"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 21"
*Sepulang nya raffi dari rumah nagita
"Hahahahhaha.." terdengar suara tertawa irwan yang mendengar cerita raffi lewat telephone
"Kok lo malah ngetawain gw?" ucap raffi
"Gak.. bukan gtu maksud gw" ujar irwan
"Terus gw hrs gimana...?" ucap raffi
"Nikahi saja..?" ujar irwan
"Hah.. maksud lo?" ucap raffi kaget
"Iya.. nikah.."
"Gini deh fi, skrg lo pikir deh.Menurut gw ada 2 kemungkinan, pertama bisa jadi dia gak cinta sama lo dan yg kedua bisa jadi dia takut lo akan melakukan hal yg sama sperti apa yg dilakukan tunangan nya kemarin" lanjut irwan
Raffi sejenak merenung dan mencerna apa yg dikatakan sahabat nya.
"Heh... malah bengong lagi.. lo masih disitu bukan?" ucap irwan yg membuyarkan lamunan raffi
"Gw masih blum yakin dia mencintai ku" ucap raffi dengan muka musam
"Ya elah fii.. udah ahh!! klo denger dari cerita lo dari awal sampe akhir, gw yakin nagita juga cinta sama lo.." ujar irwan
"Ya liat saja nanti.." ucap raffi lalu menutup percakapan nya.
*Di lain sisi,
Malam itu nagita pun terngiang2 pertanyaan raffi akan surat. "Surat?" iya surat yg blum sempat ia baca sepulang nya dari jakarta. Dengan rasa penasaran nagita pun berusaha mencarinya. Tak terlihat sepucuk surat, namun yg ia temukan hanyalah kotak kecil berwarna hitam terselip diantara lipatan baju dikopernya. Nagita pun membuka nya dan ternyata berisikan kertas putih yg masih terlipat rapih didalam nya beserta liontin yg masih tersimpan rapih ditempat nya.
"Apa ini surat yg dimaksud raffi..???" ucap gigi dalam hati.
Dengan tangan bergetar dibukanya perlahan...
"Dear Nagita,
Kepergian dirimu memberi pukulan berat dalam hidup ku..
Bahkan ku slalu terbayang saat2 bersama mu..
Lewati masa terindah saat kau memelukku..
Tapi walaupun begitu...
Kau lah seluruh cinta bagiku yg selalu menentramkan perasaan ku...
Dirimu kan selalu ada disisi ku selamanya
Kau bagaikan nafas ditubuhku yg sanggup menghidupkan segala gerak ku..
Tiada yg sanggup gantikan diri mu disisi ku..
Tiada rasa seindah kasih mu
Tiada yg mampu temani diri ku selain dirimu..
Dan ku kan selalu menunggu mu hingga nanti kita bersama.."
DEG, jantung seakan berhenti berdetak, tubuh seakan melemas, hingga ia pun merunduk dibawah ranjang dan bersandar.
"Aku titip kan separuh hati ini kpda mu, pakai lah jika memang km mencintai ku"
~Raffi Ahmad~
"Ya tuhan, sebesar itu kah perasaan nya kepada ku, bahkan ia rela menunggu ku.."
"Maafkan aku raffi,... " lanjutnya
Perasaan gundah pun menyelimuti hati nya saat ini. Sepiring nasi dan segelas susu yg sudah disiapkan di meja kamar pun tak dihiraukan nya, dan akhirnya ia pun terjatuh lemas tak berdaya.
Hingga pagi menjelang nagita pun belum juga bergeser dari tempat semula. Iya ....dia masih tergeletak dibawah, dengan surat yg masih digenggam nya.
"Tok..tok..tok.."
"Non.. sarapan dulu, sudah ditunggu ibu di bawah.."
"Non.. non gigi.." lanjut nya
Namun tak terdengar sahutan dari nagita seperti biasa nya. Bi inah pun langsung turun kebawah.
"Bu.. bu.. non gigi.." teriak bi inah yg turun dari anak tangga
Ya.. kebetulan pagi itu raffi menyempatkan diri untuk mampir ke rumah nagita sebelum ia pergi ke kantor. Karena ada titipan dari mamah amy untuk tante rita.
"Iya inah, mana nagita?" tanya mamah rita yg sudah menunggu nya dimeja makan bersama cacha dan raffi.
"Anu bu.. non nagita di panggil2 gak ada jawaban.." ujar bi inah
"Mungkin lagi dikamar mandi..?" ujar cacha
"Tp ini kan jam 8 sayang, gak biasa nya dia sprti ini"
"Inah, semalam ibu suruh km siapin makanan dimakan gak sama nagita?" lanjut mamah rita
"Sudah, inah antarkan kekamar non nagita saat itu juga.." ujar bi inah
Berfikir ada yg gak beres, mamah rita pun langsung bergegas ke kamar putri nya. Di ikuti langkah raffi yg mengiringi mamah rita.
"Nagita..buka pintu nya sayang.."
"Nak.. buka sayang ini mamah.." lanjut mamah rita
"Tante punya kunci cadangan?" tanya raffi saat tau nagita tak merespon nya
"Ada.. sebentar tante ambil dulu.." ucap mamah rita lalu pergi untuk mengambilkan nya
Disitu raffi masih berusaha untuk mencoba membuka pintu nya. Dan ternyata pintu kamar nagita pun terbuka tanpa sengaja. Ya.. rupanya pintu tersebut tak dikunci oleh nya.
Raffi langsung masuk ke kamarnya.
"Astaghfirullahal a'dzim.. nagita.." ucap raffi saat melihat nagita tergeletak pingsan dibawah.
Raffi langsung sigap untuk memapanya ke ranjang. Namun saat raffi hendak menidurkan nya, terlihat kertas putih yg sempat ia genggam di tangan nya terjatuh dilantai.
"Surat ini....?" ucap raffi saat mengetahui bahwa gigi pingsan gara2 surat yg sempat ia berikan kepada nya.
"Raffi gimana nagita?" ujar mamah rita yg tiba2 masuk menanyakan kondisi putri nya
"Raffi temukan nagita dalam keadaan pingsan tante.." ucap raffi yg segera menyembunyikan kertas ditangan nya.
"Ya tuhan.. nagita.. km knpa sayang..?"
"Kenapa bisa begini nak.." lanjut mamah rita yg memegangi tangan dan sesekali mengusap2 rambut putri nya.
"Raffi tolong jagain dia sebentar, tante mau telephone dokter dan siapkan makanan buat nagita.." ucap mamah nya lalu pergi
Raffi pun duduk disamping nya, menggenggam tangan nya, dan sesekali ia mencium tangan nya.
"Bangun nagita.. " ucap raffi yg mulai rapuh melihat nya
Hingga dokter datang lalu memeriksanya, mamah rita dan raffi pun baru bisa bernafas lega saat dokter berkata tidak ada yg serius pada diri nagita, ini hanya kelelahan. Cukup vitamin yg dokter berikan kepada nya.
Tak lama nagita pun siuman, melihat raffi menunduk disamping nya dengan memegang erat tangan nya nagita pun mencoba bangun, namun kondisi nya masih lemas hingga ia tak bisa semudah itu merubah posisi tidur ke posisi duduk.
"Km siuman..??" ucap raffi saat mendengar gigi merintih kesakitan
"Km masih lemas nagita.." lanjut nya
"Aku mau duduk raffi.." ucap nya
"Sini aku bantu.." ujar nya lalu mencoba mendudukan nya bersandarkan bantal di punggung nya.
"Raffi.. sejak kapan km disini..?" ucap gigi
Blm juga menjawabnya, digegerkan dengan handphone raffi yg berdering dari saku celana nya.
"Iya hallo.." ucap raffi menerima tlephone nya. Tahu yg menelpon nya itu dari kantor raffi pun langsung keluar kamar, dan sampai akhir nya raffi selesai menerima nya lalu kembali masuk menemui nagita.
"Km mau makan?" ucap raffi tiba2
Nagita hanya menggeleng krn ia tau pasti raffi akan meninggalkan nya untuk pergi ke kantor karena jam pun sudah menunjukkan pukul 09.30.
"Nih mamah sudah siapkan makanan, km makan ya.."Ucap raffi sambil menyodorkan semangkok bubur yg sedari tadi disiapkan mamah rita
"Aku gak mau.." ujar nagita menolak dan menjauhkan mangkok itu dari hadapan nya
"Km harus makan, dokter sudah memberi vitamin dan km harus meminum nya.."
"Jangan paksa aku raffi.." ucap nagita
"NAGITA SLAVINA, coba dengarkan perkataan ku kali ini! Lihat kondisi km skrg? " ucap raffi dengan nada sedikit tinggi
Seketika nagita pun tak berani menatap nya, ia hanya menunduk.
"Raffi tak pernah semarah ini pada ku, bahkan skrg ia berani membentak ku.." gumam nagita.
Raffi tak sampai hati melihat nya menunduk, dan sesekali nagita mengusap air mata yg sempat ia teteskan.
"Ya tuhan,,,,,," ucap raffi saat melihat wanuta yg dicintai nya menangis karena nya.
"Apa yg telah aku perbuat hingga ia ketakutan seperti ini..?" lanjut raffi dalam hati
Direngkuh lah kedua tangan nagita, ditarik dan diletakkan diantara kedua pinggang nya hingga nagita pun merasa bahwa raffi akan memeluk nya.
"Maaf kan aku gi.. Aku gak bermaksud buat mu menangis sperti ini.. " Ucap raffi mulai melembut
Nagita yg mendapati pelukan dari raffi hanya bisa merasakan dekapan hangat seseorang yg begitu mencintai nya..
"Skrg km makan yah, aku suapin mau??" ucap raffi
Akhirnya gigi pun mau mendengarkan apa yang dikatakan raffi. Hingga gigi terlelap raffi pun masih setia menemani. Namun seperti nya raffi pun tak bisa menunda2 kepergian nya lagi, ia harus segera pergi kekantor.
"Sekarang aku tenang meninggalkan mu nagita.."
"Aku pergi dulu ya.. cupp... " bisik raffi lalu mencium kening nya saat ia terlelap, kemudian raffi pun pergi..
Hingga saat nya kondisi nagita mulai membaik, ia pun terbangun. Tak dilihat nya sosok raffi disamping nya lagi, yg ada hanya lah setangkai mawar merah dan notes yg tergeletak disamping tempat tidur nya.
"Cepat sembuh yah, aku akan kembali".ucap raffi dalam notes tersebut
Gigi hanya tersenyum melihat nya...
Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.
SEMOGA BERMANFAAT DAN MEMBAWA HOKI :
ReplyDeleteAgenbola1388 | Agen Judi Taruhan Bola Online Terpercaya
Agen Bola Terpercaya
Agen Judi Online
REGISTER
TIPS DAN TRIK UNTUK PENGGUNA SMARTPHONE
ReplyDelete