Monday, March 9, 2015

Sahabat Ku, Kekasih Ku part 17


"Sahabat Ku, Kekasih Ku----part 17"

Hari ke hari, minggu ke minggu, bahkan dari bulan ke bulan di jalani nagita bersama dany, nagita begitu menghargai dany sebagai tunangan nya. Bahkan semenjak ia memutuskan untuk memilih dany, nagita tak lagi memikirkan raffi atau sekedar mencari informasi tentang nya yg belakangan ini ia lakukan. Raffi pun semenjak itu tak lagi menghubunginya, mungkin karena jadwal kerja nya yg padat hingga ia sulit mengatur waktu nya.
Siang itu nagita yg sedang duduk di taman kampus, sibuk dengan laptop yg terpangku ditangan nya.
  "Nagita..." teriak luna
  "Astaga..! gak pake teriak kali luna.." ucap gigi yg masih konsen dengan laptop nya
  "Serius banget sih? kita jalan yukk?" ajak luna
  "Hmm.. " bls gigi tanpa menengok kearah nya
  "Iya Jalan.. yukk??" ajak luna lagi
  "Lo aja sana, gw lagi nanggung" ucap gigi
  "Serius lo gak mau ikut?" ucap luna meyakinkan lagi
  "Iya.." ucap gigi pelan
  "Ya sudah.. aku jalan dulu sama yg lain" ucap nya lalu pergi dengan kawan nya yg lain

Dilain tempat, terlihat sepasang kekasih yg sedang bercengkrama ditengah jalan.
  "hallo sayang?" ucap nya berjalan menghampiri nya
  "Hai.. km mau ajak aku kemana?" yg saat
  "Kemana pun km mau.." ucap nya
  "Sungguh?"
  "Ya.. apa pun yg km lakukan akan ku turuti"
  "Makasihh sayang.." merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut.

Setelah urusan dikampus nya selesai, nagita pun langsung bergegas pulang. Nagita langsung menuju mobilnya. Ditengah jalan nagita mencoba menghubungi dany.
  "Hallo.. dany, km lagi dimana?" tanya nagita saat menelphone nya
  "Iya beib..knpa? km kangen ya?" goda dany dalam telephone
  "Aku gak lg bercanda dany.." ucap nagita
  "Iya Beib.. aku masih dikantor, ada apa?" ucap dany
  "Kita jadi keluar malam ini?" tanya nagita yg masih konsen mengendarai mobil nya.
  "Okey, nnt malam aku jemput km yah.." ucap dany
  "Okey.. bye.." bls gigi lalu menutup hp nya

Malam itu nagita yg sedang menunggu kedatangan dany, namun tak kunjung juga. 5 menit berlalu..10 menit berlalu.. akhirnya nagita menghubungi nya.
  "Dany.. km dimana?" ucap nagita yg sedikit jengkel
  "Beib.. sory, aku banyak kerjaan.." ucap dany seperti tak punya salah
  "Lalu? maksud km kita gak jadi?" ucap gigi dengan sedikit nada tinggi
  "Maafkan aku, aku janji besok pagi aku akan kerumah mu" bujuk dany
  "Ya sudh lah.." ucap nya lalu menutup nya
Malam itu Nagita sedikit kecewa dengan dany, tp lagi2 nagita mengerti dengan kesibukan tunangan nya.

Keesokan hari nya, nagita sudah siap dengan segala perlengkapan yg akan dibawa nya ke kampus, dan kebetulan hari ini pengajuan tesis nya.
  "Mah, do'a kan nagita yah. Semoga tesis yg nagita ajukan hari ini bisa diterima dengan baik.." ucap nagita
  "Iya sayang, do'a mamah selalu menyertai mu.." ucap mamah rita yg sedang menyiapkan potongan roti untuk sarapannya
  "Km sarapan dulu nih mamah sudah siapkan, km skrg brgkat sama dany?" tanya mamah rita
  "Iya, tp koq tumben ya dany blum datang?" ucap gigi sambil memakan potongan roti yg sudah disiapkan mamah nya
  "Ya udh tunggu aja, mungkin macet.." ucap mamah rita
Ternyata sampe selesai sarapan pun dany blum juga datang.
  "Mah, gigi brgkt dulu yah" ucap gigi mengambil konci mobil yg tergeletak dimeja
  "Dany mana??" tanya mamah rita celingukan
  "Nagita brgkat sendiri saja, klo dany kesini bilang saja aku sudah jalan.." ucap nagita lalu pergi ke kampus dengan mobil nya

Setibanya di kampus,
  "Nagita, tunggu.." panggil luna dari arah parkiran. Luna pun berlari menghampiri.
  "Iya luna ada apa?" ucap gigi yg berjalan pelan
  "Kemarin gw panggil2 koq gak nengok sih?" tanya luna
Nagita mengernyitkan kedua alis matanya
  "Iya, kemarin kita melihat mu di mall, bukan begitu rachel?" ucap luna yg menanyakan ke rachel juga yg ada disamping nya.
  "Iya.. padahal dany nengok loh pas kita sapa" tegas rachel
  "Mall? Dany?? Maksud kalian apaan sih, gw gak ngerti.." ucap nagita yg gak tahu apa2
  "Ya sudah lah, mungkin lo gak dengar.." ucap luna lalu mngajak nya ke kelas
Sampe kelas nagita mencoba menghubungi dany untuk mengabarkan klo dia sudah sampai di kampus.
  "Hallo..dany..?" ucap gigi
  "Maaf ini siapa??" terdengar suara cwe yg angkat tlpn
  "Hallo..? hallo..?" ucap gigi mencoba memperjelas suara nya.
  "Tut..tut..tut.." Telephone dany pun diputus begitu saja oleh nya.
  "Iiiihh.. koq malah dimatikan?" ucap gigi emosi
Nagita masih penasaran dengan cwe yg td mengangkat tlpn nya.
  "Gw gak mungkin salah nomor? ini jelas2 nomor dany?" gumam nagita
  "Nagita.. " teriak luna mengagetkan nya yg sdng memegangi hp nya
  "Dicari Mr. Paul tuh.." ucap luna
Akhirnya nagita pun pergi ke ruangan mr.paul, Sejenak melupakan soal dany dan mencoba konsen dengan tesis yg akan di ajukan ke mr paul.
2 jam nagita berada diruangan, dan akhirnya nagita keluar dengan sumringah...
  "Lunaaaaaaaaaaa... akhirnya gw lulusss..." teriak gigi memeluk sahabat nya itu
  "Serius lo?" tanya luna seakan tak percaya
  "Hu'um.." ucap gigi lalu memeluknya kembali
  "Mr. paul suka dengan tesis gw, dan lo tau apa nilai yg diberikan nya..?" ucap gigi membuat luna penasaran
  "Apaan?" tanya luna
  "A+" ucap gigi
  "iiiihhh.. kereeenn sumpah! sempurna... gw bangga punya sahabat kaya lo nagita.." ucap luna
  "Ya sudah karena gw lagi senang, kali ini gw mau traktir kalian semua.." ucap gigi sumringah
  "Bener? Kebetulan gw laper..! Haha" Ucap luna tertawa.
Tak perlu tunggu lama nagita menyelesaikan study S2 nya, bahkan ia termasuk siswa berprestasi di kampusnya. Kemampuan nya sudah tak bisa diragukan lagi.

