The Power Of Love Part---1
Berawal dari pertemuan nya disalah satu pesta ulang tahun sahabat nya ochi. Malam itu, terlihat nagita datang bersama kia sahabat nya sedari SMA. Nagita datang dengan kesederhanaan nya. Status nya sebagai anak konglomerat tak nampak pada diri nya malam itu, bahkan nagita terlihat biasa saja,, Dengan busana simple namun terkesan elegant nagita menghampiri ochi yg sedang berbincang2 dengan yg lain nya.
"Ochi.. happy birthday ya..." ucap nagita dengan senyum bahagia
"Makasih ya gi, udah mau datang.." sambut ochi dengan pelukan hangat seorang sahabat
"Sama siapa kesini? kia mana?" tanya ochi, karena dimana ada nagita disitu pasti ada kia
"Tuh, lagi ngobrol sama yg lain.." tunjuk nagita kearah kia yg sedang ngobrol bersama irwan dan yg lain nya
"Oh.. ya udh deh, gue mau ke dalam dulu. Lo mau ikut?" tanya ochi yg hendak mempersiapkan segala nya
"Gue tunggu disini aja, nnt kia nyari gue lagi.." ucap gigi yg memilih duduk dikursi ujung yg gak jauh dari tempat tersebut
"Baik lah, ," ucap ochi lalu pergi meninggalkan gigi sendiri
Disamping itu, Raffi datang bersama irwan yg kebetulan kenal dengan ochi. Raffi dan irwan memang anak semester akhir berbeda dengan yg lain nya baru tingkat 3, namun kedatangan nya disini diundang langsung oleh ochi sebagai ucapan terimakasih krna raffi sempat membantu nya dalam menyelesaikan tugas2 matakuliah nya. Raffi bukan lah siapa2 jika dibandingkan dengan nagita slavina, mungkin hanya sebagian kecil dari ujung kuku nya. Raffi pergi ke jakarta hanya untuk mengadu nasib nya disana. Raffi mendapatkan beasiswa tempat dimana ia kuliah skrg, dan mengharuskan ia tinggal bersama om nya. Dengan berbekal ilmu pengetahuan, raffi bisa mengikuti seluruh aktivitas perkuliahan seperti mahasiswa lain nya. Walau kadang raffi sering di ledek dengan status dia sebagai penerima beasiswa, namun ia tetap percaya diri dengan kemampuan nya. Tak sedikit org yg kagum dengan nya, bahkan om, tante dan sepupu nya irwan bangga akan prestasi yg raffi peroleh.
Berbeda dengan nagita slavina yg merupakan anak pertama dari Gideon Tanker dan Rieta Tanker pengusaha ternama di jakarta. Gadis lembut, ramah, cantik dan pintar ini selalu menjadi kebanggaan papah nya, prestasi yg ia peroleh membuat kedua orgtua nya selalu bangga dengan apa yg ia capai. Namun walaupun begitu nagita hanyalah anak biasa yg kadang ingin memiliki hak yg sama seperti anak2 yg lain. Selama ini ia hanya menuruti apa kemauan papah nya, itu semua ia lakukan untuk membahagiakan kedua nya. Lain hal nya dengan adik nagita, sifat marsha jauh berbeda dengan nya walaupun kedua nya sama memiliki potensi akademik yg cukup bagus, namun saat papah nya memberi kebebasan untuk memilih tempat dimana mereka akan melanjutkan study nya, marsha memilih untuk melanjutkan study nya diaustrali. Sedangkan nagita memilih untuk tetap stay dijakarta. Hampir 3 thn pendidikan nya, nagita tak pernah terlihat Wah...ia selalu tampil sederhana, dan apa ada nya. Pembawaan nya yg santai membuat teman2 yg berada di dekat nya merasa nyaman. Tak sedikit org yg berusaha mendekati nya, namun sampe saat ini blum ada yg bisa membuat nya jatuh hati.
Malam itu, Nagita pun sibuk dengan gadget ditangan nya hingga tak memperhatikan satu persatu tamu yg datang di malam itu.
