Thursday, February 19, 2015

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 3

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 3"

Esok hari tiba2 terdengar percakapan serius antara mamah, papah dan cacha di meja makan.
  "Ada apa mah, pah koq seriuz banget?" tanya nagita dan duduk di kursi nya menyantap roti yg sudah lama disiapkan oleh mamah nya.
  "Ada trouble sayang, perusahaan rekaman kita dijakarta mengalami kendala. Papah harus tangani langsung, namun seperti nya papah blum bisa terbang kesana krna papah ada client penting yang akan datang minggu ini" ungkap papah nya
   "Lalu, siapa yg akan papa percaya untuk handle semua nya?" tanya caca
   "Kalian berdua" timpal papahnya
   "Uhukk..uhukkk.." sontak nagita tersedak mendengar perkataan papahnya barusan
   "Sungguh? aku pah?" ucap nagita gak percaya
   "Yes.. kalian pasti bisa mengatasi semua masalah yg ada disana, sekaigus kalian bisa berlibur disana untuk sementara waktu. kalian sudah lama bukan meninggalkan jakarta?" ungkap papah nya yg tersenyum ke arah nagita dan cacha yg kala itu ada di hadapan nya.
   "Lalu, kapan kita harus terbang ke sana?" ucap cacha
   "Secepatnya papah akan pesankan tiket untuk keberangkatan kalian, mungkin lusa" ucap papah nya

Tiba saat nya mereka harus terbang ke tanah air, tempat dimana mereka dilahirkan, dan dibesarkan.
   "sayang, kalian nnt disana ada pak ray yg akan menjemput dan mangantarkan kemanapun kalian pergi selama disana. dan disana kalian gak cuma ber 2, ada om junot juga disana. Papah dan mamah akan menyusul kalian jika urusan papah selesai" ucap papah nya dan memeluk kedua anak nya dalam dekapan nya.

Perjalanan menuju jakarta pun segera dimulai, rasa tak percaya sempat hinggap di diri nagita.
   "Cha.." panggil nagita
   "Hmm.." jwb cacha singkat
   "Kita akan terbang ke jakarta" ucap nagita
   "Ya lalu, jgn berfikir lo bakal menemui raffi?" timpal cacha
   "Hah.. ? jakarta itu luas, dan mana gw tau raffi skrg dimana?aku tak yakin bisa bertemu nya lagi" bls gigi dan mencoba beristirahat krna perjalanan masih panjang.
   "Ya mana kita tau,,, inget mba, yg namanya jodoh itu gak akan lari kemana, jika raffi jodoh lo maka pasti kalian akan dipertemukan kembali. Tapi lo gak lupa kan dengan Dany??" ucap cacha
   "Ya..  liat nanti" ucap gigi sekena nya.

   "Ngiiiinnggggg... syyuuuuuuttt...." pesawat landas di bandara soekarno hatta
   "Mba, lo udh coba hubungi pak ray?"tanya cacha berjalan kearah pintu keluar
   "Sudah, kita tunggu saja" ucap gigi yg duduk di kursi tunggu bandara
   "Itu kali yah pak ray yg di bilang papah" tunjuk cacha pada seorang bpk2 berdiri dengan melambaikan kertas bertuliskan  "nagita dan marsya". Mereka langsung menuju pria yg berada di ujung pintu.
   "Selamat sore non, mari saya antar pulang" ucap pak ray sopir yg akan membawa nya ke rumah

   "Pak ray, sudah lama kerja sama papah?" tanya cacha
   "Alhamdulillah non, ikut bapak sudah 10 tahun.."ucap pak ray yg sdg mengendarai mobilnya
   "Oya? selama ini pak ray cuma jdi supir papah selama pulang ke jakarta?" tanya cacha
   "Iya donk non.. kan bapak juga sering kesini" ucap pak ray yg masih konsentrasi mengendarai mobilnya
   "Pak, kita berhenti dulu di tempat makan kebetulan kita laper" ucap gigi
   "Baik non.." ujar pak ray

Akhirnya mereka berhenti di mall yg gak jauh dari bandara. Mereka menelusuri setiap sudut pusat perbelanjaan.
   "Kita mau makan dimana? dari tadi muter2 kapan makan nya? gw laper mba.." keluh cacha yg sedari tadi mengikuti gigi
   "iya bawel..udh kita makan di situ aja" tunjuk nagita ke salah satu tempat makan yg gak jauh dari mereka berdiri.
Mereka makan dan istirahat sejenak, namun dirasanya waktu sudah penunjukkan pukul 5 sore, ,
   "udh yuk, kita pulang.. aku cape.."ucap nagita dan beranjak pergi dari tempat itu

Mereka pergi dan berjalan ke arah pintu keluar, namun tak sengaja gigi tertabrak seseorang yg sedang berlari menghindar dari wartawan ibukota yg mengepungnya.
   "bruukkk.. aduh.." keluh nagita yg hampir jatuh. namun ter tahan nya oleh tangan pemuda berjaket, berkacamata hitam dan bertopi. Ditariknya tangan nagita oleh pemuda itu sehingga ia masih terjaga.
   "sory nona, tidak sengaja" ucap pemuda itu dan berlalu meninggalkan nya
   "Suara itu.."ucap gigi dalam hati
   "Mba.. koq malah bengong, ayo kita pulang, kasian pak ray nunggu kita dari tadi" ucap cacha menarik kakak nya untuk masuk mobil

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

No comments:

Post a Comment