Thursday, February 19, 2015

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 9

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 9"

Kejadian malam itu sedikit membuat raffi merasa bahagia, walau belum secara langsung bertemu dengan nya. Dan pagi ini raffi berniat menghubungi cacha untuk meminta nya bertemu disuatu tempat. Dan akhirnya cacha mengabulkan permintaan nya.
Pagi itu gigi sedang berada di ruangannya bersama asistennya vina yg sedang membicarakan sesuatu.
  "Vina.. besok saya akan kembali ke australi, nnt akan ada marsya yg menggantikan saya" ucap gigi
  "Koq buru-buru mba..?" bls vina
  "Sudah ada project yg menunggu disana, dan mungkin akan memakan waktu beberapa bulan disana" ucap gigi
Percakapan mereka sedikit terganggu karena masrya tiba-tiba nyelonong masuk.
  "Marsya.. bisa km ketuk pintu dulu klo masuk ke ruangan saya?" ucap gigi
  "Sory.. " ucap caca mengangkat kedua tangan nya
  "Vina, km boleh keluar skrg" pinta gigi
  "Baik mba.. permisi" ucap vina dan pergi meninggalkan ruangan

  "Ada apa cha? ada sesuatu yg ingin km sampaikan?" ucap gigi
  "Mba.. ikut gw sebentar.." ucap cacha menarik tangan gigi yg sedang duduk di meja kerjanya
  "Mau kemana? aku masih banyak kerjaan.." ucap gigi mencoba melepaskan tangan nya
  "Sebentar mba.. ayo.." ucap cacha lagi
Melihat adik nya bersikap aneh, dan memaksa untuk ikut bersama nya akhirnya gigi pun menuruti kemauan adik satu-satu nya itu.
  "Cacha.. km mau kemana sayang,,?? mba masih banyak kerjaan.." ucap gigi
  "Nanti juga mba tau, pokoknya mba tenang aja yah.." ucap cacha yg sedang mengendarai mobil nya
Mereka pergi ke taman pinggir kota,,
  "Cacha.. km kenapa bawa mba ke sini?" ucap gigi heran
  "Ada seseorang yg ingin bertemu dengan mu.." bls cacha yg terus memegangi tangan kakak nya
Seketika nagita pun menghentikan langkah nya, dan mencoba melepaskan pegangan itu.
  "Apa maksud mu?" tanya gigi
  "Ya makanya lo harus ikut gw skrg" ucap cacha
  "Gak cha, sebelum lo bilang siapa org nya, gw gak mau ikut, lebih baik gw pulang" ucap nagita menolak nya
  "Mba.. oke gw kasih tau, km mau tau siapa org nya..? dia Raffi mba.. Orang yg selama ini km cari, km tangisi, dan sekarang dia ingin bertemu dengan lo..." ucap cacha
  "Apa..?" ucap nya kaget
  "Gak cha.. itu gak mungkin.. " bls gigi seolah tak mempercayai nya
  "Ini serius mba.. Dia menunggu mu disana, klo mba gak percaya temui dia sekarang"
  "Semalam gw bertemu dengan nya, dia sudah menceritakan semuanya. Dan sekarang dia ingin bertemu dengan mu mba, temui dia, dan jgn membuat nya kecewa" ucap cacha tersenyum

Mendengar ucapan cacha cukup membuat nagita percaya akan kehadiran raffi ditaman itu. Air mata pun tak terasa jatuh membasahi pipinya. Namun sepertinya dia ragu untuk melangkahkan kaki dan menemui nya.
  "Mba.. knpa lo masih diam disitu? waktu lo cuma hari ini, besok lo harus balik ke australi, apa lo mau meninggalkan rasa penasaran lo selama ini? Ini lah saat nya mba, temui dia.."
Tanpa berpikir panjang nagita pun langsung mengusap air mata nya.
  "Makasih cha.." ucap gigi pergi
Nagita pergi menemui raffi dengan hati dan perasaan yg sulit digambarkan, nagita terus menapaki jalan untuk mencari keberadaan raffi, bahkan sesekali ia berlari.

Disamping itu raffi sudah sedari tadi menunggu di tempat yg sudah dibicarakan sebelum nya bersama marsya. Raffi duduk dikursi panjang menghadap air mancur yg berada ditaman tersebut. Rasa nerveus, dan bahagiapun tengah menyelimuti nya.
Sampai akhirnya gigi menghentikan langkah nya tepat berada dibelakang raffi yg sedang mematap air mancur itu. Nagita berusaha mengontrol nafas nya yg sudah tidak teratur. walau dengan nafas yg terengah-engah gigi memberanikan diri untuk menyapanya.
  "Raffi.. " panggil gigi pelan dengan jantung yg masih berdetak cepat
Raffi pun menoleh nya, dan itu pertama kali nya mereka dipertemukan selama 10 tahun terpisah. Raffi berjalan kearah nagita yg masih mematung.
  "Nagita.." Ucap raffi perlahan mendekatinya
  "Raffi.." bls gigi
Mereka saling menatap walau dengan jarak pandang 1 meter, seakan tak percaya dengan semua nya..
  "Nagita.. kemarilah.." ucap raffi
Namun sepertinya nagita masih enggan melangkahkan kaki nya lebih dekat
  "Nagita.. apa km gak ingin memeluk ku??" tanya raffi tersenyum dengan membentangkan kedua tangan nya
Nagita perlahan mendekati nya, dan akhirnya gigi menghamburkan pelukan nya kepada raffi. Isak tangis gigi pun tak ter-elakan lagi, gigi menangis dalam dekapan raffi. Rasa rindu yg menyelinap di hati mereka terbayarkan dengan pelukan itu
  "Tak ada yg berubah dari diri km,, km masih seperti dulu, Cengeng.." Ucap raffi yg masih memeluk nya
  "Iihh.. raffi.. " ucap gigi dengan pukulan2 kecil didada raffi
  "Aw..aduh.. iya maaf.. " ucap raffi melepaskan pelukannya
  "Sini.. aku hapus air mata mu.. jelek tau.." ucap raffi dengan mengusap air mata sahabat nya dengan lembut.
  "Gi.. Aku sangat merindukan mu.." ucap raffi dan memeluknya kembali
Gigi pun merespon dengan memper-erat pelukannya.
  "Aku juga raffi.." ucap gigi

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya

No comments:

Post a Comment