Monday, March 9, 2015

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 12

"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 12"

Kali ini raffi benar2 merasa kehilangan untuk yg ke 2 kali nya. Tak ada lagi yg bisa ia lakukan untuk mencegah kepergian seseorang yg sangat dicintai nya. Raffi menyandarkan tubuh nya di kursi panjang, dia merunduk dan sesekali mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya. Tak terasa air mata pun mengalir, dan tak seperti biasa nya ia menangis. Dia berusaha mengusap air mata nya namun sepertinya air mata itu tak henti2 nya keluar dari pelipis mata hingga membasahi pipi nya.

  "Nagita... secepat itu kah kau pergi meninggalkan aku?" ucap raffi

Menurutnya untuk apalagi dia harus berlama-lama disini, raffi pun bergegas untuk pergi dan meninggalkan bandara. Namun langkah nya terhenti saat seseorang menahan tangan nya untuk tetap disini. Raffi pun menoleh untuk mencari tahu siapa pemilik tangan ini.
  "Raffi.. " ucap nagita pelan
  "Nagita..?" ucap raffi langsung memeluk nya
Ternyata terjadi delay untuk penerbangan ke australi sehingga nagita pun harus menunggu beberapa menit kemudian untuk bisa berangkat kesana. Rasa sedih, kecewa, hilang seketika saat raffi tahu klo nagita blum pergi meninggalkan nya.
  "Raffi.. km menangis?" ucap gigi yg masih berada dipelukannya
  "Gak..?" elak raffi yg perlahan melepaskan pelukannya dan mengusap2 wajah nya.
Hati Nagita terenyuh melihat raffi menitihkan airmata karena kepergiannya. Namun raffi selalu menutupi kesedihan nya itu dengan mencoba tersenyum saat menatap nya.
  "Km gak bisa bohongin aku raffi.. " Ucap nya sambil mengusap airmata yg masih tersisa di wajah nya.
  "Apa yg harus aku lakukan agar km gak pergi meninggalkan ku nagita, katakan?" ucap raffi
  "Aku tetap akan pergi raffi" ucap gigi
Sebenarnya gigi tak tega meninggalkan melihat raffi seperti ini. Rasa kecewa pun terselip di wajah raffi saat itu.
  "Raffi sayang liat aku..."
  "Aku tidak akan lama disana,, jika urusan ku sudah selesai aku akan secepat nya kembali lagi kesini.." ucap gigi memegangi wajah raffi
  "Sungguh?" tanya raffi
  "Iya raffi.." bls nya
Gigi sejenak terdiam..
  "Mana mungkin aku mengatakan sebenarnya yg terjadi kepada raffi skrg.." ucap gigi dlm hati
 
  "Nagita.. Boleh aku tanya sesuatu?" ucap raffi menatap nya
  "Katakan saja.." bls gigi
  "Apa km mencintai ku..please gi jawab pertanyaan ku.." ucap raffi  berharap mendapatkan 1 jawaban dari nya.
Gigi bingung harus berkata apa,.disatu sisi ia begitu mencintai raffi, tp disisi lain status dia sebagai tunangan dany yg mungkin skrg dia sedang menunggu kedatangan nya diaustrali.
  "Maafkan aku raffi aku tak tau harus bilang apa sama km" bathin nya

  "Gigi.. km gpp?" tanya raffi
Ucapan raffi membuyarkan lamunan nya.. Namun rupanya gigi tetap terdiam,..
  "Ya.. aku tau, mungkin semua nya perlu waktu bukan? Lupakan saja, krena km harus siap2 sekarang" ucap raffi dengan raut wajah kecewa
Gigi tahu betul gimana perasaan raffi kepada nya saat ini. Walaupun raffi berusaha menutupi kekecewaannya dengan mengalihkan pembicaraan dan menyuruh nya untuk bersiap2.
  "Raffi.. " panggil gigi saat raffi hendak menjauh dari hadapannya.
Tiba-tiba nagita mendaratkan bibir nya ke bibir raffi. Tanpa komando raffi pun langsung merespon nya. Raffi menyapu lembut bibir nagita, hingga ia menikmati sapuan-sapuan lembut dibibirnya. Terlihat saat nagita mulai memejamkan matanya. Entah berapa menit ini terjadi, mungkin saat itu doraemon sedang menggunakan mesin penghenti waktunya hingga kini mereka tak tahu berapa lama mereka melakukan itu. Sesekali raffi melepaskan ciuman nya hanya untuk berkata  " i love u...." lalu mereka mengulanginya lagi. Akhirnya mereka perlahan melepaskan tautan nya. Raffi memandangi setiap lekuk wajah cantik nya.

  "Raffi, aku harus pergi.." ucap gigi
  "Nagita.." ucap raffi menarik tangan nya lagi
  "Iya.. " bls nya
  "Em.. e.. " ucap raffi gugup
  "Jangan bilang dia akan mencium ku lagi.." batin gigi
  "Ada sesuatu untuk mu, dan aku harap km akan menyukainya." ucap raffi dengan memberikan kotak kecil yg sedari tadi ia bawa.
  "huhhhfftt.. ternyata" bathin nya lega
  "Apa ini raffi?" ucap nya
  "Km buka nnt saja klo sudah sampai" ucap raffi
  "Makasih yah.. " bls gigi dengan senyum manis nya
Dan cacha pun datang..
  "Sory2.. gw td antri di toilet.. ehh raffi lo udh disini..?" tanya cacha
Mereka hanya tertawa melihat cacha datang tiba2.
  "Iya dari tadi lah.. lo aja kelamaan ditoilet untung gak suruh jadi penjaga toilet sekalian. Tp ada bagus nya juga sii lo lama disana, jadi kan lo td gak liat......" ucap raffi terpotong
  "Raffi..." ucap gigi pelan sambil menyubit perut nya
  "Awww... aduh.. sakit.." ucap raffi
  "Oy cacha... klo ada apa2 bilang aja sama raffi.. dia akan bantu km, bukan begitu raffi?
  "Ya.. apa sii yg gak buat km.. " ucap nya mengusap2 rambut gigi
  "Ya sudah aku berangkat dulu ya sayang, jaga diri baik2" ucap gigi memeluk adik nya cacha
  "Raffi, aku titip Marsya.." Ucap gigi tersenyum dan pergi
  "Nagita....... aku akan selalu menunggu mu disini... " Teriak raffi

  "Kini aku bisa melihat mu tersenyum lagi raffi, dan sekarang aku bisa pergi meninggalkan mu dgn tenang" bathin nya
Akhirnya gigi pun pergi meninggalkan mereka berdua untuk terbang ke australi..
 
Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

No comments:

Post a Comment