"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 10"
Malam itu tepat di hari pertama mereka bertemu dan merupakan malam terakhir gigi sblm kepergiannya ke australi, raffi mengajak nya ke suatu tempat.
"Raffi.. kita mau kemana?" tanya gigi
"Aku akan membawa mu ke suatu tempat.." ucap raffi yg sedang melajukan mobil nya
Mereka berhenti di suatu tempat. Ya SEGARRA tempat makan romantis yg terletak di pinggir teluk kota jakarta, menyajikan pemandangan yg sangat indah dengan hamparan laut yg luas membentang.
"Raffi.. knpa kau membawa ku te tempat ini?" tanya gigi menuruni mobil nya
Namun seperti nya raffi tak merespon pertanyaannya barusan malah dia mengajak nya untuk masuk.
"Ayo.. kita masuk.." ajak raffi dengan menggandeng tangan nya
Ternyata raffi sudah membooking seluruh tempat yg ada disana, Dan sekarang cuma ada mereka berdua.
"Raffi.. " ucap nagita
"Kenapa? km gak suka?" tanya raffi
"Kmu yg melakukan ini semua nya?" tanya gigi
"Tentu.. aku sudah mempersiapkan ini semua untuk km.." ucap raffi
"Tapi ini berlebihan raffi, tak perlu km lakukan ini" ucap gigi
"Ya sudah tak masalah.. km lapar? duduk lah dulu" ucap raffi mempersilahkan nya duduk
Hingga hidangan untuk makan malam pun datang, mereka pun dinner dengan suasana yg amat sangat romantis.
"Kamu suka?" tanya raffi
"Emmm.. Makasih raffi.. " ucap gigi tersenyum
Setelah mereka selesai menyantap makan malam, raffi pun pergi sebentar dan datang kembali dengan membawa setangkai mawar merah. Dan tak lama terdengar alunan musik clasic yg membuat suasana lebih romantic.
"Raffi.. kejutan apa lagi ini?" tanya gigi
Tiba-tiba raffi pun berjongkok dihadapan nya,
"Nagita.. mau kah berdansa dengan ku?" ucap raffi sambil mengulurkan tangan nya
"Raffi.. apa yg km lakukan..?" tanya gigi heran
"Please..nagita aku mohon, mau kah km berdansa dengan ku..?" bujuk raffi lagi
Gigi mengangguk lalu menanggapi uluran tangan raffi dan mendekat.
Mereka berdansa mengikuti alunan lagu,
"Kamu sangat cantik.." Ucap raffi
Gigi menunduk tersipu malu dengan pipi yg merah merona. Seolah tak ingin melewatkan kesempatan itu raffi pun memper-erat dekapan nya hingga jarak antara wajah nya dengan nagita begitu dekat. Detak jantung nagita semakin tak beraturan, ditambah raffi yg sedari tadi memandangi nya, rupanya raffi sedang mengamati setiap lekuk wajah cantik nagita.
"Raffi.. " ucap nagita
"Hmm..?" bls raffi yg masih memandanginya
"Kenapa selama ini km gak pernah berusaha mencari ku? bahkan km tak pernah menghubungi ku?" tanya gigi
"Walau selama ini aku tak pernah mencari mu atau bahakan tak pernah mengabari mu tp aku akan tetap ingat janji ku pada mu...apa km masih ingat janji kita?" ucap raffi
Gigi hanya tersenyum dan memeluk nya..
"Raffi... "
"Iya .. " bls raffi
"Ingin rasa nya menghabiskan malam ini bersama mu .." ucap gigi yg masih menyandarkan kepalanya di bahu raffi
Sungguh malam yg indah, angin yg berhembus kencang, dan desir ombak yg menerjang bebatuan menambah suasana lebih intim untuk mereka berdua dan seakan menambah panjang waktu malam ini.. Nagita berdiri di tepi pantai begitu menikmati keindahan pemandangan yg ada dihadapannya. Tiba-tiba raffi datang dan memeluk nya dari belakang dan menyandarkan dagu nya di bahu nagita.
"Ya Tuhan... rasa apa ini.. ? detak jantung ku seakan berhenti" bathin gigi
"Gi.. " ucap raffi berbisik kpd nya
"Hmm.. " bls gigi menyembunyikan perasaan nya
"I miss u.." ucap raffi berbisik ditelinga nya
Gigi hanya terdiam tak tau harus berkata apa, mulut seakan terkunci. Perlahan raffi merenggangkan pelukannya dan membalikkan tubuh gigi yg sedari tadi membelakanginya.
"Gi.. sudah lama ku menantikan moment ini, bahkan aku tak pernah menyangka kita akan dipertemukan lagi" ucap raffi menyibakan rambut panjang nya yg tengah menutupi wajah cantiknya.
"Dan sekarang mungkin saat nya km harus tau, klo aku sangat mencintai km nagita slavina" ucap raffi menggenggam erat kedua tangan gigi
"Aku juga mencintai mu raffi.." dalam benaknya, namun sepertinya gigi blum bisa mengungkapkan perasaan nya saat itu.
Perlahan raffi mendekatkan wajah nya ke wajah gigi, dekat dan makin dekat lagi..
"OMG.. raffi ingin mencium ku? apa yg harus aku lakukan?" ucap gigi dlm hti mengingat akan kondisi disana cuma ada mereka berdua, dan gigi gak mau terjadi sesuatu.
Dan.. saat bibir itu hendak menyatu...
"Emm..raffi, sudah malam, aku harus pulang" ucap gigi menghentikan bibir raffi saat akan mencium nya.
"Maafkan aku.. aku antar km pulang yah?" ucap raffi dan mengantarkan nya pulang
"Maafkan aku raffi, , aku sudah mengecewakan mu" ucap gigi dalam hati dengan memandangi wajah raffi yg berada disamping nya yg mungkin ia kecewa.
Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya