The Power Of Love Part---17
Pasca operasi, nagita sudah bisa menempati ruang perawatan. Walau keadaan nya masih belum sadar kerena efek anestesi yg dokter berikan kepada nya. Namun sesaat setelah nagita dipindahkan ke ruang perawatan, tiba2 tubuh nagita mulai mengalami reaksi. Nagita mulai kejang2, dan itu cukup membuat keluarga nya sangat panik.
"Dok, pasien mengalami kejang, denyut nadi nya melemah.." Ucap suster yg mengecek kondisi nagita sesaat setelah pihak keluarga memberitahukan kondisi terakhir putri nya.
Tak perlu tunggu lama, nagita langsung dipindahkan ke ruang ICU, tempat dimana nagita pertama kali masuk dengan kondisi yg bisa dibilang kritis.
"Sus, segera pasangkan alat pacemaker (alat pacu jantung) skrg juga." Ucap dokter memerintahkan suster tersebut.
Apa yang dikatakan dokter berhasil, nampak nya berbanding terbalik dengan kenyataan nya. Tubuh nagita mengalami reaksi pasca operasi. Bahkan cairan infus pun sempat tak bisa masuk ke dalam tubuh nya. Namun akhir nya setelah 1 jam dokter melakukan segala upaya untuk menstabilkan kembali kondisi nya yg semakin melemah, kini sedikit bisa teratasi. Denyut nadi nya kini sudah kembali normal, dan obat pun sudah bisa masuk melalui selang infus yg terpasang di lengan kiri nya. Walaupun kini nagita dinyatakan koma.
"Apa dok?? Koma??" Ucap mamah rieta yg stok atas apa yg didengar nya
"Kami sudah berusaha melakukan yg terbaik untuk putri ibu. Kami minta maaf sebelum nya, mungkin hanya do'a dari org2 terdekat yg bisa memberi nya kekuatan. Kalo begitu saya permisi.." Ucap dokter tersebut lalu pergi meninggalkan nya yg masih terduduk lemas di ruang tunggu depan ruang ICU.
Melihat kondisi putri nya hanya bisa terbaring diruang ICU tak sadarkan diri, dengan alat2 yg masih menempel dibeberapa bagian tubuh nya. Dengan balutan perban disetiap titik luka disekujur tubuh nya, hanya dengan alat pemacu jantung yang bisa terdengar setiap detak jantung seperti yg terlihat di layar ICU monitors reading. Mamah rieta pun setia menunggu nya tanpa kenal lelah. Bahkan sama sekali tak memikirkan bagaimana kondisi nya sendiri yg memang belum makan bahkan belum istirahat dari pagi tadi hingga malam menjelang. Mamah rieta rela berdiri berjam2 memandangi putri nya walau dari jauh, krn dokter belum memperbolehkan walau sekedar menjenguk atau bahkan menunggu nya didalam. Tak ada harapan lain selain berharap putri nya akan segera sembuh dari sakit yg di derita nya.
Tak ingin membiarkan org yg sudah membuat putri nya celaka, mr. Gideon tak akan tinggal diam. Ia ingin mengungkap siapa dibalik musibah yg menimpa putri nya itu. Walau sang istri tak ingin memperpanjang masalah ini, tp mr.gideon tak ingin melepaskan nya begitu saja. Banyak saksi yg melihat nya saat kejadian, dan setelah mendengar penjelasan dari beberapa saksi mata, kini ia yakin bahwa ada unsur kesengajaan. Walau sebenarnya ada 1 bukti yg belum ia dapat, mungkin dari situ lah ia mengetahui siapa sebenarnya otak dibalik semua nya. Ya.. CCTV kampus yg memang sengaja dipasang di sisi gerbang utama pintu masuk. Dan itu belum ia dapatkan, krna harus mendapatkan persetujuan dari pihak kampus setempat. Tak ingin membuang2 waktu, seluruh org2 kepercayaan nya digerakkan untuk menyelidiki kasus ini. Bahkan tak tanggung2 ia melaporkan hal ini ke yg berwajib. Hingga pihak polisi langsung menyelidiki kasus ini secara intens.
#Keesokan hari
"Mah,, mamah.. bangun mah" ucap seseorang yg memanggil nya "mamah" berharap itu adalah suara nagita yg terbangun dari koma nya semalam. Mamah rieta pun langsung menoleh kearah suara itu berasal, walau dengan kantung mata yang sangat tebal, dan pengelihatan yang masih terlihat kurang jelas.
"Cacha.., km sudah sampai nak?" Ucap mamah rieta yg langsung menyambut nya dengan pelukan
Ya.. rupanya marsha sudah tiba di jakarta malam dini hari, ia langsung mengambil keberangkatan sore dari australi dan langsung bertolak ke jakarta.
"Mamah kenapa tidur disini? Kenapa mamah gak pulang semalam?" Ucap cacha
"Apa km gak lihat kondisi kakak mu saat ini, dia butuh seseorang menjaga nya disini" ucap mamah rieta
"Mah, coba lihat kondisi mamah saat ini? Mamah gak ingin kak gigi sedih bukan?"
"Ayo, sekarang mamah makan. Lalu mamah istirahat, biar pak bambang yang antar mamah pulang" Ucap cacha
"Tapi mamah gak lapar cha.."
"Km saja ya yg makan.." Ucap mamah rieta yg menolak nya untuk makan dan beranjak dari ruang tunggu untuk melihat kondisi terakhir nagita yg masih nampak seperti semula.
"Mamah, cacha tau semalam mamah belum makan, bukan? Sekarang mamah harus makan, biar cacha suapin ya..?" Ucap cacha yg menarik dan membawa nya untuk duduk kembali.
Akhirnya mamah rieta pun menuruti semua perkataan cacha untuk sekedar mengisi perut walau hanya beberapa suap nasi yg masuk.
"Skrg mamah pulang, lalu istirahat. Biar cacha yg gantikan mamah disini.." Ucap cacha yg mengantarkan nya ke loby depan rumah sakit.
"Km janji yah kabari mamah jika ada sesuatu.." Ucap mamah rieta
"Iya,, nnt kalo ada apa2, cacha langsung tlpn mamah." Ucap cacha
#Disamping itu,
Raffi yg kini sedang berada diluar kota sibuk mengurusi urusan bisnis bersama client nya. Bahkan hampir setiap hari ia habiskan di ruang meeting bersama rekan kerja nya, hingga sore menjelang petang. Setelah itu ia kembali ke kamar hotel untuk beristirahat dan esok mereka melanjutkan aktivitas seperti biasa nya. Dan itu berulang2 hingga 5 hari kedepan. Hari pertama.. kedua.. berlalu begitu saja.
"Diminum fi.." Ucap irwan yg membuatkan nya segelas kopi panas untuk sekedar menghilangkan penat yg 2 hari ini menyita waktu istirahat nya.
"Makasih.." Ucap raffi yg langsung meminum nya
"Lo dari tadi cek handphone mulu, ada apa?" Ucap irwan yg sedari tadi memperhatikan nya.
"Gue rasa ada yg gak beres nih,," ucap raffi
"Gak beres gimana maksud lo" selidik irwan
"Perasaan gue gak enak,, gue takut terjadi apa2 dengan nya.." Ucap raffi
"Maksud lo, nagita?" Bls irwan
"Iya, dari td gue tunggu kabar dari dia. Tp sampe saat ini..,??" Ucap raffi yg perasaan nya mulai gak tentu.
"Lo udah coba hubungi dia? Tlp, atau bbm gitu..?" Ucap irwan yg sedikit memberi nya solusi
"Dari semalam gue bbm dia, tp gak ada balasan nya sama sekali" ucap raffi yg meletakkan handphone nya di meja dan mengganti nya dengan mengambil segelas kopi nya
"Mungkin nagita sibuk,, kan dia lagi ngurus perlengkapan wisuda nya.." Ucap irwan yg mencoba mengajak nya berpositif thinking dengan apa yg sebenar nya kita tak ketahui.
"Iya gue ngerti, tp apa susah nya balas bbm gue? Toh gak akan lama juga" ucap raffi
"Ya sudah lah, lihat besok. Kalo sampe dia gak ada kabar sama sekali, coba deh lo tlp dia.." Ucap irwan lalu pergi kedalam kamar nya.
"Lo mau kemana?" Ucap raffi saat melihat irwan mulai masuk meninggalkan nya
"Tidur.. Lo gak tidur?" Seru irwan dari kejauhan
"Tidur lah..." Ucap raffi yg menyusul nya ke kamar, walau masih terus memikirkan nagita yang jauh disana.
Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.
No comments:
Post a Comment