Akhir nya mereka pergi ke caffe tempat biasa makan dan santai, namun ditengah jalan nagita mencoba menghubungi dany kembali.
  "Bantar yah, gw tlpn dany dulu.." ucap nagita ke luna dan rachel
  "Hallo.. dany?" ucap nagita
  "Hallo beib aku lagi meeting nih, nnt aku tlpn lagi yah.. bye.." bls dany
  "Tut..tut..tut.." tlpn pun terputus gtu saja
  "Knpa gi?" tanya rachel
  "Tau, gw tlpn koq malah buru2 dimatikan, kata nya sih meeting" ucap gigi
  "Ya.. lo tau sendiri lah dany itu kan super sibuk.." papar luna
Akhirnya mereka pun sampai, blum juga terparkir luna melihat mobil dany di depan nya.
  "Ehh.. bentar2.. itu bukan mobil dany yah?" ucap luna
  "Mana? " tanya gigi
  "Itu di depan.." bls luna menunjuk mobil yg terparkir gak jauh dari mereka berada
  "Mobil gtu kan banyak na.." ucap rachel
  "Ya udh ayo kita turun.. ato mau terus disini?" tanya nagita
  "Turun lah, masa gak jadi udh laper.." bls luna
Mereka pun turun dari mobil lalu masuk ke caffe tersebut. Walau sempat ia melihat mobil dany terparkir disana, tp tak ada prasangka sedikit pun nagita terhadap dany, bahkan ia percaya sepenuh nya kepada dany. Kerena yakin dany gak akan pernah membohonginya.
  "Ehh gw ke toilet dulu yah..?" ucap luna
  "Ya sudah, kita duduk disini ya na..." ucap gigi
Nagita dan rachel pun duduk di pojok kanan gak jauh dari pintu utama, sdgkan luna pergi ke toilet. Namun sepertinya luna harus balik lagi ke meja nya krna ada yg tertinggal. Saat hendak berputar arah...
  "Bruukkkkk.."
  "Ehh.. maaf.. gw gak sengaja" ucap luna saat menabrak pasangan yg hendak duduk dipojok sebelah kiri.
  "Kalo jalan pke mata donk" ucap lelaki itu
  "Km gpp sayang?" Tanya lelaki itu ke pasangan nya.
Tas yg dikenakan cwe itu sempat terjatuh hingga luna pun berniat untuk mengambil kan nya
  "Dany???" Ucap luna terperanga saat ia tau dany yg sedari td ada di hadapan nya
  "Luna..?" ucap dany pun kaget melihat luna ada di caffe itu
  "Kamu kenal dia sayang?" tanya cwe yg berada disamping nya.
Luna pun langsung pergi meninggalkan dany, namun dany berusaha menahan luna.
  "Luna, luna.. tunggu gw.. gw bisa jelasin ini sama lo.. please luna..?" ucap dany menahan kepergian luna
  "Lepasin gw dany, apa yg mau lo jelasin ke gw? harus nya lo gak pernah lakuin ini sama nagita. Apa sih salah nagita sama lo hah??!" Ucap luna dgn nada tinggi sampe pengunjung caffe melihat pertikaian tersebut
  "Luna.. luna.. please, nagita gak boleh tau masalah ini" ucap dany memegangi lengan luna
  "Lepasin gw dany!" ucap luna
  "Plakkkkkk" tamparan luna mendarat di pipi kanan dany
  "Itu balasan dari gw krna lo sudah nyakitin sahabat gw" ucap luna lalu pergi meninggalkan dany dan cwe tersebut
  "Gi.. gi..." ucap luna yg tiba2 nongol
  "Kita gak ush makan disini, kita pergi dari sini" ucap luna yg tiba2 mengurungkan niat nya untuk makan dicaffe tersebut
  "Loh, bukan nya lo yg mau makan disini?" ucap gigi yg heran dengan sikap luna
Luna pun hanya terdiam, dia sibuk berkemas.
  "Luna.. km knpa? koq km tiba2 aneh gtu??" ucap gigi
  "Iya luna, lo ada apa?" tanya rachel
  " Nagita..." ucap luna menarik nafas panjang saat akan berkata sesuatu yg serius
  "OMG, gw harus berkata apa sama dia?" ucap luna dalam hati
  "Luna...!" bentak nagita
  "Nagita, gw mau tanya sama lo? sejauh mana hubungan lo sama dany?" tanya luna dengan segenap perasaan nya.
  "Kenapa tiba2 nanyain itu ke gw?" bls gigi heran
  "Aku mohon, skrg tinggalkan dia..kerena dia gak pantas untuk km" ucap luna tiba2
Rachel dan nagita blum mengerti apa maksud luna berkata seperti itu?
  "Bisa lo jelasin ke gw knpa lo bisa berkata seperti itu?" tanya gigi penasaran
Luna pun membawa nagita ke tempat ia bertemu dengan dany saat itu. Luna menarik tangan nagita begitu erat, hingga nagita pun merasa kesakitan.
  "Na.. lo mau bawa gw kmna? lepasin, gw bisa jalan sendiri" ucap nagita
Tak ada kata lagi yg bisa luna sampaikan kepada sahabat nya, biarkan nagita melihat nya sendiri. Walau sakit, tp menurut luna ini yg terbaik.
  "Dany..?" ucap nagita terperanga saat melihat dany sedang bermesraan dengan wanita lain selain dia
  "Nagita, km disini?" dany pun kaget melihat nagita pun berada dicaffe itu
  "Apa yg km lakukan disini? ini meeting km bilang?" tanya nagita
  "A-aku.. emm.. a-aku.." ucap dany terbatah2
  "Kenapa ?, gak bisa jawab?" ucap nagita yg mulai berkaca2
  "Aku bisa jelaskan semua nya ke kamu beib.." ucap dany yg hendak memegang tangan nya
  "Jangan sentuh aku, please aku mohon" ucap nagita yg mulai menitihkan air mata yg tak bisa dibendung lagi
  "Beib.. ayo lah, came on.. ini cuma masalah kecil" ucap dany berusaha membujuk nya
  "Apa lo bilang masalah kecil?" sanggah luna dengan sedikit mendorong tubuh dany dari hadapan nagita.
  "Luna.. lo gak usah ikut campur urusan gw sama nagita" ucap dany dengan menuding luna dengan telunjuk nya
  "Apa? gak usah ikut campur? urusan nagita itu menjadi urusan gw krna dia sahabat gw!" ucap luna
  "STOPP!" teriak nagita menghentikan pertikaian luna dan dany
  "Dany, aku sudah berusaha menerima km dengan segenap perasaan ku, bahkan aku sudah percaya km sepenuh nya tidak akan pernah menyakiti ku. Tp kenyataan nya apa yg aku dapat dari km..? penghiyanatan!" ucap gigi yg mulai terlihat rapuh, dengan air mata yg tak pernah berhenti menetes.
Perlahan nagita melepaskan cincin yg selama 2 tahun ini melingkar di jari manis nya.
  "Beib.. apa yg km lakukan?" ucap dany saat tahu nagita melepaskan cincin pertunangan nya
  "Untuk apa aku lanjutkan hubungan ini dany, aku kembalikan cincin pemberian mu. Terimakasih atas apa yg kau beri selama ini" ucap nagita lalu pergi begitu saja.

Awalnya berniat akan merayakan keberhasilan nya bersama teman2 nya, malah berbuntut pada kekecewaan. Nagita pergi dengan mobil nya sendiri, dengan hati hancur dan perasaan yg tak bisa dibayangkan sebelum nya.
  "Kenapa lo lakukan ini semua ke gw?"
  "Apa salah gw?"
  "Disaat gw bisa buka hati untuk nya, knpa dia malah membuat ku terluka?" ucap nagita disepanjang perjalanan nya ke rumah.
Akhirnya nagita pun sampai didpn rumah nya, ia masuk dan langsung berlari ke kamar nya.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesalahan atau kesamaan nama dan tempatnya.
 

No comments:

Post a Comment