengaja, biar aku bantu melepaskan nya" ucap pemuda itu melepaskan.
   "Aku yg salah, td aku terburu2" ucap gigi memperhatikan setiap jari yg mencoba membantu melepaskan kaitan gelangnya.
   "Sudah nona.. maaf aku harus pergi" ucap raffi dan berlalu meninggalkan nya, tanpa sempat ia melihat wajahnya.

Gigi pun langsung menemui cacha adiknya,
   "Sorry lama..?" ucap gigi yg duduk disebelahnya
   "Ahh.. lo ngapain aja di toilet? gak tau apa gw jamuran nungguinnya?" bls cacha dgn muka BTe
   "Ada dehh.. mau tau aja.. hehe" ucap gigi yg mencoba menggoda adiknya
   "Coba lo hubungi dia atau asistennya.. klo gak salah om junot pernah kasih nomor nya" ucap cacha.
Tiba-tiba hp gigi bergetar, tenyata sms masuk dari client nya tersebut, tentang permintaan maaf krna tidak bisa datang menemuinya dikarenakan ada keperluan mendadak.
   "Iihh.. sumpah yah kalian pada bikin gw BTe.." ucap cacha emosi
   "udah deh.. dari pada km manyun gtu.. mendingan ikut gw jalan?" ucap gigi membereskan tas nya
  "serius?" bls cacha
  "iya..." ucap gigi. Dan mereka ber 2 pergi shopping.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 4

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 4"

Sampailah dirumah yg sudah lama tak di kunjunginya bertahun2, mungkin lebih tepat nya untuk gigi dan cacha, krna selama ini mereka disibukkan dengan kegiatan kuliah nya yg padat.
  "Rumah ini tak ada yg berubah, masa kecil kita... apakah km masih ingat cha?" tanya gigi yg melihat setiap sudut ruangan
  "Ya jelas masih ku ingat,," ucap cacha yg langsung berjalan menuju kamarnya
  "Lo mau kmn?" tanya nagita yg masih berada di pintu, sedangkan cacha hendak menaiki anak tangga untuk sejenak merebahkan tubuhnya.
  "Gw mau mandi lalu istirahat, perjalanan td membuatku lelah" ucap nya dan berlalu

  "Mba..." panggil cacha saat santap makan malam
  "Hmm.." bls gigi
  "Kira2 kita akan berapa lama disini.." tanya cacha
  "Ya sampe urusannya kita selesai.." jwb nya
  "Tp rasa2 nya gw ingin berlama2 disini" ucap cacha
  "OMG, gw lupa kasih kabar ke dany" ucap gigi menepuk jidat nya
  "Haduuhhhh... mba.. mba.. lo tuh kebiasaan deh..ahaaha" tawa nya
  "Oya bi.. nnt bangunkan aku jam 5 pagi, dan pak ray tolong siap kan mobil pagi-pagi, aku gak mau kena macet" ucap gigi yg selesai makan dan hendak menuju kamarnya untuk beristirahat.

Jakarta, tepat nya hari ke 2 gigi menginjakkan kaki nya di kota kelahirannya.
  "Selamat datang nagita sayang" Sapa pria setengah baya yg menyambutnya dengan pelukan hangat
  "Om junot.. apakabar?" ucap nya yg perlahan melepaskan pelukan nya
  "Baik.. km bersama cacha, dimana dia?" ucap om junot
  "selamat pagi om ku sayang.." ucap cacha melebarkan senyuman dan memeluk nya.
  "Oww...ow.. om sangat senang bertemu kalian lagi" ucap om membalas pelukan nya.
Setelah bercanda gurau, mereka langsung diantar ke ruang kerja nya.
  "Om.. sbnr nya apa masalah yg ada disini?" tanya cacha
  "Ahh.. papah km suka lebay, itu masalah sepele tentang kerjasama nya dgn penyayi ngetop itu, dia menginginkan pemilik nya yg langsung menemui nya" ucap om nya sembari memberi biodata penyayi yg akan diajak nya kerjasama, namun keliatannya biodata itu hanya dilihat sekilas oleh gigi.
  "Siapa dia om?" tanya nagita memegang dokumen itu
  "Dia anak muda berbakat, mengawali karir nya dri cover boy dan skrg dia selain jd pemain film dan sinetron, dia juga mencoba kesuksesannya dalam bernyanyi." papar om junot
  "Ada apa dengan mu gi?" tanya om junot mengaget kan nya
  "Tak apa om.." ucapnya
  "Lantas apa yg harus kita lakukan om?" tanya cacha
  "Kita atur jadwal ketemu dgn nya, dan kita bicarakan mau nya seperti apa, krna om tau jadwal dia terlalu sibuk" papar om junot
  "Baik lah.." ucap nagita

