Life in future with you--- part 7
(Sejenak aku terdiam. Masih teringat jelas in memory ku, saat fara memberikan ini kepada ku. Dan..
"Mungkin, kamu sudah membaca surat yg pernah aku tulis untuk mu"
"Surat??"
Aku mencoba untuk mengaitkan-ngaitkan semuanya.
"Apa mungkin ini yg dimaksud raffi selama ini?" Aku mulai penasaran akan isi dari surat tersebut, tapi kotak ini..?)
Perlahan ku buka kertas yg masih terlipat rapih diatas nya. Ku baca baris demi bait untuk memecahkan rasa penasaran ku tentang apa yg tertulis didalam nya. Dan benar.. itu adalah surat yg selama ini raffi tujukan kepada ku. Surat yg selama ini aku simpan tanpa tahu siapa pemilik nya. Hingga kini saat nya aku tahu, bahwa raffi lah yg sengaja menuliskannya untuk ku.
"Nagita,,, aku tahu, aku salah. Aku sadar, kata maaf tak bisa membayar semua yg pernah aku lakukan selama ini. Kamu berhak membenci ku. Tapi, asal kamu tahu. Aku sama sekali tak bermaksud untuk meninggalkan kamu, atau bahkan melupakan mu. Aku sangat mencintai mu nagita. Bahkan kamu tahu, aku masih menyimpan ini. Kamu ingat ini, bukan??
Nagita,, tak pernah terlintas di pikiran ku, bahkan aku tak pernah menyangka akan secepat itu menjadi seorang ayah. Tapi memang itu kenyataan nya. Kamu hamil, dan aku harus bertanggungjawab. Malam itu, memang aku yang salah. Aku tak sempat menghubungi mu. Bahkan aku gak bisa menepati janji untuk datang melamar mu. Tapi, aku berusaha untuk tetap datang dan menepati janji ku. Meskipun akhirnya aku datang 2 hari setelah kepergian mu ke australi. Aku bukan lari dari tanggungjawab, melainkan aku merasa belum pantas untuk menjadi seorang suami. Aku merasa belum cukup. Aku takut tak bisa membahagiakan mu dan calon anak kita. Karena apa yg ku punya selama ini, itu semua bukan milik ku. Bahkan tabungan ku pun rasa nya tak cukup untuk membeli sepasang cincin ini. Hingga aku memutuskan untuk bekerja. Setidak nya aku bisa memberikan sesuatu untuk mu dari hasil jerih payah ku sendiri. Sekaligus ingin membuktikan kepada papa, kalo aku bisa dan sanggup! Tapi apa kenyataan nya..? Disaat aku siap dengan semua nya, aku harus menelan rasa kecewa. Kamu pergi meninggalkan aku. Meruntuhkan semua impian aku, yg berharap akan berakhir bahagia bersama mu." Aku mulai terduduk lemas, air mata pun mengalir begitu deras. Aku tak tahu harus berkata apa, yg jelas aku tak sanggup bila harus melanjutkan untuk membaca nya. Sungguh, sulit bagiku untuk percaya. Meski ku tahu, raffi bukan tipe orang yg mudah putus asa. Karena raffi pasti akan terus berusaha untuk mendapatkan apa yg diinginkan nya.
"Ya Tuhan.. Apa yg sudah aku lakukan?" Aku tak pernah menyangka jika raffi tlah mempersiapkan ini untuk ku. Bahkan cincin ini?
"Raffi, apa yg kamu lakukan disini? Ayo kita pulang!"
"Sayang,, tunggu! Kamu lihat itu? Bagus bukan? Apa kamu menyukai nya? Suatu saat, aku pasti akan membelikan nya untuk mu."
"Jangan bercanda raffi.. lebih baik kita pulang."
"Heii, aku serius,,, Kamu ragu dengan ucapan ku? Aku janji sayang..." Raffi memang pernah berkata seperti itu kepada ku. Tapi, aku sama sekali tak pernah berharap raffi serius dengan perkataan nya. Karena aku tahu, tak sedikit uang untuk bisa mewujudkan nya. Dan sekarang... raffi benar2 membuktikan nya kepada ku. Dengan cincin yg sama, seperti yg ku lihat 5 tahun lalu.
Bertahun-tahun aku mencoba untuk melepaskan nya, berusaha untuk melupakan semua yg telah terjadi. Mengubur jauh harapan ku tentang raffi, yg aku pikir bisa menyembuhkan goresan luka yg ada di hati ku. Dan itu cukup membuat ku setengah gila! Lalu sekarang, ia datang dengan membawa berjuta cerita. Dan itu cukup memupuskan harapan aku untuk bisa melupakan mu.
"Kenapa kamu lakukan ini kepada ku, raffi? Kenapa??" Ingin rasa nya aku berteriak, meluapkan segala perasaan ku saat ini. Tapi seperti nya itu tidak mungkin. Aku terlalu lemah untuk melakukan itu semua, karena sesungguhnya nya aku rapuh.
"Jika dia tak kembali maka sederhana, ia bukan cinta sejati mu. Tapi, jika sebaliknya nya... ia akan kembali dengan cara yang mengagumkan." Ucap seseorang yg kini berada persis di belakang ku.
"Mama...?" Aku terkaget, entah lah sejak kapan mama berada dibelakang ku. Yg jelas aku ingin segera memeluk nya, mendekap erat tubuh nya. Seolah mencari ketenangan untuk sejenak bersandar di bahu nya. Hingga akhirnya aku mulai merasa tenang untuk sekedar bercerita tentang sedikit masalah ku yang sedikit mengusik hidup ku.
"Nagita,, mama tahu bagaimana perasaan mu saat ini. Mama sudah mendengar semua nya." Ucap mama yg mulai menatap ku.
"Mah..."
"Bukan kah itu yg kamu mau selama ini nak?" Ucap mama ku
"Gak mah, semua sudah terlambat..."
"Gak ada istilah terlambat sayang. Kamu boleh saja berbohong untuk berkata tidak. Tapi ingat sayang, kita lah yg mengendalikan hati dan perasaan, bukan sebaliknya nya.
Kamu berhak memilih, siapa yg akan menjadi pendamping mu kelak. Tapi kamu harus ingat nak, tak ada yg bisa melebihi rasa sayang seorang ayah terhadap anak nya. Mama percaya, kamu lebih paham tentang itu. Pepatah mengatakan, jika ada yang menyakiti perasaan kita satu kali, maka itu boleh jadi salah pelaku nya. Kamu mengerti maksud mama?" Ucap mama ku, dan aku hanya mengangguk pelan. Mengerti apa yg sudah mama sampaikan kepada ku.
"Sekarang, lebih baik kamu istirahat." Ucap mama ku sebelum benar2 pergi meninggalkan ku.
"Ya......." aku pun tersenyum kearah nya. Hingga akhir nya aku sendiri, menatap kosong langit gelap diatas sana, menyadari bahwa cinta bukan sekedar memaafkan, bukan sekedar menerima apa ada nya, tapi cinta adalah rasionalitas sempurna. Mungkin benar, apa yg di ucapkan mama. "Jika ia cinta sejati mu, maka ia akan kembali dengan cara yg mengagumkan." Dan apakah raffi adalah jodoh ku?? Entah lah, semua misteri. Yang jelas, aku berharap disetiap do'a ku, bahkan disetiap sujud ku, siapa pun itu... Akan ada saat nya hari dimana Allah menjadi saksi saat kau lingkarkan ikatan suci cincin mas kawin dijariku yang kau pilih, walau aku tak sesempurna istri sang Nabi. Akan ada saatnya hari dimana kulingkarkan pula sumpah setia dijarimu yang kupilih sebagai imamku, yang surga-Nya tak bisa ku masuki tanpa ridho dari mu. Akan ada hari dimana ku gelar sajadah ku dan sajadah mu, kita bersujud dalam sepenggal waktu yang sama dan do'a yang terucap dari mu ku Amini juga dalam hati 1 shaf dibelakangmu. Akan ada hari dimana selalu ku nanti alunan Tausyiahmu sebagai pengantar tidurku dan rasa syukur karena-Nya telah memberikan cinta yang ku tujukan padamu. Akan ada hari dimana kau dengungkan adzan dibalik daun telinga sosok mungil yang kelak mewarisi sebagian parasku dan sebagian tingkahmu. Akan ada hari dimana keteladananmu akan mengiringi tugasku sebagai Madrasah bagi keturunan kita. Akan ada hari dimana kita akan melihat nisan dan memesan sepetak lahan berdampingan untuk nanti ketika esok tak ada lagi. Akan ada hari dimana salah satu dari kita menghadap Ilahi, dengan pendamping hidup sholehah yang setia menemani sampai di akhir perjalanan nanti. Semoga Allah mengijinkan Sakinah bersamamu hadir suatu hari nanti hingga kelak dikumpulkan kembali di Surga-Nya nanti. Aamiinn Allahuma Amiinn..
Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.
Ditunggu lanjutannya ya mba
ReplyDeleteOk.. makasih ya sudah mampir...
DeleteSedikit bgt kak
ReplyDeleteIya.. kebetulan tadi kepotong langsung post. Tapi gpp ya.. lain kali...
DeleteNext nya jgn lama lama ya
ReplyDeleteMudah2an.. do'ain aja ide2 brilliant nya pada nempel. Biar aku bisa nulis lagi.. :)
DeleteNext nya mbakk
ReplyDeleteIya.. ;) makasih sudah mampir..
Deletedi tunggu loh mbak ....
ReplyDeletelanjutkan ...
ok
Ok.. ;)
DeleteJangan lama2 ya lanjutannya
ReplyDeletekeren mbak! di tunggu terus yaaa! 💪🏼
ReplyDelete