The Power Of Love Part---15
Namun nagita tak kehabisan akal dengan semua nya, ia mengirimkan pesan singkat ke raffi tp entahlah apakah raffi akan membaca pesan singkat yg dikirim nya, atau malah sebalik nya?.
"Apa yg km lakukan??" ucap niko yg membuat nagita kaget.
Niko mulai curiga saat nagita mulai menggenggam ponsel ditangan nya
"Gak ada.." ucap nya singkat
"Sini.." ucap niko yg merebut ponsel dari genggaman nya dan membuka semua kotak masuk yg ada di ponsel nagita saat itu. Namun tak ada 1 pun bukti akan pesan yg sempat ia kirim kan ke raffi. Ya.. rupanya nagita sudah menghapus isi semua kotak masuk dan kotak keluar yg ada di ponsel nya, hingga niko tak curiga dengan apa yg dilakukan nya.
"Hufft.. syukur lah.." bathin nagita
"Wuuuzzzzzzsssss" laju mobil niko yg tak sewajar nya, membuat nagita semakin cemas. Sesekali niko berhenti tp bukan untuk mengikuti perkataan nagita atau bahkan melepaskan nya, melainkan untuk menaati peraturan lalu lintas yg ada. Seperti saat ini niko sedang berada diperempatan lampu merah, jalan menuju puncak sebelum ia memasuki tol.
"Shiiittttt.... knpa mesti lampu merah sih?!" seru niko dengan memukulkan telapak tangan nya ke stir
"Ini saat nya aku bisa melepaskan diri dari niko.." bathin nagita saat niko memberhentikan laju mobil nya untuk sejenak menaati peraturan lalu lintas yg ada.
Nagita berusaha membuka pintu mobil yg berada di sebelah kiri sisi nya, namun itu percuma. Niko mengunci rapat2 hingga nagita tak kan pernah bisa lolos dari diri nya.
Tak disadari, Raffi pun ternyata sedang berada di tempat yg sama, mereka sama2 terjebak dalam situasi yg sebenar nya semua org juga merasa kesal dengan ada nya "lampu merah".
"Niko..??" ucap raffi saat ia mengetahui sisi sebelah kiri mobil nya adalah niko.
"Dengan siapa dia??" ucap raffi yg melihat dari kejauhan, namun tak bisa raffi pastikan siapa seseorang yg ada disamping niko. Karena kaca mobil yg digunakan niko sangatlah gelap, hingga raffi tak bisa melihat nya dengan jelas. Hanya bayangan seseorang, tp raffi yakin bahwa yg disamping nya itu adalah seorang cewe.
Lampu pun berubah Hijau, pertanda perjalanan siap dimulai kembali. Tak perlu komando niko langsung tancap gas dan mengoper gigi mobil nya hingga ia melaju dengan cepat. Ini semua memancing rasa penasaran raffi yg saat itu berada beriringan dengan nya. Perlahan raffi mulai mengikuti kemana arah tujuan niko, secara yg ia lihat adalah sosok wanita disamping nya.
"Siapa dia??"
"Apakah dia....?"
"Tp klo memang niko sudah punya calon, lalu mengapa Mr. Gideon akan menjodohkan nya dengan nagita?"
"Ini semakin membuat ku penasaran" Bathin raffi, dan pertanyaan2 itu kini bermunculan dalam benak nya.
"Ehh, ini kan jalan kearah puncak?? Untuk apa niko membawa nya ke sini..?" ucap raffi saat ia mulai memasuki tol.
Raffi tak menyadari ada beberapa pesan masuk dari nagita, ia hanya fokus membuntuti laju kendaraan niko yg kini berada tak jauh didepan nya.
"Niko.. Sebenar nya kita mau kemana??"
"Aku mau pulang niko..!"
"Antar aku pulang skrg juga!" rengek nagita
"Km sabar, bentar lagi kita sampai.." ucap niko
Tak lama mereka pun sampai ditempat yg menurut nagita asing.
"Niko.. ini tempat apa?" ucap nya saat berada di rumah kecil di daerah puncak
"Ayo.. kita masuk.." ucap niko menyeret nya untuk masuk ke dalam rumah yg lama tak berpenghuni
"Gak mau niko... lepaskan aku..!"
"Aku mau pulang....!" rengek nagita, namun semua itu percuma. Niko semakin menyeret nya masuk kedalam dan tak menghiraukan tangisan nagita yg mulai tak terbendung lagi
"Percuma km teriak, gak akan ada yg bisa nolong km disini.."
"Sekarang, cuma ada kita berdua disini.." lanjut niko dengan senyum lebar nya
"Niko, papah akan sangat marah jika tau org yg sangat ia percaya melakukan hal yg bahkan bisa membahayakan putri nya.." ucap nagita mengancam nya
"Gak akan ada yg tau sayang, km tenang saja..." ucap niko santai
Niko mulai menutup semua akses mana pun, sehingga nagita tak akan mungkin bisa lari dari nya.
"Ayo lah sayang, km gak ush takut.. ada aku sini..." ucap nya yg tiba2 memeluk nya
"Niko!! Apa2an km...!" ucap nagita yg menjauhkan tubuh nya dari dekapan nya
"Apa mau km niko??" lanjut nagita yg perlahan melangkah mundur
"Simple.. aku cuma mau kamu.." ucap niko singkat namun langkah nya terus mendekati nagita.
Perlahan tapi pasti niko semakin mendekatkan nya, usaha nagita untuk menghindar pun percuma. Ia malah terjatuh krna tak bisa fokus dengan apa yg ia langkahi. Ada beberapa gulungan karpet dibawah kursi, hingga nagita tersandung karpet tersebut dan jatuh ke sofa panjang.
"Niko.. aku mohon jgn lakukan itu"
"Niko!!" seru nagita
"Ssssssttt... km tenang saja..." ucap niko
"BUUUUKkkk" Pukulan keras seseorang yg tiba2 datang mendarat tepat pada tekuk leher nya. Dan berulang kali seseorang itu memukul nya, hingga kini niko merasakan akibat dari apa yg ia perbuat.
"Raffi..?" ucap nagita menyeka air mata nya saat mengetahui sosok itu adalah raffi.
"Sayang, km gak apa2?" ucap raffi yg langsung memeluk nya
"Aku takut raffi..."
"Aku takut..." tangis nya pun pecah saat raffi mulai memberikannya ruang untuk sekedar memberi pelukan dan sedikit ketenangan kepada nya.
"Km gak usah takut, sekarang ada aku disini.." ucap raffi yg mulai menjauhkan tubuh nya dan mencoba menghapus butiran air mata yg sempat membasahi pipi mulus kekasih nya dengan kedua tangan nya.
"Kmu terluka??" ucap raffi mengecek kondisi nya, siapa tahu niko sempat melukai nya.
"Gak raffi.. aku gpp" ucap nya singkat.
Mungkin bukan luka fisik yg nagita rasakan, melainkan rasa trauma yg ada pada diri nya saat ini.
"Km tunggu disini sebentar..." ucap raffi yg ingin sedikit memberi niko pelajaran atas apa yg dilakukan niko.
"Km mau kemana?? Gak perlu raffi..." ucap nagita menahan nya, namun rasa kesal yg ada di dalam hati raffi membuat nya tak memperdulikan apa yg dikatakan nagita. Emosi raffi tertumpah pada niko yg saat itu masih menahan rasa sakit atas pukulan raffi yg mengenai tengkuk leher nya. Raffi datang mendekati niko, menarik kerah baju yg niko kenakan dan....
"BUUUGGGGh.. Lo brengseeekkk niko"
"Lo bilang cinta sama dia, tpi kenapa lo malah sakiti dia, hah?? PLAAAKKK"
"Lo gak pantas buat dia..!! BUUUUGGG.. PLAAKKKK" Beberapa pukulan pun melayang begitu saja oleh raffi kepada niko yg sudah membuat nya merasa cemas akan keberadaan seseorang yg sangat dicintai nya.
"Raffi sudah, aku mohon jgn lakukan itu. Jangan kotori tangan mu lagi raffi" ucap nagita yg mencoba melerai nya, hingga raffi sadar akan perbuatan nya.
"Ayo sayang.. kita pergi dari sini..." ucap raffi lalu membawa nagita untuk pergi dari tempat yg jauh dari pemukiman warga setempat dan meninggalkan niko dengan luka lebam di wajahnya.
"Sayang.. km gpp??" ucap raffi memecahkan keheningan diatara mereka berdua yg sedang berada di mobil
"Aku gpp.." ucap nya singkat, namun tak sedikitpun ia menoleh ke arah raffi yg sedang berbicara kepada nya.
"Aku gak nyangka niko akan melakukan hal ini kepada ku, entah apa yg akan terjadi jika raffi tak ada disana saat itu.."
"Mungkin .... ahhh, aku tak bisa membayangkan nya.." bathin nagita dengan menatap kosong kaca mobil disebelah nya.
Raffi terus memperhatikan nagita yg masih terlihat syok akan kejadian yg menimpa diri nya saat ini. Raffi mencari2 botol minuman yg sempat ia beli sebelum akhirnya ia melihat niko dan mengikuti nya, namun rupanya tak berhasil ia temukan. Hingga raffi memutuskan untuk meminggirkan mobil nya tepat diwarung pinggir jalan untuk sekedar beristirahat sejenak.
"Kita turun dulu yuk..." ucap raffi saat membukakan pintu mobil nya dan mengulurkan tangan nya.
Nagita pun turun dan mengikuti raffi untuk masuk ke warung sekedar minum teh hangat dan sedikit makanan kecil untuk sementara mengisi perut kosong mereka berdua.
"Raffi.. makasih ya.." ucap nagita yg kini duduk bersandar di pelukan nya
"Klo gak ada km, entahlah apa yg terjadi disana.."
"Mungkin niko sudahh....." lanjut nagita pun terpotong
"Sssssttttttt.. "
"Gak akan terjadi apa2 sama km, krna aku akan selalu menjaga kmu.."
"Percaya lah,, km tenang ya.." ucap raffi saat memeluk nya erat, yg sedikit membuat hati nagita merasa tenang.
"Km masih kuat bukan? Sekarang aku antar kamu pulang yah...?" lanjut raffi
Nagita hanya mengangguk kecil, menyetujui apa yg dikatakan raffi untuk segera pulang karena hari sudah gelap. Mereka mulai melanjutkan perjalanan nya untuk kembali ke jakarta.
Raffi langsung mengantarkan nya pulang, hingga tepat pukul 21.00 wib terlihat raffi memarkirkan mobil dihalaman depan rumah nagita.
"Sayang... kita sudah sammm..." ucap raffi terpotong saat menoleh kearah kiri mendapati nagita yg sedang tertidur pulas.
Raffi turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil nya yg ada di sisi sebelah kiri.
"Kasihan, aku gak mungkin membangunkan nya, lalu gimana cara nya aku bisa membawa mu untuk sampai ke dalam..?" ucap raffi menggaruk kepala nya yg tak gatal.
Terpaksa raffi menggotong nya, krna ia tak tega membangunkan nya.
"Tokk..tokk.. tokk.."
"Sebentar..." sahut seseorang paruh baya dari dalam rumah nya.
"Nak raffi?? Nagita knapa??" ucap mamah rieta panik
"Maaf tante, bisa aku jelaskan nanti..?"
"Skrg dimana kamar nya tante?" Lanjut raffi
"Ya sudah km bawa ke kamar nya, kamar nya ada diatas " ucap mamah rieta lalu menutup kembali pintu rumah nya dan mengantarkan raffi untuk sampai ke kamar nagita. Raffi membawa dan menidurkan nya diranjang, tak lupa menyelimuti nya dengan selumut tebal andalan nya.
"Coba sekarang nak raffi jelaskan ke tante, sebenarnya apa yg terjadi?" selidik mamah rieta
"Jadi gini tante..." ucap raffi memulai pembicaraan nya bersama mamah rieta diruang tamu yg tak jauh dari pintu utama rumah nya.
Raffi mulai menceritakan kronologis nya dari awal hingga akhir nya nagita tertidur pulas dimobil nya. Namun ditengah percakapan nya, terdengar seseorang yg mengetuk pintu rumah nya.
"Sebentar nak raffi, mungkin suami saya datang" ucap mamah rieta berjalan kearah suara itu berasal
"Aduhh.. klo Om tau gue ada disini bisa marah besar ini.." bathin raffi
"Itu mobil siapa diluar??" tanya Mr. Gideon
"Mobil raffi,," ucap mamah rieta
"Ngapain dia kesini lagi??" selidik nya
"Papah jangan buruk sangka dulu, raffi kesini hanya mengantarkan nagita" ujar mamah rieta
"Ada apa dengan nya??" bls nya
"Tadi........." ucap mamah rieta menjelaskan apa yg sudah disampaikan raffi kepada nya.
Namun blum juga selesai mamah rieta menjelaskan, beberapa saat setelah itu terdengar jeritan keras yg berasal dari kamar nagita. Hingga seisi rumah pun panik mendengar nya.
"Nagita pah..." ucap mamah rieta yg langsung berlari menuju kamar yg berada dilantai 2 rumah nya. Diikuti dengan suami nya, dan tak mau ketinggalan raffi pun ikut dibelakang nya.
"Sayang, km knpa??" ucap mamah rieta yg langsung mendekat kepada nya
"Mamah,,, Aku takut mah.." ucap nya lirih dengan memeluk erat tubuh mamah rieta yg ada di depan nya.
Nagita terbangun dari tidur nya, dan mengigau. Mungkin ia teringat akan kejadian sore td. Raffi hanya bisa memandang nya jauh, tanpa bisa memeluk nya seperti sekarang mamah rieta lakukan.
"Km takut knpa sayang,, ? Kmu lihat, ada mamah, papah bahkan raffi pun ada disini.."
"Kamu jangan takut lagi yah..?" ucap mamah rieta yg membuat nya sedikit lebih tenang
"Mah, jgn tinggalkan aku.." ucap nya yg kini berada di pelukan mamah rieta
"Mamah gak akan kemana2 sayang"
"Skrg km istirahat lagi yah,,?" ucap mamah rieta
Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.
lanjutannya mana nih mba kok gk di lanjutin sdh lama .... :(
ReplyDelete