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 3

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 3"

Esok hari tiba2 terdengar percakapan serius antara mamah, papah dan cacha di meja makan.
  "Ada apa mah, pah koq seriuz banget?" tanya nagita dan duduk di kursi nya menyantap roti yg sudah lama disiapkan oleh mamah nya.
  "Ada trouble sayang, perusahaan rekaman kita dijakarta mengalami kendala. Papah harus tangani langsung, namun seperti nya papah blum bisa terbang kesana krna papah ada client penting yang akan datang minggu ini" ungkap papah nya
   "Lalu, siapa yg akan papa percaya untuk handle semua nya?" tanya caca
   "Kalian berdua" timpal papahnya
   "Uhukk..uhukkk.." sontak nagita tersedak mendengar perkataan papahnya barusan
   "Sungguh? aku pah?" ucap nagita gak percaya
   "Yes.. kalian pasti bisa mengatasi semua masalah yg ada disana, sekaigus kalian bisa berlibur disana untuk sementara waktu. kalian sudah lama bukan meninggalkan jakarta?" ungkap papah nya yg tersenyum ke arah nagita dan cacha yg kala itu ada di hadapan nya.
   "Lalu, kapan kita harus terbang ke sana?" ucap cacha
   "Secepatnya papah akan pesankan tiket untuk keberangkatan kalian, mungkin lusa" ucap papah nya

Tiba saat nya mereka harus terbang ke tanah air, tempat dimana mereka dilahirkan, dan dibesarkan.
   "sayang, kalian nnt disana ada pak ray yg akan menjemput dan mangantarkan kemanapun kalian pergi selama disana. dan disana kalian gak cuma ber 2, ada om junot juga disana. Papah dan mamah akan menyusul kalian jika urusan papah selesai" ucap papah nya dan memeluk kedua anak nya dalam dekapan nya.

Perjalanan menuju jakarta pun segera dimulai, rasa tak percaya sempat hinggap di diri nagita.
   "Cha.." panggil nagita
   "Hmm.." jwb cacha singkat
   "Kita akan terbang ke jakarta" ucap nagita
   "Ya lalu, jgn berfikir lo bakal menemui raffi?" timpal cacha
   "Hah.. ? jakarta itu luas, dan mana gw tau raffi skrg dimana?aku tak yakin bisa bertemu nya lagi" bls gigi dan mencoba beristirahat krna perjalanan masih panjang.
   "Ya mana kita tau,,, inget mba, yg namanya jodoh itu gak akan lari kemana, jika raffi jodoh lo maka pasti kalian akan dipertemukan kembali. Tapi lo gak lupa kan dengan Dany??" ucap cacha
   "Ya..  liat nanti" ucap gigi sekena nya.

   "Ngiiiinnggggg... syyuuuuuuttt...." pesawat landas di bandara soekarno hatta
   "Mba, lo udh coba hubungi pak ray?"tanya cacha berjalan kearah pintu keluar
   "Sudah, kita tunggu saja" ucap gigi yg duduk di kursi tunggu bandara
   "Itu kali yah pak ray yg di bilang papah" tunjuk cacha pada seorang bpk2 berdiri dengan melambaikan kertas bertuliskan  "nagita dan marsya". Mereka langsung menuju pria yg berada di ujung pintu.
   "Selamat sore non, mari saya antar pulang" ucap pak ray sopir yg akan membawa nya ke rumah

   "Pak ray, sudah lama kerja sama papah?" tanya cacha
   "Alhamdulillah non, ikut bapak sudah 10 tahun.."ucap pak ray yg sdg mengendarai mobilnya
   "Oya? selama ini pak ray cuma jdi supir papah selama pulang ke jakarta?" tanya cacha
   "Iya donk non.. kan bapak juga sering kesini" ucap pak ray yg masih konsentrasi mengendarai mobilnya
   "Pak, kita berhenti dulu di tempat makan kebetulan kita laper" ucap gigi
   "Baik non.." ujar pak ray

Akhirnya mereka berhenti di mall yg gak jauh dari bandara. Mereka menelusuri setiap sudut pusat perbelanjaan.
   "Kita mau makan dimana? dari tadi muter2 kapan makan nya? gw laper mba.." keluh cacha yg sedari tadi mengikuti gigi
   "iya bawel..udh kita makan di situ aja" tunjuk nagita ke salah satu tempat makan yg gak jauh dari mereka berdiri.
Mereka makan dan istirahat sejenak, namun dirasanya waktu sudah penunjukkan pukul 5 sore, ,
   "udh yuk, kita pulang.. aku cape.."ucap nagita dan beranjak pergi dari tempat itu

Mereka pergi dan berjalan ke arah pintu keluar, namun tak sengaja gigi tertabrak seseorang yg sedang berlari menghindar dari wartawan ibukota yg mengepungnya.
   "bruukkk.. aduh.." keluh nagita yg hampir jatuh. namun ter tahan nya oleh tangan pemuda berjaket, berkacamata hitam dan bertopi. Ditariknya tangan nagita oleh pemuda itu sehingga ia masih terjaga.
   "sory nona, tidak sengaja" ucap pemuda itu dan berlalu meninggalkan nya
   "Suara itu.."ucap gigi dalam hati
   "Mba.. koq malah bengong, ayo kita pulang, kasian pak ray nunggu kita dari tadi" ucap cacha menarik kakak nya untuk masuk mobil

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 2

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 2"

Hari yg cerah tak ada alasan nagita untuk bermuram durja akan masa kecil nya, hari-hari nya memang harus dilewati bukan untuk berdiam diri. Dia menyibukkan diri nya dengan segala pekerjaan dan jadwal kuliahnya yg memang sedang menyusun tesis untuk bahan kuliahnya..

  "Mba.. gimana tentang kerjasama kita dalam pembuatan film dgn mr. jhony?" tanya asistennya yg berada dalam ruangan nya.
  "Sudah aku tentukan semuanya, bulan depan kita mulai syuting, dan tolong km atur lagi pertemuan ku dgn nya" papar gigi yg jarinya tak henti memainkan tombol keyboard laptop nya.
  "Baik mba, aku permisi keluar sebentar" ucap mita
  "Hemmp.." jwb singkat nagita

  "Haii beib.." panggil sesosok laki2 ber jaz hitam dan berkacamata masuk dalam ruangan.
  "Dany..?" sontak nagita menghentikan aktivitas nya.
Tak salah lagi ternyata dany, pacar nagita saat ini.
  "Beib, knpa hanphone mu susah aku hubungi?" tanya dany yg skrg berada persis disamping nya.
  "Hanphone ku mati, barusan jatuh dari meja saat ku mengambil berkas dari tumpukan arsip" jelas nya
  "Okey, akan ku beli kan hp baru untuk mu" ucap dany.
  "Tak usah dany.. thanks" ucap nya yg berusaha berdiri dari kursi dan menjauh dari nya.
  "Why? Are u ok beib?"ucap dany yg selalu mengikutinya dimana dia berhenti.
  "I'm ok.. tp maaf dany mohon jgn ganggu aku untuk beberapa waktu, banyak yg harus aku kerjakan" bls gigi

Malas berdebat hal yg sbnrnya tak perlu diributkan, krn mood gigi sdg tidak baik maka dany lah yg jd korban. Dany adalah pria yg baik, dia selalu mengerti akan kesibukan kekasihnya, bahkan dia selalu menuruti kemauan nya, tapi sepertinya gigi tidak menyukai sikap dany yg selalu mengahambur-hamburkan uang nya dan selalu menggampangkan segala sesuatu nya. Namun saat nagita sudah malas dengan tingkah dany masuk lah cacha yg mengajak nya pergi istirahat.
  "Ehh lo ada disini?" tanya cacha pada pria yg berada disamping kakak nya
  "Ehh.. cha katanya lo mau ada yg di omongin sama gw masalah kerjaan?" sahut gigi mendadak buat cacha kaget
  "Hah? Maksud lo?" tanya cacha yg gak ngerti arah pembicaraan kakak nya kemana.
  "Iya.. lo td bilang gtu kan???" ucap gigi yg mengedipkan mata, kode untuk cacha
  "Oohh.. iya..  sorry gw lupa" ujar cacha.
  "Dany.. aku keluar dulu klo km ingin balik, silahkan.." ucap gigi dan bergegas keluar ruangan
  "It's ok beib, aku akan menunggu mu.." teriak dany
Mereka berlalu meninggalkan dany sendiri di ruangan.

  "Lo knpa sii?"tanya cacha berjalan menuju caffe tempat biasa mereka makan siang
  "Gw males ketemu nya" ucap gigi
  "Knp sikap lo gtu ke dany? bukan kah lo suka sama dia? "tanya cacha serius menatapnya
  "Entah lah ca, sbnrnya rasa apa yg bersarang di hati gw untuk dany"
  "3 thun kita berhubungan, namun rasa nya aku blum bisa" ucap gigi menyandarkan tubuhnya di kursi.
  "Apakah ini ada hubungan nya dgn raffi?" tanya cacha
  "Mungkin.." blsgigi singkat
  "Mba.. dengerin gw, lo gak nyadar apa raffi itu masa lalu lo, yg mungkin dia udh bahagia dgn wanita lain." ucap cacha
  "Gak mungkin cha, gw tau persis raffi seperti apa? gak mungkin dia begitu saja melupakan semuanya" elak gigi
  "mba, 10 tahun lo gak bertemu dengan nya, semenjak kita pergi dan sampai detik ini dia gak pernah hubungi lo atau sekedar mencari informasi, lalu apa lagi yg buat lo bertahan untuk nya?" timpal cacha
  "Inget mba.. lo dan dany sudah bertunangan" ucap cacha yg sontak membuat gigi langsung menoleh ke jari manis nya.

Mengingat omongan cacha td, gigi langsung teringat dany.
  "Ya tuhan, apa yg sudah aku perbuat? apakah aku ini pantas untuknya? dany sudah baik pada ku, namun kenapa hati ini tak bisa menerima dany sebagai calon suami ku?" gumam gigi dalam kamar nya.
  "Gw harus hubungi dia.., iya gw hrs minta maaf sama dia atas sikap ku td" ucap gigi langsung mengambil hanphone nya dan mencoba menghubungi pacar nya.
  "Haloo.." sapa gigi dalam tlpn
  "Haii beib..akhir nya km telpon aku juga, aku sangat merindukan mu beib.." ucap dany
  "Emm... a..aku mau minta maaf krn sikap ku td,  aku gak bermaksud untuk melukaimu" ucap gigi berusaha mengalahkan ego nya untuk sedikit mengerti posisi dany
  "Ya.. ok.. no problem beib, aku ngerti km.." ucap dany yg membuat gigi sedikit lega
  "baik lah.. sudah malam, aku mau istirahat.." ucap gigi lalu menutup tlpnnya..

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 1

Mencoba berkreasi, klo gak suka gpp.. hehe..

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 1"

("km jangan nangis lagi.."
"km pasti akan mendapatkan kebahagiaan disana, km bisa melihat gedung2 yg menjulang tinggi, lampu yg kerlap-kerlip di malam hari, dan pastinya km nnt bisa muter2 keliling angkasa naik pesawat terbang"
"jangan pernah lupakan aku yah.. jika nnt kita udh dewasa nnt pasti kita akan bertemu lagi dan aku akan selalu menunggu km disini"
"sungguh?"
"iya.. aku janji")...mimpi yg selalu hadir 2hari belakangan ini.

# juli 2013, pagi menjelang siang di australi tepat nya di kota melbeurne
"Nagita...." teriak dari ruang tengah
"Astaga.. aku ketiduran..!" ucap nya
"Iya mahhh... " langsung bergegas dan bersiap2
"Knpa gw bisa ketiduran lagi sii, kan gw ada meeting bersama client" ucap nya yg sedang turun tangga

Nagita Slavina, gadis manis, pintar dan mandiri ini, namun cengeng itulah yg menggambarkan diri nya skrg. dia lahir di Jakarta, 17 Februari 1988. anak pertama dari 2 bersaudara, dari pasangan rita amilia dan gideon tangker. nagita atau sapa saja gigi, dia mewarisi kesuksesan orgtua nya dalam hal berbisnis. bukan hanya dia namun adik nya pun ikut serta dalam perusahaan nya. Semenjak dia lulus S1 dan bahkan skrg dia lanjut kan S2 nya di the univercity of melbeurne.

# dimobil
"mita.. jadwal ku skrg kemana?" tanya gigi yg sdg sibuk dandan di mobil
"kita ada pertemuan dengan mr. jhony client kita dari singapure" ucp mita asistennya
"ok.. pak, kita langsung ke tempat saja" ucap gigi
"baik non.." bls pak amar sopir nya

"good day mrs.nagita.. how are u?"ucap mr. jhony
"yeah.. i'm ok.. nice to meet u, fine please sit down sir.."bls gigi yg mempersilahkan duduk.
Mereka ngobrol panjang lebar tentang kerjasama yg dijalani nya. dan setelah 2 jam pertemuan nya dengan client, gigi kembali ke kantor nya.
"mita.. km sudah siapkan berkas2 untuk meeting kita sore nanti?" tanya gigi yg duduk di tempat kerja nya
"sudah mba.." bls mita
"baik.. masih ada waktu 3 jam lagi aku keluar dulu, nnt km kabari saya kalo sudah waktunya" ucp gigi yg berkemas dan meninggalkan ruangannya

"tok..tok..tok.."
"cha.. lo lagi sibuk?" ucap gigi yg ingin mengajak adik nya keluar
"ohh.. gak.. ada apa?" tanya cacha
"gw mau cerita sama lo, tp gak disini. kita keluar cari tempat lain" ucap nya
"baik lah.." ucap cacha dan langsung bergegas keluar ruangan

Mereka menuju tempat makan yg gak jauh dari kantornya,
"katakanlah mba.." ucap cacha
"sudah 2 hri ini gw mimpi hal yg sama" ucap nya yg sdg bersandar di sova
"maksud lo.. coba terangkan lebih jelas lagi agar gw mengerti?" bls cacha
"lo inget temen kacil gw dulu?" tanya gigi
"raffi?" bls nya
"yes.. hufttt.. kata2 itu membuat gw selalu ingat dia" ucap gigi dan meminum secangkir coklat panas untuk menengkan pikirannya sejenak.
"sekarang dimana dia?" tanya cacha
"entahlah.. hampir 10 tahun gw tak berjumpa dengan nya, mungkin dia bahagia atau mungkin sebaliknya" ucap gigi
Mereka berbincang lumayan lama, sampai akhirnya terdengar bunyi hanphone dari tas nya.
"iya mita?" ucap gigi menjawab telephone nya

"ok.. aku segera kesana" ucap gigi dan menutup telphon nya.
"aku ada meetting dengan direksi lainnya, km mau temani ku,,?" ajak nagita yg kala itu terlihat moody
"baiklah.." ujar cacha

Setelah kerjaan selesai, nagita pun langsung pulang ke rumah nya. dengan lemas nya gigi masuk dan langsung menuju kamar nya yg berada dilantai atas.
"sayang.. km udh pulang?" tanya mamah rita
Mungkin dia terlalu lelah, sampai dia tak menghiraukan pertanyaan mamah nya.
"knpa kakak mu?" tanya mama rita
"entah lah.." bls cacha yg sdkt mengangkat bahunya

"10 tahun ku meninggalkan jakarta, sejak itu dia gak pernah lagi menghubungi ku. mungkin kah dia masih mengingat ku? atau bahkan melupakan ku? entah lah.." ucap nya yg sedang berbaring di tempat tidur. sejenak mengingat-ingat masa kecil nya dulu bersama raffi sahabat kecilnya. yg skrg entah dimana? mereka harus terpisah karena jarak dan waktu. nagita yg harus ikut orgtuanya ke luar negeri dan melanjutkan study nya disana. sdgkan raffi harus merelakan sahabat sedari kecil nya untuk pergi jauh dari nya, walaupun wkt itu mereka berdua masih begitu muda untuk bisa merasakan perpisahan, namun kenyataan nya begitu sulit untuk dirasakan dan dilalui mereka berdua.

"tok..tok..tok.."
"sayang.." suara terdengar dari arah pintu kamar dan membuyarkan semua lamunan nya.
"iya mah, masuk saja tidak di konci.." bls nya dan mencoba menghapus air mata yg tak sengaja mengalir di pipinya.
"sayang.. km knpa? koq dari td murung trs dikamar ?" tanya mamah rita sambil membelai rambut anak gadis nya itu.
"tak apa mah, gigi cuma kelelahan krna banyak kerjaan dikantor"bls nya
"sungguh? tak ada yg km sembunyikan dari mamah?" tanya mamah rita lagi untuk meyakinkan bahwa anak nya tidak ada apa2.
"ya.. sungguh" ucap gigi menyunggingkan senyuman di bibir manis nya.
karena hari sudah malam,
"ya sudah, selamat istirahat yah.. i love u emmuuacchh.." ucap mamah rita night kiss dan berlalu dari kamar nagita.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.