Thursday, May 14, 2015

The Power Of Love Part---5

The Power Of Love Part---5

Keesokkan harinya, tepat hari dimana raffi dan irwan harus ke villa untuk mengecek segala sesuatu nya yg ada disana, krna kebetulan villa itu akan ditempati client om nya yg dari singapure untuk beberapa hari. Irwan dan raffi sengaja mengajak nagita dan zaskia untuk ikut dalam perjalanan nya ke anyer sekaligus mengajak nya jalan untuk pertama kali nya raffi dan nagita dengan status baru nya sebagai kekasih.
Pagi pukul 08.00 WIB terlihat raffi memarkirkan mobil nya didepan rumah nagita, dengan langkah jenjang nya raffi berjalan untuk menjemput sang pujaan hati.
  "Tante, kita pergi dulu yah.." ucap raffi seraya memberi salam dan berpamitan kepada mamah rieta
  "Kalian hati2 yah?"
  "Raffi ingat pesan tante.."
  "Tante percaya sama km.." lanjut mamah rieta dgn menepuk halus pundak raffi seraya memberi kepercayaan penuh kepada nya
  "Baik tante.. raffi akan selalu jaga dia.." ucap raffi dengan sedikit mengacak rambut nagita yg sudah tertata rapih.
  "Kalian baik2 ya disana.. jangan pulang larut malam..." seru mamah rieta
  "Siap tante.." seru irwan dan kia
Mereka pun pergi dengan mobil nya, setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam akhir nya sampai juga ditempat tujuan. 
  "Selamat datang den raffi, silahkan masuk.." ucap pak joko penjaga villa
Rupanya raffi lebih sering berkunjung ke villa ini dari pada irwan yg merupakan anak pemilik villa itu sendiri hingga pak joko lebih mengenal raffi dari pada irwan.
  "Makasih pak,, " ucap raffi
Irwan langsung masuk ke dalam untuk merebahkan tubuh nya yg sempat tegang karena perjalanan yg cukup melelahkan karena macet, diikuti dengan langkah raffi yg duduk disofa panjang.
  "Pak joko sendirian di sini?" tanya nagita yg masih berada di depan pintu masuk
  "Ohh gak non, ada 2 org lagi.. tp skrg lagi pulang sebentar, nnt juga mereka kesini" papar pak joko
  "Oya pak, lusa akan ada tamu, beliau client bapak dari singapure"
  "Mungkin akan tinggal beberapa hari disini, jadi nnt tolong dipersiapkan segala nya" ucap raffi yg duduk disofa
  "Baik den,,," 
  "Oya sampe lupa, bentar ya den.. bapak buatkan minum dulu.." lanjut pak joko yg pergi membuatkan minum untuk mereka berempat

  "Hei.. kalian berdua masih betah berdiri disitu?" ucap irwan yg melihat nagita dan kia masih berdiri melihat tempat sekitar.
Raffi pun seketika menarik tangan nagita hingga nagita pun mendekat kepada nya.
  "Km gak cape?" 
  "Km istirahat gih.. ajak kia untuk istirahat juga.." lanjut raffi
  "Kia.. istirahat didalam gih sana.. kasian kan cape.." ucap raffi menoleh ke arah kia
Kia pun berjalan menyusul irwan yg skrg berada diruang tengah sambil nonton tv.
  "Km mau kemana?" tnya nagita
  "Gak akan kemana-mana sayang, aku disini.." ucap raffi
  "Aku laper raffi.." rengek manja nagita
  "Hah...laper??"
Nagita hanya mengangguk meng "iya" kan klo ia benar2 ingin makan..
  "Mau aku buatkan mie ?" tanya raffi dengan menyibakkan rambut nagita
  "Emank km bisa?" ledek nagita
  "Km gak percaya aku bisa masak?" ucap raffi
  "Gak.." ucap nya seraya menggelengkan kepala
  "Iiiiihhh... km harus percaya sama aku.." ucap raffi gemas dengan mencubit hidung nagita yg berada tepat dihadapan nya 
  "Awww.. sakit... raffiii" ucap nagita dengan membalas cubitan kecil dipinggang nya
  "Aduhh.... " eluh raffi
  "Ya sudah akan aku buatkan mie spesial untuk km.."
  "Km ikut aku ke dapur yah..??" ucap raffi lalu mengajak dan membawa nya ke dapur

  "Den.. sini biar mbok saja yg masak.." ucap mbok surti tiba2
  "Gak usah mbok, biar raffi saja yg bikin kan buat putri cantik disebelah ku ini.." ledek raffi saat menyalakan kompor gas, hingga membuat mbok surti tersenyum melihat tingkah mereka berdua
  "Mbok istirahat saja.." ujar raffi
Nagita hanya tersenyum dan berdiri dengan menyilangkan kedua lengan didada nya bak juri masak sedang memperhatikan step by step yg raffi lakukan di dapur.
Namun lama kelamaan nagita tak tega melihat raffi sibuk dengan segala peralatan yg ada, raffi terlihat sedikit kerepotan. Hingga nagita pun harus ikut turun tangan.
  "Sini biar aku bantu.." ucap nagita
  "STOP..!" seru raffi
  "Km duduk saja disini, jangan kemana2"
  "Biar aku saja yg masak" ucap raffi mendudukkan nya lagi di meja makan yg gak jauh dari tempat nya memasak
Beberapa menit berlalu, akhirnya raffi pun selesai..
  "Ini tuan putri ku.. silahkan dicoba.." ucap raffi saat menghidangkan nya di meja makan
  "Km kok mau sih bela-belain masak buat aku?" tanya nagita saat hendak mencoba nya
  "Kan udh janji klo aku akan menjaga kamu"
  "Sekarang km makan dulu" lanjut raffi
  "Km mau coba?? Sini aku suapin.." ucap nagita dengan menyuapkan beberapa sendok mie ke mulut raffi
  "Mungkin cuma sampai akhir minggu ini aku bisa seperti ini dengan mu nagita,,,?"
  "Dan aku pasti akan kangen moment2 kita berdua" lanjut raffi yg memandangi nya di saat ia sedang menikmati mie buatan nya

Setelah cukup beristirahat dan makan siang, saat nya mereka bersenang2 menikmati keindahan pantai anyer yg memiliki hamparan pasir putih dan ombak yang tenang. Mereka berjalan menelusuri sepanjang bibir pantai dan hingga akhirnya irwan dan kia memutuskan untuk bermain jetski, banana boat dan lain sebagai nya.
  "Kalian mau ikut??" tanya kia kepada raffi dan nagita
  "Km mau ikut mereka?" ucap raffi yg menoleh kearah gigi
  "Gak mau.. aku takut.." ucap gigi
  "Mending kalian duluan deh.. biar aku dan gigi menyusul.." ucap raffi
  "Baik lah..." ujar irwan lalu pergi membawa kia disamping nya
Mereka berdua terlihat sangat menikmati nya. Sedangkan raffi dan gigi jalan-jalan santai disepanjang bibir pantai.
  "Km pernah kesini sebelum nya?" tanya raffi saat menggandeng tangan nya
  "Pernah, tp itu dulu banget sebelum papah sibuk dengan bisnis nya. Setelah itu kita gak bisa ada waktu lagi untuk berkumpul bersama, apa lagi setelah marsha memutuskan untuk ke australi.." ucap gigi
  "Knpa km gak ikut marsha? bukan kah pendidikan disana jauh lebih bagus?" tanya raffi
  "Klo aku ikut ke sana, gak akan ada km disamping ku saat ini.." canda gigi
  "Ihh.. ihh.. mulai ngeles..." ucap raffi yg mulai menggoda nya dengan memercikkan air ke muka nya, hingga nagita berlari menjauh dari nya. Namun rupa nya raffi blum puas dengan apa yg dilakukan, ia terus berusaha mengejar hingga akhirnya nagita pun tertangkap oleh nya.
  "Jangan pernah lari dari ku, krna semakin km berlari aku akan semakin mengejar mu nagita" ucap raffi saat menarik tangan nya hingga jatuh kepelukan nya

  "Emm... Km mau bersepeda dengan ku??" ucap raffi
  "Boleh..." ucap nagita
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk bersepeda mengelilingi pantai anyer, raffi mencoba terus mengkayuh nya walau mungkin terasa berat karena berjalan diatas pasir, ditambah lagi nagita yg duduk dibagian depan membuat nya lebih extra lagi untuk bisa sampai ke pantai florida yg terkenal akan sunset nya yg indah.
  "Raffi.. km cape..?" ucap nagita saat melihat raffi mulai mengatur nafas nya
  "Gak...km sabar yah, bentar lagi sampai.." ucap raffi dengan nafas tersengal-sengal
Raffi memang tak pernah mengeluh didepan nagita, bahkan raffi selalu menutupi segala sesuatu yg berhubungan dengan diri dan perasaan nya itu demi membuat nya bahagia. Setelah beberapa lama akhir nya mereka sampai juga di pantai florida yg masih dalam satu garis pantai yg sama. Nagita berjalan ke bibir pantai menikmati deburan ombak dan pasir putih dengan hamparan laut yg luas membentang.
  "Km suka..?" ucap raffi tiba-tiba
Entah sejak kapan raffi berada di belakang nya seperti saat ini,
  "Raffi..." ucap nya kaget
  "Nagita.. mungkin aku tak bisa lagi memperlakukan mu seperti ini.." ucap raffi yg kini berhadapan dengan nya
  "Maksud km?" ucap nagita
  "Km lupa ya? bentar lagi aku sidang.."
  "Dan kemungkinan setelah itu aku akan kembali ke bandung" ucap raffi
Nagita hanya diam saat mendengar perkataan raffi, ia tak mampu menatap raffi hingga nagita perlahan membelakangi nya dan raffi mengerti akan perasaan nagita saat itu.
  "Sayang... dengarkan aku.."
  "Walaupun begitu aku akan meluangkan waktu untuk sekedar datang menemui mu" ucap raffi saat memeluk nya dari belakang
  "Km janji..?" ucap nagita yg perlahan membalikkan tubuh nya dan perlahan melepaskan tangan raffi yg sempat melingkar diperut nya
  "Ya..aku janji... cuppp" ucap raffi lalu mencium kening nya
  "Km jgn sedih, kan masih ada kia dan irwan yg akan menjaga km selama aku gak ada disamping km.." ucap raffi
  "Tapi aku cuma ingin km raffi.." ucap gigi manja
  "Heii.. liat aku sayang, jarak jakarta - bandung itu dekat. Walau kita jarang bertemu, tp kita masih tetap bisa berhubungan lewat telephone"
  "Aku akan sering menghubungi mu, km jgn khawatir akan hal itu.."
  "Sekarang aku ingin lihat senyum km,,"
  "Aku gak ingin km menangis" lanjut raffi
Nagita pun akhir nya bisa tersenyum dihadapan raffi, walau kenyataan nya ia tak bisa menutupi rasa sedih nya. Berulangkali nagita menyeka air mata yg keluar dari pelipis mata namun tetap saja tak bisa di elakan lagi.

Sore menjelang, perlahan langit mulai memerah. Semburat cahaya mentari memantulkan warna-warna cantik ke langit. Ada yg berwarna ungu, pink, hingga makin sore warna orange semakin pekat. Gunung Anak Krakatau membayang di horizon. Belum lagi garis pantainya yang panjang, membuat panorama memukau bisa terlihat dari banyak sisi.
  "Coba km tengok kesamping"
  "Indah bukan..?" tunjuk raffi
  "Aku sengaja membawa mu kesini, karena aku ingin menikmati indah nya sunset berdua dengan mu" ucap raffi yg kini mendekap erat dari belakang hingga nagita merasakan kehangatan tubuh nya.
  "Raffi..." ucap nagita memecahkan keheningan
  "Hmm...?" gumam raffi saat ia mulai menyandarkan dagu nya tepat dileher nya, hingga nagita merasakan hembusan nafas nya yg membuat denyut nadi berdetak lebih cepat dari biasa nya.
  "Jangan pernah tinggalkan aku" ujar nagita
  "Aku gak akan pernah meninggalkan mu sayang,, percayalah!"
  "Aku akan selalu mencintai mu" ucap raffi yg perlahan membalikkan badan nagita yg sedari td membelakanginya
Perlahan raffi mulai mendekatkan tubuh nya ke nagita, dan mulai mendekatkan wajah nya hingga terasa hidung mereka saling  bersentuhan. Dan saat itu juga raffi mulai menempelkan bibir nya ke bibir nagita, dengan penuh rasa cinta raffi menyapu lembut bibir nagita. Raffi berusaha untuk menciptakan suasana baru dengan melumat lembut bibir atas dan bibir bawah nagita secara bergantian, hingga mereka terlihat begitu menikmati nya. Perlahan nagita mulai melingkarkan kedua tangan dileher raffi, dan sesekali ia memejamkan kedua mata nya untuk menikmati permainan yg raffi berikan. Entah berapa lama mereka berciuman, sesekali mereka melepaskan nya hanya sekedar mengatur nafas yg mulai tak beraturan. Debur ombak, semilir angin dan kicauan burung menjadi saksi cinta mereka.
  "I love more sayang.." ucap raffi saat perlahan menjauhkan bibirnya namun tetap berada dekat dengan nya
  "Love u too .." ucap nagita tersenyum
Raffi terus memandangi wajahnya nagita, begitu pula nagita, mereka saling menatap penuh cinta.. raffi mulai mengangkat dagu nagita keatas dan mengecup mesra bibir nya, walaupun cuma beberapa detik saja.
  "Kau bagai nafas ditubuh ku, entah apa yg akan terjadi bila km jauh dari ku atau bahkan tak ada lagi dalam hidup ku.." bathin raffi
  "Apa yg km lakukan mampu membuat ku tersenyum. Kehadiran mu mengubah arti hidup ku" bathin nagita
  "Kita harus kembali ke villa, karena kita harus pulang malam ini juga" ucap raffi
Nagita pun mengikuti langkah raffi untuk kembali ke villa dan melanjutkan perjalanan pulang ke jakarta.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

No comments:

Post a Comment