Monday, March 9, 2015

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 19


"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 19"

Pagi yg ditunggu2 pun tiba, Nagita akhirnya terbang ke jakarta bersama mamah nya..

Disamping itu,
Karier raffi semakin hari semakin menunjukkan eksistensi nya di dunia intertaiment, bahkan bukan hanya karier keartisannya nya saja yg naik bak rokect yg meluncur, tp bisnis yg dijalani disalah satu perusahaan keluarga nya pun berkembang pesat. Hingga kadang raffi tak mempunyai banyak waktu luang, waktunya dihabiskan di lokasi syuting dan kantor nya. Namun begitu raffi merasa senang walau kini tak bisa lagi bermain2 seperti dulu. Kini dia bisa fokus dengan apa yg di jalaninya sekarang, semata2 ingin membuat keluarga nya bahagia. Satu persatu keluarga raffi pun ter-ekspose media, mamah nya yg kerap muncul di tv sebagai narasumber atau bahkan ke2 adik nya syanaz dan nisya yg kini perlahan mengikuti jejak kakak nya sebagai penyanyi dan presenter. Tentunya untuk mencapai kesuksesan nya itu tak semudah dengan apa yg kita bayangkan, raffi bersusah payah untuk memperjuangkan semuanya. Dan raffi disini tak sendiri, ada irwan yg selama ini menemani dan membantu nya. Irwan adalah rekan bisnis nya sekaligus sahabat nya yg ada disaat raffi susah maupun senang. Kehadiran irwan di hidup raffi membuat nya memiliki seorang kakak yg tak pernah ia dapat kan sebelum nya. Dan bukan hanya irwan namun billy pun sama, dia lawan main nya didunia hiburan (presenter). Kedekatan billy dan raffi sudah seperti kakak adik yg kadang ribut gara2 masalah sepele,  dan kadang juga akur. Walaupun begitu mereka ber 3 saling mendukung satu sama lain.

Pagi itu raffi sedang berada dikantor bersama irwan membicarakan tentang proyek nya yg blum juga selesai.
  "Wan.. gw gak mau ya kalo perusahaan kita kalah tander sama perusahaan itu..!" ucap raffi
  "Santai fii.. gw udah handle semua nya lo tinggal jalani saja beres deh.." ucap irwan menanggapi santai
  "Ahh lo mah santai mulu, gak tau apa deadline kita berapa hari lagi?" ucap raffi yg terlihat kusut memikirkan tander nya
  "Pagi bro.. lagi pada ngomongin apa serius banget??" ucap billy yg tiba2 masuk tanpa permisi
  "Ngapain lo kesini bil?" ucap raffi yg spertinya gak mood bercanda dengan nya
  "A'raffi muka lo jelek, lo gak usah pake marah2 gtu a'raffi.." ucap billy
  "Hahaha.. " irwan pun ketawa melihat kelakuan mereka berdua.
  "Iiihh.. ketawa, ada yg lucu?" ucap raffi
  "Muke lo yg lucu a'raffi.."timpal billy
  "Makanya lo tuh harus nya punya cwe a', biar ada yg ingetin lo biar gak marah2 terus" ucap billy
  "Bener tuh bil.. gw setuju.." timpal irwan
Raffi hanya diam dengan asyik memainkan gadget miliknya.
  "Lagian gw gak yakin lo gak punya cwe, lo kan cakep a'?" ucap billy
  "Tau ahh.. kalian berdua bukan nya nambah ringan masalah gw, ini malah bikin kepala gw tambah pusing!" ucap raffi bergegas pergi
  "Lo mau kemana fii?" tanya irwan yg melihat raffi hendak pergi
  "Keluar.. lama2 BT gw disini.." ucap raffi lalu pergi meninggalkan ruangan.
  "Lah.. kita ditinggalin.." ucap billy
  "Gara2 lo sih.. noh liat raffi ngambek.." bls irwan

Akhirnya raffi keluar dan pergi dengan mobil nya, di jalan ia terlintas akan kata2 billy dan irwan.
  "Gw kangen sama lo nagita, lo knpa gak pernah kasih kabar ke gw? apa lo marah ke gw wkt itu?" ucap raffi yg mulai bertanya2
  "Apa gw tanya ke cacha saja yah tentang nagita..? ahh.. tp pasti cacha lagi sibuk.." ucap raffi
Tak lama kemudian terlihat raffi menghentikan dan memarkir kan mobilnya di sebuah taman. Dengan mengenakan kacamata raffi menuruni mobilnya dan menghentikan langkahnya tepat  di bawah pohon. Sejenak ia membuka kacamatanya dan melingkarkan kedua tangannya tepat di depan dadanya seraya tersenyum lalu mengusap wajah dengan tangan kanannya tatkala ia mengingat ingat moment dimana ia bertemu dengan nagita di pagi itu, dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya raffi melanjutkan langkahnya menuju kursi panjang yang terdapat dipinggiran taman, tak lama setelah raffi duduk di kursi raffi menghampiri mobilnya dan segera menancapkan gas menuju tempat terakhir ia bertatap muka dengan nagita, yah bandara. Bandara adalah tempat raffi dan gigi terakhir bertemu dan bertatap muka, perasaan kangen yang sangat besar tiba-tiba muncul saat raffi menginjakkan kakinya di halaman bandara. Dengan duduk di sebuah kursi tunggu raffi melihat orang berlalu lalang dihadapannya, semakin banyak orang yang lewat semakin besar pula rasa ingin bertemu. Raffi pun mengambil handphone dengan sebuah headphone yang tergantung di lehernya, raffi pun segera memasangkan headphonnya tatkala ia memutarkan beberapa lagu untuk meredakan rasa yang semakin besar. Tak tahan dengan perasaannya sendiri raffi pun memejamkan matanya seraya menunduk..
1, 2, 3, lagu telah usai ia dengarkan tapi tak ada tanda2 raffi akan beranjak dari posisi duduknya semula, hingga terdengar sebuah lagu yang pernah ia siapkan untuk nagita.
Malam jadi siang,,
Siang pun jadi malam,,
Tidur pun ku tak bisa tenang,,
Bila sedang jatuh cinta semua terasa indah aku tergila-gila,,
Rasa dihatiku melilit makin erat,,
Dan rasa ku tak akan salah,,
Ku yakin ini cinta aku sedang jatuh cinta..
Kini ku berjanji hanya untuk engkau,,
Sumpah mati akan ku jalani,,
hati ku sedang tergila-gila dengan mu... oohhh..
  "Permisi mas,,,,” Terdengar suara seorang cewek, dengan menepuk ringan pundak raffi
Mendapatkan perlakuan itu seketika raffi pun mendongakan kepala seraya menyipitkan matanya untuk melihat seorang yang telah mengagetkannya.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

No comments:

Post a Comment