Monday, August 10, 2015

Life in future with you--- part 5

Life in future with you--- part 5

("Kalo siang hari?" Tanya key lagi
  "Iya tetap ada,, tapi di belahan dunia lain. Yang gak kelihatan, bukan berati gak ada, bukan?" Aku pun tersenyum kearah nya. Key begitu menikmati malam ini bersama ku. Dan itulah obrolan ringan aku dan key, sebelum ia benar2 terlelap dalam pelukan ku. Melewati pergantian malam, hingga pagi menjelang.)"

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasa-rasa nya aku baru saja terlelap 2 jam yang lalu. Bahkan saat ini, key pun masih tertidur pulas disamping ku. Ingin ku coba untuk membenarkan posisi nya yg masih memeluk erat tubuh ku. Namun seketika saja key berbalik ke arah ku. Wajah nya yg terlihat polos, membuat aku enggan berpaling memandang nya. Ku letakkan perlahan lengan ku tepat di atas bantal nya. Ku belai lembut rambut nya, dan ku kecup kening nya. Terimakasih Tuhan,, atas nikmat yg telah Kau beri untuk ku. Tlah Kau titipkan malaikat kecil dalam kehidupan ku, yg selalu mengisi kekosongan hati ini. Menemani disaat aku membutuhkan seseorang untuk sekedar bercerita, dan manjadikannya seorang sahabat. Aku memang tak bisa menjamin apa yg pernah disampaikan mama tentang kebahagiaan key kepada ku. Tapi aku berjanji, akan tetap berusaha untuk selalu membahagiakan nya.

Pagi ini, tak ada hal yg membuat aku sibuk dengan segala aktifitas kantor ku yg seperti biasa aku lakukan setiap pagi. Itu semua karena aku "off day". Aku ingin sejenak melepaskan rasa lelah ku, sebelum akhir nya disibukkan dengan berbagai agenda yang sudah ter-planning untuk 1 minggu ke depan. Kadang, tinggi nya suatu jabatan tak menjamin kebahagiaan seseorang. Semakin tinggi kedudukan, semakin besar pula tanggungjawab yg harus di emban nya. Loyalitas, proposional, integritas tinggi, tak luput dari apa yang harus aku miliki saat ini. Maka tak khayal jika aku terlihat sibuk dengan pekerjaan ku, dan sedikit mengesampingkan quality time bersama keluarga ku. Dan hari ini, rasa nya aku ingin beristirahat sejenak. Menghilangkan penat yg akhir2 ini singgah di otak dan pikiran ku. Mengingat kebetulan caca pun sama off day. Hingga aku bisa sedikit tenang tanpa repot memikirkan bagaimana mengawasi key seorang diri. Namun, kadang ada saja yg membuat ku harus mengurungkan niat itu. Menepis anggapan kalo aku akan bisa bebas menikmati hari libur ku untuk sekedar santai atau minum teh di teras belakang. Dan itu terjadi tatkala key meminta ku untuk menemani nya bermain ke taman komplek dekat rumah.
  "No, mami. I want to play, now! I want to the park, mam. I want to play there..?" Rengek key, padahal aku baru saja duduk santai, setelah semua pekerjaan rumah baru saja aku selesaikan.
  "Tapi key...."
  "Please, mam.. I want to play with you..?" Ucap key pelan
Entah lah, aku tak tahu apa alasan nya hingga key bersikeras ingin sekali ke taman siang itu. Yang jelas, key benar2 berharap aku bisa mengabulkan permintaan nya. Itu terlihat saat pelangi mulai menghiasi kedua bola mata nya. Dan saat itu jua aku tak mungkin bisa menolak permintaan nya. Aku memutuskan untuk ke taman siang itu juga. Memberikan kebebasan kepada key, untuk bermain sesuka hati nya disana. Meluapkan segala rasa penasaran nya. Mencoba semua permainan yang ada disana dengan suka cita. Sedangkan aku, hanya tersenyum bahagia melihat key bisa tertawa ria dengan teman2 yang lain nya. Aku cuma berpesan kepada nya untuk tidak berlari. Karena aku takut ia akan terjatuh dan terluka. Namun, saat aku sedang asik memperhatikan nya dari jauh, handphone ku berdering untuk yang ke sekian kali. 
  "Dinar..? Ada apa dia menelpon ku?" Pikir ku. Mau gak mau aku harus mengangkat nya, karena aku takut itu penting.
  "Hallo.." namun seperti nya signal disini terlalu jelek, hingga aku harus mencari tempat lain untuk mendapatkan signal yg lebih bagus.
  
