Monday, June 1, 2015

The Power Of Love Part---16

The Power Of Love Part---16

  "PLAKKKKKK" tamparan keras melayang begitu saja tepat di pipi kanan niko, yg kala itu ia sedang berada di loby depan kantor papah nya.
  "Apa maksud om tiba-tiba menampar ku?" Tanya niko dengan memegangi pipi kanan nya yg kini mulai memerah.
  "Km masih bertanya apa maksud saya? Atas apa yg km lakukan terhadap putri ku?" Ucap mr. Gideon lantang, hingga seluruh karyawan melihat nya.
  "Bisa aku jelaskan om.." ucap niko
  "Tak perlu km jelaskan kepada saya, apa yg km lakukan sudah buat saya kecewa!"
  "Ternyata saya salah menilai mu,," lanjut mr. Gideon
  "Maafkan aku om, niko gak bermaksud melakukan hal seperti itu. Niko mohon sama om, beri niko kesempatan sekali lagi om. Niko mencintai nya" ucap niko yg memohon kepada nya, berharap mr. Gideon akan mengabulkan permintaan nya. Namun itu percuma, mr. Gideon sudah terlanjur kecewa akan perbuatan niko yg membuat putri nya hampir celaka.
  "Km pikir, saya akan memberi mu kesempatan lagi atas apa yg sudah km lakukan terhadap putri saya? Gak niko! Itu gak akan saya lakukan..!" ucap mr.gideon dengan tegas
  "Tp om, ," elak niko
  "Cukup niko,,! Harus nya km malu. Saya sudah bicarakan hal ini ke papah km. Dan saya sudah putuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan ini." Bls mr. Gideon
  "Om, dengarkan dulu penjelasan saya. Aku bisa jelaskan semua nya." Ucap niko yg berusaha menghentikan langkah mr. Gideon yg kini mulai pergi meninggalkan nya. Namun itu percuma, mr. Gideon sama sekali tak menghiraukan nya.

  "Shhhiiittttt.. liat aja nanti" ucap nya pelan, namun ekspresi kesal nya pun tak bisa ia tutupi.
  "Apa kalian liat-liat? Kerja-kerja!" Ucap nya saat seluruh karyawan yg ada dilobi depan sibuk memperhatikan dan membicarakan nya.
  "Sialan.. gue udah dipermalukan didepan umum, gue gak akan tinggal diam"
  "Gue akan bikin perhitungan!" Lanjut niko dengan sejuta rencana jahat nya.

Siang itu memang tak ada kegiatan yg memaksa nya untuk pergi ke kampus. Urusan sidang sudah selesai, tinggal persiapan wisuda yg akan digelar 2 bulan lagi. Hingga nagita bisa beristirahat dengan tenang tanpa ada gangguan apa pun. Kejadian kemarin membuat nagita sedikit merasa down. Dan dokter sudah menyuruh nya untuk beristirahat total. Walaupun begitu, raffi terus mencoba menghibur, menghilangkan sedikit demi sedikit rasa trauma yg ada didalam diri nagita. Rasa takut yg amat dalam, kadang membuat nya histeris. Dan itu cukup membuat kedua orangtua nya cemas. Namun hari demi hari raffi selalu datang untuk menemui nya. Dan akhir nya berhasil membuat nya tersenyum kembali.
  "Km tau, aku cemas melihat mu 4 hari belakangan ini."
  "Bahkan aku gak yakin, apa aku bisa membuat mu tersenyum lagi, seperti saat ini.." lanjut raffi saat berada di halaman belakang rumah nagita.
  "Raffi, sebenar nya ada yg ingin aku tanyakan kepada mu" ucap nagita saat duduk di kursi panjang dibawah pohon belakang rumah nya
  "Katakan saja.." ucap raffi
  "Apakah km tau soal perjodohan ku dengan niko?" Tanya nagita yg membuat raffi menoleh kearah nya
  "Apa papah pernah menyampaikan hal ini ke kamu, raffi?" Lanjut tanya nagita
  "Huuuuffttt.." raffi pun menghela nafas panjang
  "Sudah lah, tak perlu km tanya kan hal itu. Karena itu bukan alasan ku untuk bisa meninggalkan mu."
  "Tapi raffi.." ucap nya terpotong
  "Apa km ingin aku pergi?" Lanjut raffi yg menatap dan balik bertanya kepada nya
Nagita hanya menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, raffi langsung merangkul nya dan mencium ujung kepala nya
  "Aku bercanda sayang, percaya lah aku gak akan pernah meninggalkan mu. Walau ku tau banyak hal yg harus kita tempuh. Tp aku yakin kita bisa melewati nya." Ucap raffi saat memeluk nya.
  "Km yakin??" Ucap nagita seolah tak percaya akan apa yg dikatakan raffi kepada nya
  "Iya sayang,," Ucap raffi meyakinkan nya kembali.
  "Walau papah akan melarang mu untuk berhubungan dengan ku?" timpal nagita
  "Km tak perlu memikirkan hal itu, sudah ku katakan bukan? aku akan tetap ada disamping km, walau mungkin papah km blum merestui hubungan kita." ucap raffi tersenyum.

Hari demi hari dilalui raffi dan nagita tanpa ada larangan apapun dari mr. gideon tak seperti biasa nya. Sedikit demi sedikit mr. gideon mulai menerima kehadiran raffi disisi nagita putri nya. Tepat hari dimana nagita harus mengurus keperluan wisuda nya, ada banyak persiapan yang harus nagita siapkan seperti berkas2 dan data untuk keperluan pendaftaran wisuda yang akan digelar 1 bulan lebih 1 minggu lagi. Dan pagi itu memaksa nya harus datang ke kampus untuk menyerahkan berkas2 yg dibutuhkan nya. Dan seperti biasa nagita pergi di antar sopir pribadi nya. Namun jika biasa nya nagita hanya di drop, kali ini ia meminta sopir nya untuk menunggu sampai urusan selesai.

  "Gimana, sudah selesai?" tanya kia sesaat setelah mereka keluar dari ruang dosen mengumpulkan berkas yang diperlukan untuk persiapan wisuda nya.
  "Sudah, km mau langsung pulang?" Tanya nagita
  "Iya, km ikut aku aja. Biar aku antar sampai rumah, kebetulan aku lewat sana" ucap kia
  "Gak usah sayang, supir ku nunggu didepan kok.." ucap nagita
  "Ohh.. gtu, ya sudah aku duluan yah..." bls kia yang langsung mencium nya
  "Ok, hati-hati.. " seru nagita
  "Ya..." ucap kia yang perlahan menjauh dari nya
Tak ada lagi yang harus nagita lakukan di sini, hingga ia memutuskan untuk pulang.
Namun sesaat sebelum nagita pergi, handphone nya pun berdering.
  "Raffi?" Ucap nya saat mengetahui nama di layar hp nya, bahwa raffi lah yg menelpon nya.
  "Hallo, iya raffi. Aku udah mau pulang kok.."
  "Km mau brgkt skrg?" Lanjut nagita dalam percakapan nya
  "Iya, aku baru mau pergi. Mungkin 5 hari lagi aku baru bisa pulang ke jakarta. Km baik2 yah, jaga kesehatan km. Ingat apa kata dokter, dan jgn lupa kabari aku." Ucap raffi dalam telephone sesaat sebelum ia pergi tugas keluar kota.
  "Iya sayang, aku akan baik2 saja disini." Bls nagita
  "Sayang,,," ucap raffi pelan sesaat sebelum ia benar2 menutup tlp nya
  "Iya...?" Bls singkat nagita
  "Aku akan sangat merindukan km, i love u.." ucap nya
  "I love u raffi,," ucap nagita mengakhiri pembicaraan nya lalu menutup tlp nya.
Nagita berjalan ke arah gerbang utama karena kebetulan mobil nya terparkir diseberang jalan.

#Disamping itu,
  "Gue sayang sama dia, tp kalo gue gak bisa dapatkan nya, maka org lain pun tak akan pernah bisa mendapatkan nya..,"
  "Sorry nagita, lo harus terima ini. Karena gue gak akan rela, lo bahagia bersama raffi" ucap niko yg kini berada diujung jalan gak jauh dari area kampus tempat dimana mobil nagita menunggu nya.
Sedangkan nagita, ia terus berjalan lurus tanpa memperdulikan disekeliling nya. Yg ia perhatikan hanya lah mobil yg berlalu lalang di hadapan nya. Mungkin tinggal 5 langkah lagi nagita sampai ke mobil yg sedari tadi menunggu nya. Namun dari arah kanan jalan tiba2 mobil dengan kecepatan tinggi datang menghantam nya dan...
  "DUUaAAARRRr" kecelakaan pun tak terhindarkan lagi. Nagita pun terpental 2 meter dari tempat dimana ia berada sebelum nya.

  "Praaaakkkkk.." gelas yg sedang di tuangi air putih pun tiba2 pecah
  "Allahu akbar.."
  "Kenapa firasat ku gak enak? Ada apa dengan putri ku?" Ucap mamah rieta yg perlahan membereskan pecahan gelas yg berserakan di lantai. Dan tak lama setelah itu telephone pun berdering beberapa kali hingga mau gak mau mamah rieta pun beranjak dari dapur dan berjalan menuju sumber suara tersebut.

#diwaktu yg bersamaan
  "Ehh fi, lo knp? Lo baik2 saja bukan?" Ucap irwan saat raffi mulai terlihat cemas
  "Hemmp.. gak.. aku gpp" ucap raffi yg hanya memainkan handphone nya dengan membuka semua galeri nya bersama nagita.
Entahlah perasaan apa yg bersarang dibenak nya saat ini. Yg jelas raffi merasa berat meninggalkan nagita kali ini. Walau cuma untuk beberapa hari saja.

#Ditempat lain,
  "Maaf dok, pasien mengalami pendarahan. Kondisi nya kritis, kita harus segera membawa nya ke ruang operasi." Ucap suster yg menangani nya
  "Apa sudah hubungi keluarga nya?" Tanya dokter tersebut
  "Sudah dok, mereka sedang perjalanan kesini.." ucap suster tersebut
Tak lama mamah rieta pun datang, dan langsung menuju ruang ICU. Disusul dengan kedatangan mr.gideon yg langsung menemui nya diruang tunggu.
  "Gimana mah, nagita baik2 saja bukan?" Ucap mr.gideon yg mulai panik dengan kondisi putri nya saat ini.
  "Mamah belum tau kondisi nya pah, dokter masih memeriksa nya.." ucap mamah rieta lirih.
Mr.gideon mencoba menenangkan istri nya yg tak bisa menahan tangis, melihat putri nya terbaring tak sadarkan diri diruang ICU.
  "Kenapa ini bisa terjadi,,? coba ceritakan kepada saya?" Tanya mr.gideon kepada bambang supir pribadi nagita yg saat itu ada pada kejadian tersebut.
  "Maaf tuan, mobil itu tiba2 datang begitu saja. Padahal saya tahu, waktu kejadian tak ada kendaraan lain selain mobil itu yg menabrak non nagita." Papar bambang
  "Apa mungkin ini unsur kesengajaan?" Ucap mr.gideon.
Namun belum juga selesai membicarakan kronologis kejadian tersebut, dokter pun keluar dari ruang ICU.
  "Gimana keadaan putri kami dok? Apakah dia baik2 saja?" Ucap mr.gideon kepada dokter yg baru saja keluar ruangan beberapa menit yg lalu.
  "Apa bapak dan ibu ini keluarga nya?" Selidik dokter tersebut
  "Iya dok, kami orangtua nya" ucap nya spontan
  "Baik, kalo gitu ada yg harus saya sampaikan. Mari ke ruangan saya" ucap dokter tersebut dan membawa ke ruangan nya

  "Jadi begini pak.. " ucap dokter yg mulai menjelaskan detail nya cidera yg nagita alami pasca kecelakaan tersebut. Nagita mengalami benturan yg sangat keras pada bagian kaki sebelah kanan dan kepala bagian belakang. Bahkan jika tidak langsung ditindak lanjuti akan terjadi penggumpalan darah di kepala bagian belakang, hingga dokter mengambil keputusan untuk melakukan tindakan operasi.
  "Lakukan yg terbaik untuk putri kami dok, apa pun itu" ucap mr.gideon dengan sungguh2
  "Baik kalo begitu, silahkan bapak tandatangani surat pernyataan bahwa pihak keluarga tlah menyetujui tindak operasi ini" ucap dokter dengan menyodorkan berkas yg perlu ditandatangani.
Tak perlu tunggu lama, mr.gideon pun langsung menandatangani nya.

Operasi pun berjalan hari itu juga. Tak ada yg tau apa yg akan terjadi setelah ini. Yg jelas saat ini, hanya do'a yg bisa dipanjatkan dari org2 terdekat nya. Bahkan marsha adik kandung nagita yg kini masih berada di australi, langsung memesan tiket untuk terbang ke jakarta. Memastikan kondisi kakak nya yg kini masih terbaring tak sadarkan diri.
4 jam berlalu, lampu ruang operasi pun berubah hijau. Yg arti nya operasi pun telah usai.
  "Gimana dok, gimana kondisi nya sekarang?" Ucap mr.gideon sesaat setelah dokter yg menangani nya keluar dari ruang operasi.
  "Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Bahkan skrg pasien sudah melewati masa kritis nya. Dan pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan. Namun ada hal yg harus saya sampaikan kepada bapak dan ibu." Ucap dokter tersebut.
  "Apa dok, katakan saja" ucap mamah rieta yg sudah tak sabar mengetahui kondisi saat ini putri nya.
  "Benturan keras di kaki kanan nya, mengakibatkan beberapa syaraf di kaki nya mengalami kerusakan." Ucap dokter tersebut
  "Apa maksud dokter,,? Ucap mamah rieta
  "Apakah ia akan mengalami kelumpuhan dok,?" Timpal mr.gideon penasaran
  "Iya, tp itu cuma sementara. Semua bisa diobati dengan cara fisioterapi." Ucap dokter tersebut
  "Berapa lama dok?" Selidik mr.gideon
  "Tidak bisa dipastikan kapan ia akan kembali pulih seperti semula. Semua saya kembalikan lagi kepada pasien yg akan menjalani terapi tersebut." Ucap dokter tersebut 
  "Kalo gitu, apakah kami bisa melihat nya" tanya mamah rieta
  "Kalian boleh menemui nya, tp jgn dulu banyak diajak bicara. Biarkan ia istirahat dulu. Baik, kalo gitu saya permisi." Ucap dokter itu lalu pergi meninggalkan mereka yg masih dirundung sedih.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

No comments:

Post a Comment