Sunday, July 19, 2015

Life in future with you--- part 3

Life in future with you--- part 3

 ("Maafkan aku gi, sungguh aku tak bermaksud membuka luka lama atau mengingat-ingat masalalu mu lagi. Tapi aku cukup bangga dengan keputusan mu. Bahkan aku salut sama kamu, mungkin jika aku yg mengalami itu semua, gak akan mungkin saat ini aku ada dihadapan mu. Mungkin aku sudah mati bunuh diri." Ucap dinar yg secara tak sengaja ikut larut dalam cerita ku.
  "Sudah lah lupakan saja, aku sudah tak ingin membahas nya lagi." Aku pun tersenyum simpul dihadapan nya.)

  "Lalu apakah sekarang dia tau kalo km sekarang kembali ke sini? Dan apakah gak ada usaha dari nya untuk mencari keberadaan mu saat ini?" Ucap dinar
  "Gak, semenjak aku memutuskan untuk pergi dan semenjak itulah aku tak pernah tahu keberadaan nya hingga saat ini. Mungkin dia bahagia dengan hidup nya sekarang, atau mungkin...? Entah lah... aku pun tak ingin memikirkan nya lagi."
Tak lama handphone ku berdering sangat kencang.
  "Sebentar ya din.." aku pun mengangkat telephone itu.
  "Gi, km kapan pulang? Kasian key sendiri disini. Km pulang lah, ajak dia bermain sebentar. Mungkin saja key bosan disini." Ucap mama dalam telephone.
  "Dimana key mah? Bisa aku bicara dengan nya..?" aku pun meminta key yg berbicara langsung kepada ku.
  "Mami.." Ucap key
  "Ya sayang, what are u doing dear? Are u borring?"
  "Um, Mami when to go home? I miss mam... I want to buy books anymore, all the books that I have already exhausted legible." ucap key. Aku terenyuh saat key bilang, "aku sangat merindukan mami". Dan itu membuat ku berfikir, apakah selama ini aku terlalu sibuk dengan dunia ku? Dan sedikit mengabaikan perasaan key yg masih membutuhkan perhatian ku?. Tanpa berfikir panjang, aku langsung memutuskan untuk pulang.
  "Ok dear just a moment, cause mami will be home soon."
  "Well. Love u mami .." ucap key

  "Itu key?" Ucap dinar sesaat setelah aku menutup telephone nya.
  "Iya,, maaf aku harus segera pulang." Aku pun segera berkemas.
  "Ada apa dengan key? Apakah terjadi sesuatu?" Ucap dinar
  "Aku meninggalkan nya sendiri dirumah, dan mungkin saat ini key sedang ingin bersama ku. Aku terlalu sibuk dengan dunia ku sendiri, hingga sedikit mengabaikan perasaan nya. Mungkin besok aku akan mulai bekerja."
  "Baiklah gi, km hati2 dijalan. Salam untuk semua nya." Ucap dinar sebelum aku benar2 pergi.

Sore hari, aku berniat mengajak key untuk sekedar berjalan2 keluar rumah, karena aku tau key pasti bosan dengan suasana rumah. Aku pergi mengajak serta caca yg kebetulan pulang lebih awal dari biasa nya.
  "Aunty, we will go anywhere?" Key pun bertanya.
  "Kita mau jalan2, key suka jalan2 bukan?" Ucap caca
  "Tentu..! Mam, ipad nya boleh aku pinjam??" key pun melanjutkan permainan gadget nya, sedangkan aku memulai pembicaraan bersama caca.
  "Gimana keadaan kantor papa sekarang? Sudah lama aku tak pernah datang kesana." Karena seingat ku hampir 6 tahun lama nya aku sama sekali tak pernah berkunjung kesana.
  "Semua baik2 saja, kenapa mba gak bergabung saja di perusahaan papa?" Tanya caca
  "Mba gak kepikiran sampe sana ca, lagi pula mba pikir ada km yg bisa menggantikan papa disana. Bahkan besok mba sudah mulai bekerja diperusahaan mba yang baru. Mungkin sekali2 saja mba akan datang ke kantor km, gpp kan?"
  "Ya.. gpp. Lalu bagaimana dengan key?" Ucap caca, aku pun melihat kearah key yg sedang asik bermain ipad. Aku sadar, key pasti akan merasa sangat kesepian, jika aku harus meninggalkan nya seperti yg aku lakukan biasa nya.
  "Kasian dia.." ucap caca
  "Ya.. aku tau itu, tapi aku pun tak bisa berbuat apa2. Aku yakin key pasti mengerti dengan kondisi ku."
  "Tapi key butuh teman,, butuh seseorang yg bisa menghibur nya. Dan itu tak bisa didapatkan dari aku dan mama. Sekarang usia key 4 thn, bukan?" Ucap caca
  "Ya.."
  "Apa gak sebaiknya key km masukkan ke sekolah saja, sekolah playgroup mungkin?? Seperti nya key akan merasa senang disana." Ucap caca
  "Apa km yakin key akan mau?"
  "Mba, key butuh teman bermain, sedangkan aku tak bisa menemani nya bermain setiap saat, apa lagi km. Lagi pula key sudah terbiasa bukan dengan bersekolah, itu akan mempermudah key untuk bisa mendapatkan teman2 baru nya disana." Ucap caca, aku pun mulai berfikir. Mungkin caca benar, sudah saat nya key aku sekolah kan dan mengenal dunia baru nya disini.
  "Key, here.. sitting with mami. And listen to mami. Key once said to mam, if key would like to have many friends, isn't it?"
  "Ya, mam,," ucap key
  "Kalo begitu, apa key mau sekolah? Nanti disana key bisa bertemu dengan banyak teman, bisa bermain bersama, belajar bersama, dan pasti nya akan seru disana."
  "Really, as in australi? Kapan aku kesana mam?" Dengan wajah sumringah nya, key pun menatap ku tajam.
  "Ya sayang, secepat nya mami akan urus. Key senang, bukan?"
  "Em'hum.. " key pun tersenyum kearah ku, dan aku pun langsung mencium nya. Ku pandangi wajah polos nya, aku tak pernah menyangka key sudah sebesar ini, bahkan aku selalu merasa kalo key masih aku timang. Semenjak key lahir ke dunia, aku selalu berusaha mencurahkan kasih sayang ku seluruh nya terhadap key. 4 tahun menjadi single fighter bagi ku tidak lah mudah, semua butuh pengorbanan. Meski kadang aku harus meninggalkan nya sendiri, demi tanggung jawab yg aku emban di kantor. Tapi walaupun begitu key tetap prioritas utama ku karena key satu2 nya harta yg paling berharga dalam hidup ku.
  "Mam, are u ok?" Ucap key saat tau aku sedikit melow, bahkan airmata ini pun sulit aku tahan jika membayangkan apa yg sudah aku alami selama ini.
  "Ya.. i'm ok." Aku langsung menyeka airmata yg sempat menetes dengan kedua jari tangan ku. Aku memang terlalu cengeng dalam hal ini, tp key yg selalu menguatkan aku. Bahkan tak jarang key selalu mengusap airmata ku, dan menghibur ku disaat aku membutuhkan seseorang untuk bersandar. Seperti yg terlihat saat ini.
  "Key sayang mami, key gak ingin melihat mami menangis lagi." Key pun langsung mengusap lembut pipi ku, mencium ku, dan memeluk erat tubuh ku. Mungkin tidak semua anak bisa melakukan itu seperti apa yg key lakukan terhadap ku. Tapi itulah key, dia selalu bisa membuat orang lain nyaman berada di dekat nya.
  "Aku jadi terharu." Ucap caca
  "Aku memang cengeng, bahkan aku kadang tak bisa menahan tangis meski dihadapan nya. Bukan begitu key??"
  "Umm.. ?" Ucap key
  "What mami ever told you, why mami crying?" Tanya caca
  "Em..hum.." key pun mengangguk pelan
  "What mami say, key? Tell with aunty?" Ucap caca, key pun langsung menoleh kearah ku.
  "Katakan sayang, aunty mau dengar kata nya. Mami pernah berpesan apa sama key?" Aku pun mengusap lembut ujung rambut nya yg tergurai panjang. Namun key pun tak kunjung menjawab pertanyaan caca yg kala itu berharap kalo key sendiri lah yg akan bercerita.
  "Key gak boleh nakal, yah? Terus apa lagi? Gak boleh cengeng. Harus dengarkan apa yang mami katakan. Bukan begitu sayang? Lalu apa lagi?" Aku pun mencoba menjawab rasa penasaran caca terhadap key. Dan key pun mengiyakan apa yg aku ucapkan, meski ia terus bersandar dalam pelukan ku.