  "Aww.. " ucap key, rupanya ia terjatuh saat akan memetik bunga yg ada diujung taman sana.
  "Hey,, kamu gak apa-apa?"
  "Sakit om.." keluh key
  "Sini, om bantu." Ia pun menggendong nya dan membawa key ke tempat yg lebih aman.
  "Kaki kamu berdarah, boleh om lihat dan obati luka nya?"
  "Um'hum.." key pun memperlihatkan luka itu. Meski airmata tak bisa tertahankan lagi, karena sakit yg diderita nya. Namun key beruntung, ada seseorang yg baik hati datang dan mau menolong nya. Seolah menjadi malaikat penyelamat bagi nya. Dan mengobati luka nya dengan penuh kasih sayang.
  "Sudah gak sakit lagi, bukan?" Ucap nya, setelah luka itu terbalut rapih oleh plester yg kini menempel di lutut key.
  "Um'humm.." key pun mengangguk pelan.
  "Sekarang,, apa yg sedang kamu lakukan disini cantik?"
  "I want to pick the flowers. Can you help me to pick the flowers that for me?" Ucap key.
  "Kamu mau bunga itu??"
  "Iya om..." ucap key
  "Oke, kamu tunggu disini.." Dengan segala kerendahan hati, ia pun pergi untuk memetik kan bunga itu untuk key.
  "Sekarang, hapus air mata mu sayang. Jangan pernah menangis lagi, and.. this is for you.." seraya memberikan bunga itu kepada key dan tersenyum kearah nya.
  "Thank you, but this is for my mam" Ucap key.
  "Your mam? Where is she?"

  "Ya Tuhan, aku meninggalkan key sendiri disana" pikir ku, sesaat setelah aku menutup telephone itu. Aku pun langsung bergegas untuk kembali ketempat semula, tempat dimana aku meninggalkan key untuk pertama kali nya. Namun, apa yg aku lihat?? Sama sekali tak ku dapati key disana.
  "Kemana dia?" Batin ku
  "Key..? Key.. ? Km dimana sayang??" Aku pun terus memanggil nya dan berusaha mencari disetiap sudut taman komplek. Hingga saat nya aku berhenti disatu titik, dimana aku melihat key sedang asik duduk sendiri. Perlahan ku berjalan kearah nya. Mencoba untuk menghampiri nya, karena ku tau pasti key mencari ku sejak lama.
  "Hey, sayang. Kamu disini?"
  "Mami.." key pun langsung memeluk ku.
  "Apa yg kamu lakukan disini? Kamu tau,, mami dari tadi mencari mu..?"
  "I'm sorry, mam." Ucap key
  "It's ok. By the way, bunga nya cantik."
  "Do you like it, mam? This is for you." Key pun memberikan setangkai bunga itu untuk ku dan tersenyum kearah ku.
  "For me..?"
  "Um'hmm.. i love you.." key pun langsung mencium ku. 
  "Owwhhh..  sweet banget anak mami...? Makasih ya sayang. Lain kali kalo mau pergi, kasih tau mami yah?? Kalo ada yg berbuat jahat kepada mu, gimana? Sekarang, kita pulang yah?" Aku pun mengajak nya untuk pulang, mengingat hari sudah semakin gelap. Dan aku pun harus menyiapkan makan malam. Sebelum akhirnya aku istirahat, dan siap menyambut hari esok dengan sederet agenda yg siap menanti ku.

Keesokan hari..
Sudah menjadi kewajiban ku untuk mengantarkan key ke sekolah. Menemani nya hingga bell sekolah berbunyi, dan memastikan kembali bahwa key akan baik2 saja disana. Sebelum akhir nya aku memutuskan untuk pergi ke kantor. Dan menjalankan segala aktivitas yang sudah menjadi tanggungjawab ku di kantor. Seperti yg terlihat saat ini. Baru saja masuk, tapi sudah disambut dengan beberapa tumpuk berkas yg telah menanti untuk aku baca dan aku pelajari. Namun, beruntung nya hari ini tak begitu banyak agenda yg harus aku jalani. Hingga aku bisa sedikit santai untuk mempelajari semua berkas yg ada.

Siang ini, aku sudah ada janji dengan caca untuk makan siang bersama di cafe dekat kantor papa. Sekaligus aku ingin memastikan keadaan disana. Lagi pula aku sudah lama tak berkunjung kesana.
  "Selamat siang bu nagita.." ucap seorang resepsionis tersebut.
  "Siang.." Aku pun tersenyum kearah nya. Aku tak pernah menyangka, mereka masih mengingat ku. Bahkan mereka pun masih menyambut hormat kedatangan ku. Aku pun langsung menuju tempat dimana caca berada. Tempat dimana ruangan papa dulu, duduk sebagai direktur utama. Dan sekarang, caca lah yg duduk menggantikan nya. Ku berjalan menelusuri setiap ruangan yg ada disana. Tak ada yg berubah dari apa yg aku lihat 5 tahun yg lalu. Bahkan ruangan itu... mengingatkan aku akan sesuatu.
  "Kamu tau,,? Apa yg papa ingin kan selama ini??"
  "Apa??"
  "Papa ingin,, Suatu saat kalian yg akan meneruskan perusahaan ini. Duduk disini, dan menggantikan posisi papa." Kata2 itu begitu jelas terlintas di pikiran ku saat ini. Bahkan foto2 kenangan kita, masih tertata rapih diatas buffet, meski agak sedikit berdebu. Ingin rasa nya aku belama2 disini, mengenang masa2 ku dulu. Tapi, seperti nya itu tidak mungkin terjadi, karena rasa lapar sudah tak bisa tertahankan lagi. Hingga aku memutuskan untuk ke cafe saat itu juga. Caca mengajak ku ke tempat biasa ia makan. Atau sekedar berkumpul dengan teman2 lama nya. Cafe kecil, namun tak sedikit orang yg berkunjung kesana.
  "Kamu sering kesini?"
  "Lumayan.. km suka?" Ucap caca
  "Aku suka suasana nya.." suasana yg nyaman membuat ku betah berlama2 disana. Hingga akhir nya aku menoleh kearah jam tangan ku. Tepat pukul 14.00 wib, yg artinya sudah saat nya aku harus kembali ke kantor. Aku dan caca hendak keluar dari cafe itu, namun seketika saja handphone ku berbunyi. 
  "Sebentar .." Aku hendak mengambil nya dari dalam tas ku. Namun belum juga aku menemukan handphone itu, seorang pria berbadan tegap menabrak ku dari arah berlawanan.
  "Awwww.." hampir saja aku terjatuh, namun seketika pria itu menahan tubuh ku.
  "Kamu gak apa-apa?" Ucap nya
 "Raffi..?" Aku pun langsung melepaskan tangannya. Dan perlahan menjauh dari raffi yg kebetulan berada persis didepan ku.
  "Aku minta maaf, aku gak sengaja. Kamu gak apa-apa?" ucap raffi
  "It's ok. Tp maaf, aku harus pergi.." aku berusaha untuk mengalihkan pandangan ku, dan langsung menyeret caca untuk segera pergi dari sini.
  "Nagita...." ucap raffi yg seketika menahan langkah ku. Menahan ku untuk tidak pergi. Sejenak ku terdiam, untuk sedikit menghela nafas panjang, sebelum akhirnya aku memutuskan... 
  "Tolong tinggalkan aku..."
  "Kamu yakin?" Caca pun menoleh kearah ku. 
  "Ya..." meski ku tak tau, apa aku siap untuk menjawab semua pertanyaan yg kemungkinan raffi lontarkan kepada ku.
  "Baiklah,,," Ucap caca yg saat itu pun berada di samping ku. Sebelum akhir nya caca pun pergi, dan meninggalkan ku berdua dengan raffi dicafe.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

9 comments: