"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 11"
Hari dimana gigi harus berangkat ke australi siang ini, gigi sedang sibuk mempersiapkan barang2 yg akan ia bawa dengan menurunkannya dari kamar untuk dimasukkan kedalam mobil nya.
"Pak.. tolong masukin semua ya ke mobil" ucap gigi
"Baik non..." bls pak ray
Gigi masuk ke kamarnya lagi, sebenarnya gigi enggan pulang. Dia masih ingin berlama-lama disini, apalagi kejadian semalam membuat nya berat hati meninggalkan raffi untuk ke 2 kali nya.
Namun apalah daya, sebuah project besar menantinya dan kuliahnya pun sempat terbengkalai karena kesibukannya. Gigi tak lupa untuk memberi tahu raffi akan jadwal kepergiannya.
*Di samping itu
Raffi yg kebetulan sedang tidak ada jadwal syuting masih tergolek di kamar nya tak lupa dengan selimut tebalnya. Dering beaker yg cukup keras sangat mengganggu tidur nya, ditambah lagi hanphone nya yg berdering beberapa kali membuat ia harus bangun dari ranjang nya. Dengan mata sayup raffi mengucek2 mata nya dan mencoba membuka hanphone nya, ternyata gigi sempat menelphone nya beberapa kali, namun tidak ada jawaban dari nya sehingga gigi pun mengirimkan pesan. Raffi mencoba membuka pesannya walau penglihatannya blum begitu sempurna efek tidur larut malam.
"Raffi, terimakasih atas surprice mu semalam, walaupun terasa singkat namun sangat berkesan untuk ku... :)"
"Raffi,,aku akan berangkat ke australi siang ini, aku harap kau akan datang menemui ku untuk yg terakhir kali nya" ucap gigi dalam pesan itu
Mata raffi langsung terbelalak membaca pesan dari gigi, rasa ingin menemui namun hati nya ragu dan seolah dilema dengan perasaannya sendiri. Raffi berjalan mondar-mandir dengan rasa kalut yg sempat hinggap di hati nya.
"Ya Tuhan... aku harus bagaimana? aku takut dia marah atas kelakuan ku semalam. Maaf kan aku, gak ada maksud lain, aku cuma ingin membuktikan klo aku mencintai mu" ucap raffi yg masih mondar-mandir dikamarnya
"tok..tok..tok.. raffi.." terdengar suara dari balik pintu kamarnya
"Siapa?" sahut raffi dalam kamarnya
"Mamah sayang.. buka pintu nya.." ucap nya. Ohh ternyata mamah amy, Raffi langsung membukakan pintu nya
"Raffi.. koq blum siap2, kata nya mau antar nagita ke bandara?" ucap mamah amy yg melihat anak nya masih mengenakan baju tidur nya.
Raffi pun duduk di ranjang nya dengan raut wajah murung dan sesekali ia mengusap-usap wajah dengan kedua tangannya.
"Raffi.. km knpa sayang? cerita sama mamah nak.." ucap mamah nya
"Raffi gak tau harus gimana mah, aku gak yakin klo gigi juga sayang sama raffi" ucap nya
"Kenapa raffi bisa bilang begitu?" tanya mmh amy
"Entah lah mah,, raffi juga gak tahu" ujar raffi
Mamah amy pun tersenyum melihat anak kesayangan nya uring-uringan lantaran hal sepele.
"Koq mama senyum2 gtu.." tanya raffi dengan manja
"Ya abis.. km lucu.." ujar mamah amy
"Apanya yg lucu mamah, raffi kan cuma mengungkapkan perasaan ke dia, tp sepertinya... Aaaaaahhhh.. tau lah pusing!" ucap raffi membantingkan tubuh di ranjang nya.
"Raffi.. semua nya itu butuh proses, kalian juga baru bertemu. Mungkin gigi perlu waktu untuk mengakui jika dia pun miliki rasa yg sama dengan km" ucap mamah amy
"Raffi .. coba skrg mamah tanya, brpa lama raffi menungguin gigi? ucap mamah amy
"10 thn.." ucap raffi datar
"Terus apa mau penantian selama itu km sia-siakan begitu saja? raffi.. percaya lah,,gigi cuma perlu waktu untuk meng-iya kan semua nya"
"Sungguh??" ucap raffi langsung bangun dari ranjang nya.
"Temui dia raffi.. jangan buat nya kecewa untuk kedua kali nya.." ucap mamah amy tersenyum
Raffi langsung bergegas mandi dan bersiap2 untuk menyambangi rumah nagita. Dengan rasa percaya diri disambarnya kunci mobil dan kotak hitam yg tergeletak diatas meja dan pergi. Namun seperti nya raffi harus bersabar dengan kondisi jakarta yg macet. Raffi diliputi rasa gelisah krna akan telat menemuinya, dilihat nya selalu jam tangan yg melingkar di pergelangan nya.
Sedangkan gigi sudah bersiap2 untuk pergi ke bandara yg gak jauh dari rumah nya.
"Mba.. ayo berangkat?" ajak cacha
"Sebentar cha, raffi blm datang.. kita tunggu 5 menit lagi yah " pinta gigi
"Km sudah coba hubungi dia?" tanya cacha
"Aku udh berusaha menghubungi nya, namun tak ada jawaban, tp aku udah sms dia.." bls nya
Dan 5 menit pun berlalu, cacha mengingatkan nya kembali.
"Ayo lah mba, kita harus cepat2 ke bandara kalo gak km akan telat!" ucap cacha yg sedikit emosi
Dengan berat hati akhirnya mereka pun pergi menuju bandara tanpa menunggu raffi. Tak lama berselang raffi pun datang dengan mobilnya dan masuk kerumahnya berharap gigi blm meninggalkan nya.
"Maaf mas cari siapa?" tanya bi surti
"Nagita nya ada?" tanya raffi
"Non nagita nya baru aja berangkat 5 menit yg lalu" ucap bi surti
Mendengar gigi sudah jalan, raffi langsung pergi untuk mengejarnya, berharap dia gak tertinggal terlalu jauh. Namun sepertinya tak terlihat tanda2 mobil gigi yg berada didpan nya, yg ada kemacetan lagi ditemuinya.
"Sial..!!
"Knpa pake macet segala, lagian km bodoh raffi! knpa km malah berfikir gigi tak mencintai mu??"
"Harus nya km liat dari sorotan mata nya saat menatap mu!!" gerutu nya dalam mobil
"aaaaaarrrhhhh!!" teriak nya
Raffi tak sabar dengan kondisi yg ada, dan akhirnya raffi turun dari mobil berusaha lari dari kemacetan yg ada, tak peduli org lain melihat nya bahkan banyak org yg mengenalinya secara dia artis terkenal. Raffi terus berlari kearah bandara dengan membawa kotak kecil selalu di genggam nya. Dan akhirnya sampai juga di bandara dengan napas yg ter sengal-sengal raffi menelusuri setiap sudut berharap gigi masih setia menunggu nya. Namun tak terlihat gigi disana, dilirik nya jam tangan dan ternyata raffi datang telat 5 menit dari jadwal keberangkatannya. Tubuh nya melemas, seakan tak tau harus berbuat apa.
"Gigi.. knpa km pergi begitu saja ninggalin aku.? apa km tak mencintai ku?" teriak raffi, membuat seisi bandara melihat nya.
Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.
No comments:
Post a Comment