20 menit perjalanan cukup mengantarkan kita ketempat tujuan. Aku dan caca membawa nya ke salah satu mall terbesar di jakarta. Aku sengaja membawa key kesini, selain ada beberapa keperluan yg harus aku beli, aku pun berniat untuk mengajak key bermain. Aku sudah pernah berjanji, kalo aku akan mengajak nya ketempat bermain. Dan aku pikir mungkin ini lah waktunya.
  "Mam, key boleh main disana?" Ucap key sambil menunjuk area bermain circuz town miniz, yg kebetulan sedang ada acara disana.
  "Hmm.. boleh sayang, tapi mami gak bisa ikut. Biar aunty yg temani key, dan mami tunggu disini." Bukan aku tak ingin menemani nya, tapi biarlah key dekat dengan caca sebagai tante nya. Dan aku pikir caca bisa mengawasi nya saat bermain. Dan aku hanya melihat nya dari jauh, betapa senang nya key saat itu.

*Keesokan hari nya,
Ok.. kini hari pertama ku kerja, dan pasti nya dinar tak akan mengajak ku berlama2 ngobrol di cafe seperti waktu itu. Saat nya aku melanjutkan aktifitas kerja ku, yg sebenarnya tak beda jauh dengan pekerjaan ku saat di australi. Mungkin waktu itu aku merasa menjadi orang yang gagal dalam menjalani hidup ini. Tapi bukan berarti aku tak ingin sukses seperti apa yg dicita2 kan sebelum nya. Meski begitu, aku lulus s2 dari universitas ternama di melbourne. Dan itu cukup membuat papa aku bangga sebelum akhirnya papa meninggalkan aku untuk selama2 nya.
  "Tok..tok..tok.."
  "Masuk..." aku kira asisten ku.
  "Dinar,,,? silahkan duduk.." aku pun mempersilahkan nya duduk.
  "Km sibuk? Apa aku mengganggu mu?" Ucap dinar
  "Ohh.. gak. Kenapa, ada masalah?" Aku mencium ada sesuatu yg ingin dinar katakan kepada ku.
  "Aku butuh bantuan mu, aku akan menemui client yg kebetulan teman lama ku dulu. Tapi seperti nya aku tak bisa lama2, ada hal yg harus aku selesaikan. Ini masalah keluarga ku." Ucap dinar
  "Lalu maksud kamu, meminta aku untuk menemani nya?" Aku pun langsung menangkap apa yg diutarakan dinar.
  "Ya gi,, aku rasa km bisa membantu nya." Ucap dinar
  "Membantu nya? Apa maksud kamu, aku sungguh tak mengerti?" Aku semakin tak mengerti apa yg dimaksud dinar.
  "Dia lagi butuh teman untuk sekedar ngobrol, dan bercerita. Dan aku pikir km org yang cocok untuk menjadi pendengar yg baik." Ucap dinar
  "Ya tapi aku bukan psikolog atau konsultan masalah seperti gg kamu maksud, gimana bisa aku mengerti akan hal itu?"
  "Setidaknya km pernah mempelajari tentang itu gi.." ucap dinar. Aku memang sempat mempelajari nya, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk stop dan melanjutkan ke ilmu bisnis.
  "Ok, kapan?"
  "Besok.. dia akan menemui ku di cafe biasa jam 2 siang." Ucap dinar
  "Aku akan temani dia. Tapi aku minta ini yg terakhir kali. Gak akan ada client2 lain nya yg perlu aku dengarkan keluh kesah nya." Aku pun mengajukan persyaratan sebelum aku dianggap bisa untuk menjadi konsultan masalah.
  "Ok, aku setuju. Nanti aku akan temani km untuk bertemu dengan nya. Setelah itu, aku akan meninggalkan kalian berdua. Karena aku gak bisa berlama2 disana." Ucap dinar.
  "Itu lebih baik." Aku pun melanjutkan apa yg seharusnya aku kerjakan pagi itu, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke sekolah yg sudah caca referensi kan kepada ku. Ya.. sekolah yg sempat aku bicarakan sebelum nya bersama caca dan mama semalam. Dan aku rasa, aku cocok dengan segala nya.
  "Thank you Mrs. Nagita, already select and entrust our school for your daughter. And we will continue to maintain that trust." ucap Mr.Jorsh Smith selaku advisory board disini.
  "Ok.. you're welcome. Well, excuse me because I had to go back to the office." Aku pun segera beranjak pergi, mengingat ada meeting sore ini dengan jajaran direksi. Hingga aku langsung segera menuju kantor dan menemui dinar yg merupakan partner kerja ku saat ini. Tak ada hal yg serius dari pembicaraan kita sore itu, karena kebetulan BOD tidak hadir dalam pertemuannya kali ini. Hingga meeting tertunda sampai 2 hari kedepan. Dan saat itu juga aku memutuskan untuk pulang.
 
