Monday, March 9, 2015

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 20


"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 20"

  "Siapa sih..??” gerutu raffi dalam hati
Perlahan ia membuka kacamata hitamnya,terlihat sesosok perempuan berparas cantik, dengan rambut panjang hitam terurai, betapa kagetnya raffi ketika melihat cewek yg berada dihadapan nya.
  "Nagita..?" ucap raffi seolah tak percaya dengan apa yg dilihat nya.
  "Raffi.. km disini?" ujar nagita
Berulang kali raffi mengucek2 kedua mata nya, seakan ini mimpi..
  "Raffi.. km gpp?" ucap nagita saat melihat raffi tak merespon nya
  "Em..e.. ini bukan mimpi kan? ini beneran km??" ujar raffi dengan memegangi wajah nagita seraya tak percaya akan kedatangan nya tiba2.
  "Iya raffi, , , " ucap nagita
Tak perlu waktu lama, raffi pun langsung memeluknya. Nagita pun hanya tersenyum mendapati pelukan dari sahabat nya raffi.
  "Nagita, aku kangen banget sama km, jgn pernah tinggalkan aku lagi, aku mohon.." ucap nya semakin erat
  "Ya tuhan, raffi masih menepati janji nya untuk menunggu ku. Bahkan ia tau akan kedatangan ku. Mungkin kah raffi masih mencintaiku setelah apa yg aku perbuat kepada nya?" bisik nagita dlm hati
Tak lama mamah rita pun datang, nagita pun langsung melepaskan pelukan nya.
  "Mamah.." ucap nya
  "Sayang, cacha mana?" tanya mamah nya
  "Ohh.. cacha blum datang. Oy mah, kenalin ini raffi teman nagita kecil dulu" ucap nagita memperkenalkan nya
  "Raffi..?" ucap mamah rita
  "Selamat datang di jakarta tante.." ucap raffi seraya berjabat tangan dan memberi nya salam
  "Ya tuhan.. km sudah sebesar ini nak,, tante sampe gak mengenali mu.." ucap mamah rita
  "Mah, kita pulang naik taxi saja yah.. cacha gak bisa jemput ada meeting dikantor.." ucap gigi
  "Ngapain naik taxi? kan ada mobil aku.." ucap raffi
  "Jangan nak raffi, nnt malah merepotkan nak raffi" ucap mamah rita
  "Gak apa2 tante.. raffi senang koq.." ucap raffi langsung membawakan koper mereka menuju mobil nya. Raffi pun mengantarkan nya sampai rumah. Saat raffi membantu menurunkan koper dan tas mereka untuk dibawa nya masuk, marsha pun datang.
  "Mamah... marsha kangen banget sama mamah.." ucap cacha yg langsung memeluk nya
  "Sayang, bantu masukin koper dulu yah,, nnt kita ngobrol nya didalam saja, kasian raffi sendirian bawain barang bawaan kita.." ucap mamah rita

Setelah semua selesai dimasukkan, ,
  "Nagita.." ucap raffi memulai pembicaraan nya
  "Hemmp.. " ujar nagita saat mereka sedang duduk ditaman belakang rumah
  "Knpa km tak pernah mau bercerita kepada ku?? dan mengapa cacha yg harus menjelaskan semua nya kepada ku, bukan km?" tanya raffi
  "Untuk apa raffi? tak semua masalah ku bisa aku share ke semua org termasuk kamu, biarlaj aku semdiri yg merasakan nya. Lagian bukan kah km yg menghindar dari ku saat itu?" tanya nagita
  "Maaf kan aku, bukan aku menghindar dari kamu nagita. Tp ..." ucap raffi terpotong
  "Sudah lah raffi, aku tak ingin membahas itu.." ucap nagita tersenyum
  "Km tau gi, bukan aku menghindar dari mu. Tapi apa lo gak sadar betapa gw mencintai lo nagita.." ucap raffi dalam hati
  "Nagita.. apa km ingat isi surat yg aku tulis untuk mu.." ucap raffi
Nagita hanya terdiam dengan mengerutkan dahi nya dan menyipitkan kedua mata nya
  "Surat..?" ucap dlm benak nya
  "Iya aku sempat menuliskan semua isi dari perasaan ku ke pada mu, aku berharap km akan mengerti maksud dan tujuan ku.."
Mendadak suasana hening, hanya hembusan angin malam yg menemani mereka berdua.
  "Nagita please, lihat aku.." ucap nya seraya bersujud dihadapan nya dan memohon
  "Mungkin aku bukan lah org yg sempurna dimata mu.. tp aku akan berusaha membuat mu bahagia.." ujar nya
  "Raffi.. aku lagi gak ingin bercanda.." ucap nagita melepaskan genggaman nya dan berdiri dari tempat duduk nya
  "Bercanda? mungkin km pikir aku main2 dengan semua nya. Aku akan buktikan sama km keseriusan aku.." ucap raffi meyakinkan nya lagi
  "Raffi, sudah malam.. aku harus istirahat" ucap nagita
  "Baiklah, aku akan pulang. Tp besok aku janji akan kesini lagi. Aku akan membuktikan keseriusan ku pada mu.." ucap raffi lalu pergi meninggalkan nya..

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.

No comments:

Post a Comment