Sedangkan raffi lebih memilih sendiri sambil menikmati indah nya malam penuh bintang. Dimana org lain sibuk datang silih berganti untuk menyalami ochi yg sedang bahagia krna ulang tahun nya, raffi hanya duduk mengamati setiap teman kampus nya datang dari berbagai jurusan. Tak banyak yg ia kenal disana, mungkin hanya kenal wajah namun tak kenal nama. Namun dari beberapa wanita yg dilihat nya diacara tersebut, hanya ada satu wanita yg membuat pandangan nya terpusat pada gadis cantik dengan sedang duduk sendiri diujung sana, siapa lagi klo bukan nagita. Dengan rasa penasaran, raffi pun mencoba untuk menghampiri nya.
"Hai.. maaf boleh aku duduk disini..?" tanya raffi
"Hmm.. boleh.." ucap nagita yg tersenyum kearah nya
"Ya ampun.. senyum nya,," ucap raffi dalam hati
"Maaf, apa kita pernah kenal sebelum nya?" tanya nagita
Namun seperti nya raffi tak menghiraukan nya sama sekali, ia hanya memandangi wajah nagita yg begitu dekat dengan nya.
Jelas saja, rupa nya raffi sering memperhatikan nagita selama 2 thn belakangan ini. Tp krna kesibukan nya, raffi blum sempat berkenalan dengan nya. Namun seperti nya kali ini raffi mencoba memberanikan diri untuk bisa mengenalnya lebih dekat.
"Hallo..?" ucap nagita memecahkan keheningan
"Ehh.. maaf.. maaf..td km bilang apa?" ucap raffi
"Apa kita sudah pernah bertemu sebelum nya?" ulang nagita
"Gue raffi.. kita pernah bertemu koq kan kita satu kampus, mungkin km lupa " ucap raffi seraya mengulurkan tangan nya
"Oh..Nagita.." ucap nagita dengan membalas uluran tangan nya.
"Koq sendiri?" tanya raffi
"Gak juga si, aku sama teman.. tp kayak nya dia lagi sibuk dengan yg lain nya" ucap nagita
"Km juga sendiri?" tanya nagita
"Sama.. gue juga datang bareng teman sekaligus sepupu gue irwan.." ucap raffi
"Ohh.. km sepupu irwan..?" tanya nagita
"Iya.." ucap raffi
"Aku kenal irwan, tp aku blum pernah liat km sebelum nya.. " ucap gigi
"Ya udh gak usah di bahas gak masalah koq yg penting kita sekarang udh kenal kan? jadi gak ada alasan untuk km lupa lagi sama nama ku.." ucap raffi yg membuat nagita tersenyum
"Km gak ingin gabung dengan yg lain?" tanya nagita
"Cerita nya km ngusir aku dari sini?" ledek raffi
"Gak.. bukan gtu maksud aku.." ujar nagita
"Iya.. bercanda koq.."
"Aku kurang suka keramean, jd lebih baik aku disini menikmati malam yg penuh bintang.." ujar raffi
"Bintang?" ujar nagita menoleh kearah nya
"Iya bintang... km suka bintang?"
"Coba lihat diatas sana.." lanjut raffi sambil menunjuk ke langit atas
Nagita pun mendongak keatas, seraya ikut menikmati keindahan nya.
"Bintang muncul di malam hari, disaat kita merasa sepi, tp bintang akan selalu ada buat kita.." ucap raffi memecahkan keheningan
"Kalau siang?" bls nagita
"Ya tetap ada.. tp dibelahan dunia lain.. yg gak keliatan bukan berarti gak ada kan??" ucap raffi tersenyum
Tak perlu waktu lama untuk menciptakan keakraban diantara mereka berdua, nagita terlihat begitu welcome dengan raffi.. Begitu juga raffi, ia merasa senang bisa berkenalan, bahkan ia bisa membuat nya tersenyum..
"Nagita.. nama yg cantik, secantik org nya" ucap raffi yg berbaring diatas kasur nya
"Knpa gak dari dulu gue kenal sama dia..? ckckck" ucap raffi dengan menatap langit2 kamar nya sambil tersenyum membayangkan nya...
Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.
No comments:
Post a Comment