  "Km jadi daftarkan key ke sekolah itu?" Ucap mama saat aku sedang duduk santai di ruang tv.
  "Iya mah, besok key sudah mulai masuk sekolah."
  "Secepat itu? Apa kamu yakin akan melepas key begitu saja?" Tanya mama ku lagi, mungkin mama masih belum percaya dengan semua nya.
  "Mah, aku yakin key bisa menyesuaikan diri disana, di tempat baru. Lagi pula key sudah terbiasa dengan dunia luar dan disana key gak sendiri, banyak teman yg bisa diajak nya bermain. Percaya lah mah, key akan baik2 saja disana" aku pun sedikit memberikan pengertian tentang hal itu. Wajar rasa nya jika seorang oma khawatir akan cucu nya, apalagi aku sangat tau kalo mama begitu menyayangi nya.

*Pagi itu, aku memang berencana mengantarkan key ke sekolah, mengingat ini merupakan hari pertama ia masuk ke sekolah. Tapi sungguh disayangkan, aku tak bisa menemani nya apa lagi berlama2 disana, karena aku harus segera ke kantor. Ada berkas yg harus aku tandatangani secepat nya, dan itu tidak bisa diwakilkan begitu saja. Hingga caca yg harus mendampingi key sampai ia benar2 bisa mengikuti apa yg sudah menjadi kewajiban nya sebagai siswi disana.
  "Key sayang, baik2 disini yah? Aunty pergi ke kantor dulu. Nanti kalo ada apa2 key langsung telephone mami atau aunty. Okey?" Ucap caca
  "Baik aunty,," ucap key
  "Anak pintar...  Bu, saya titip key ya? Kalo ada apa2 tolong segera hubungi saya ke sini" ucap caca seraya mengeluarkan kartu nama dari dalam tas nya.
  "Baik bu, terimakasih. Kami akan menjaga nya, Key pasti akan baik2 saja disini." Ucap guru pembimbing nya.
  "Ok, Semoga menyenangkan ya sayang.." pikir caca.

Siang itu, dinar mengajak ku ke cafe yg tak jauh dari kantor tempat aku bekerja. Sebenar nya aku malas untuk ikut campur urusan orang lain, tapi seperti nya dinar benar2 membutuhkan bantuan ku.
  "Km yakin dia akan datang?" Ya.. aku Sedikit berharap client nya gak akan datang, agar aku bisa terbebas dari apa yg sudah direncanakan.
  "Dia lagi dijalan. Km mau pesan apa?" Ucap dinar saat seorang waiter mengantarkan menu yang berisikan beberapa daftar makanan.
  "Aku minta coklat panas 1."
  "Kamu gak makan?" Ucap dinar
  "Nanti saja, aku lagi diet." Aku pun tersenyum simpul kearah nya
  "Gila, km gak salah?" Ucap dinar. Aku sudah tebak, kalo dinar pasti akan berkomentar seperti itu.
  "Km serius diet? Km sudah perfect gi, lalu apa lagi yg kamu inginkan? Sungguh luar biasa." ucap dinar
  "Km gak perlu memuji ku seperti itu, kadang pada kenyataan nya aku tak seperti yg km bayangkan." Dan lagi2 aku tersenyum simpul kearah nya.
  "Ya .. mungkin.. tapi apa yg aku katakan gak mungkin salah, coba saja kamu tanyakan ke orang2 yg berkunjung kesini. Mungkin akan berkomentar sama seperti ku." ucap dinar.
Tapi lama2 mendengar ocehan dinar semakin aku ingin ke kamar kecil.
  "Ehh.. aku ke toilet dulu yah..?" aku pun pergi ke kamar kecil yg ada di ujung kanan.

  "Hai.. Sorry ya aku telat. Macet dijalan.." ucap pria tersebut.
  "Iya.. gak apa2. Silahkan duduk. Maaf yah, aku gak bisa lama. Tapi akan ada teman ku yang akan menemani km disini. Tapi seperti nya dia agak lama di toilet." Ucap dinar
  "Teman mu?" Ucap pria tersebut
  "Ya.. dia sahabat kecil ku, kebetulan dia sedang ada sini. Tapi tenang kok, dia asik orang nya" Ucap dinar
  "Memang sebelum nya dimana?" Ucap pria tersebut
  "Dulu dia di australi, aku harap km bisa mengenal nya. Dan mungkin dia bisa membantu mu." Ucap dinar.
  "Ya.. aku pun berharap begitu." Ucap pria tersebut.
  "Maaf menunggu lama" aku pun berada persis di belakang pria yang mungkin dimaksud dinar.
  "Oya,, gi, kenalkan ini orang yg aku mau kenalin ke kamu." Ucap dinar.
Dan apa kalian tau siapa orang yg dinar maksud?
  "Raffi..?" Batin ku, sungguh kala itu aku tak bisa berkata2 lagi. Mungkin raffi pun merasakan hal yang sama. Aku memang sudah lama tak bertemu dengan nya, tapi aku masih ingat jelas wajah nya. Bahkan tak ada perubahan yg begitu besar dalam diri nya, mungkin perbedaan nya sekarang dia lebih rapih dengan balutan blazer hitam di tubuh nya. Hampir 5 tahun lama nya, kini baru di pertemukan kembali dengan keadaan yg tak pernah aku duga sama sekali.
  "Maaf, aku harus pergi." Aku pun segera mengambil tas dan handphone yg aku letakkan sebelum nya di meja.
  "Loh, Gi..  km mau kemana?" Ucap dinar, saat tau aku pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja.
  "Nagita...!" seru raffi, namun aku tetap tak menghiraukan nya. Aku terus berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil lalu pergi jauh dari tempat ini.
  "Dinar, km jawab pertanyaan aku. Apakah yg aku lihat barusan nagita?" Ucap raffi
  "ii.. iya.. apa km mengenal nya?" Selidik dinar dengan raut wajah kebingungan
  "Apa km tau dimana nagita tinggal saat ini?" Ucap raffi
  "Bentar, aku bingung. Kalian ini sebenar nya ada apa sih? Kalian itu saling kenal?" Ucap dinar
  "Din,, aku butuh jawaban km!" Ucap raffi
  "Ok.. ok.. nagita masih tinggal di rumah nya yg dulu, dan kebetulan nagita 1 kantor dengan ku." Ucap dinar
  "Baik, makasih.." Ucap raffi lalu pergi begitu saja.

  "Hallo,, iya gimana?"
  "Baik lah, aku akan segera kesana.." aku pun segera mematikan telephone nya lalu bergegas pergi ke sekolah key. Ada beberapa berkas yg harus aku tandatangani.
  "Maaf bu, ini berkas2 yang harus ibu tandatangani. Kalo boleh tahu dimana ayah key? Kebetulan ada berkas yg mengharuskan ayah nya yg menandatangani." Ucap salah satu admin di sekolah key
Aku bingung harus jawab apa? Mana mungkin kalo aku jawab ayah nya meninggal. Rasa2 nya aku terlalu kejam jika harus berkata seperti itu.
  "Ayah key masih berada di australi bu, dan kemungkinan akan lama disana." Aku pun sedikit berbohong, aku pikir ini untuk kebaikan semua.
  "Ohh.. kalo begitu baiklah, mungkin lain kali jika ayah nya sudah kembali ke sini." Ucap ibu tersebut
Aku pun tersenyum kearah nya.
  "Key anak yg pintar, baru pertama masuk saja ia sudah bisa menyatu dengan anak2 lain nya." Ucap ibu tersebut
  "Boleh aku bertemu key sebentar bu?" Tiba2 aku ingin bertemu nya, melihat senyumnya, mendengar celoteh nya, dan ingin rasa memeluk nya. Entahlah, saat ini aku sedang ingin bersama nya. Apakah ini semua karena efek dari cafe tadi? Apakah ini cuma perasaan ketakutan ku saja?.
  "Silahkan, key ada di taman belakang. Dia sedang bermain dengan anak2 yg lain. Mari saya antarkan.." Ucap ibu tersebut.
Aku lihat key sedang asik bermain dengan teman2 baru nya, dan aku rasa key begitu bahagia.
  "Key..." aku pun memanggil nya,,
  "Mami..." key pun langsung berlari kearah ku dan meninggalkan apa yg sedang ia lakukan bersama teman2 nya. Key yg datang langsung memeluk ku.
  "Sayang,, apa yg sedang km lakukan?" Saat aku memegang erat kedua tangan mungil nya dan mencium nya.
  "Mami mau temani key disini?" Ucap key
  "Emmpp.. boleh."
  "Asiiiikkk.. " key pun bersorak sorai saat aku memutuskan untuk menemani nya bermain hari ini. Tak ada kerjaan yg harus aku kerjakan di kantor, lebih baik aku disini menemani putri kecil ku.

Hingga malam hari, aku melihat key sedang asik dengan buku dan pensil warna nya dikamar ku.
  "Key gambar apa sayang? Boleh mami melihat nya?"
  "Emmm.. wait mam, Key unfinished." Ucap key.
  "Ok.." aku hanya melihat keseriusan nya dalam menggambar, entah apa yg key tulis di kertas itu. Yg jelas aku sangat senang dengan keterampilan nya. Key memang anak yg pintar. Apa yg aku ajarkan berbuah manis saat melihat key yg begitu aktif dan tanggap dalam kondisi apa pun.
  "Ok.. finish " key pun memberikan sehelai kertas hasil gambar nya, yg key warnai dengan pensil warna milik nya.
Kalian tau tentang apa yg key gambar di kertas itu? Sebuah keluarga kecil bahagia, dimana key menuliskan disetiap gambar nya ada mami dan dedy nya.
  "Mam, when I could meet with dedy? Ucap key, sejenak ku terdiam. Menelaah pertanyaan yg key ajukan kepada ku. Sudah lama rasa nya key baru menanyakan hal ini kembali kepada ku.
  "Apa dedy sudah gak sayang lagi sama key? Dedy gak mau bertemu dengan key ya mam??" Ucap key yg mulai bersandar di pelukan ku. Aku tau bagaimana perasaan key saat ini. 4 tahun bukan waktu yg singkat untuk nya. Bagaimana pun juga key butuh kasih sayang dedy nya, dan itu tak bisa didapatkan dari aku sebagai mami nya.
  "Key,, lihat mami sayang. Key gak boleh berbicara seperti itu. Mami yakin dedy pasti sayang sama key dan key harus percaya itu. Mungkin saat ini dedy sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Tapi suatu saat dedy pasti akan menemui key."
  "Are u really mam?" Ucap key
  "Iya sayang, key mau sabar, bukan? Meskipun dedy tak bisa menemani key disini, kan ada mami, aunty caca, dan oma yg selalu ada untuk key."
  "Ya mami,, maafkan aku." Ucap key
  "Iya sayang, gak apa2. Sekarang key bobo sama mami disini yah? Sekarang key istirahat, karena besok pagi key harus berangkat ke sekolah."
  "Mam?" Ucap key, aku yg hendak mematikan lampu kamar seketika key menarik dan memeluk ku.
  "Oowww.. kenapa jadi manja gini sayang, hmm?? " Aku pun segera memeluk nya, dan mencium nya hingga key benar2 terlelap dalam pelukan ku. Meski ku tau rasa rindu akan kehadiran dedy nya sangat lah besar. Dan mungkin waktu yg akan mempertemukan kalian di kemudian hari.
  "Sabar ya sayang, mami akan melakukan apapun yg terbaik untuk kamu. Karena mami sangat mencintai kamu nak.." batin ku.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

5 comments: